• HOME
Tampilkan postingan dengan label komunitas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label komunitas. Tampilkan semua postingan
Komunitas Card To Post

Komunitas Card To Post

Card To Post
13579352421731087071
Card To Post, from www.cardtopost.blogspot.com

Card to Post merupakan gerakan yang mengajak masyarakat terutama kaum muda untuk menjadi kreatif dengan membuat kartu pos untuk menyampaikan sebuah pesan, entah itu berupa ungkapan perasaan, ucapan selamat, atau sekedar sapaan. Dalam kartu pos tersebut bisa memuat foto, ilustrasi, crafting, atau apa pun.
1357935492743254976
Salah satu bentuk Karya Card to Post,from http://lirshop.blogspot.com
Komunitas Akademi Berbagi

Komunitas Akademi Berbagi

Akademi Berbagi
13579349091773268210
Akademi berbagi,from www.indonesiaproud.wordpress.com
Akademi Berbagi adalah gerakan sosial nirlaba yang bertujuan untuk berbagi pengetahuan, wawasan dan pengalaman yang bisa diaplikasikan langsung sehingga para peserta bisa meningkatkan kompetensi di bidang yang telah dipilihnya. Bentuknya adalah kelas-kelas pendek yang diajar oleh para ahli dan praktisi di bidangnya masing-masing. Kelasnya pun berpindah-pindah sesuai dengan ketersediaan ruang kelas yang disediakan oleh para donatur ruangan. Untuk keterangan lebih lanjut silahkan lihat di :
Website : http://akademiberbagi.org
13579351201356370328
Salah satu kegiatan akademi berbagi, from akbermedan.wordpress.com
Komunitas Indonesia Mengajar

Komunitas Indonesia Mengajar

Sejarah Indonesia


Mengajar


Gerakan Indonesia Mengajar diinspirasi proses panjang yang dibangun selama bertahun-tahun. Proses ini adalah gabungan dari: 1) Pelajaran dari berbagai generasi, 2) Perjalanan aktivitas pengabdian maupun interaksi dengan berbagai masyarakat, 3) Pengetahuan modern yang dipetik dari dunia akademik global.




Ide awal Indonesia Mengajar berasal dari Anies Baswedan. Pada dekade 1990-an, Anies adalah mahasiswa dan aktivis di Universitas Gadjah Mada (UGM). Ia adalah Ketua Umum Senat Mahasiswa UGM dan terlibat di berbagai aktivitas kemahasiswaan. Pada masa itu, ia bergaul dan belajar banyak dari seorang mantan rektor UGM periode 1986-1990: Prof Dr Koesnadi Hardjasoemantri (Pak Koes). Pak Koes, seorang keturunan ningrat dari Tasikmalaya, adalah eks Tentara Pelajar yang pasca-revolusi kemerdekaan menjadi mahasiswa di UGM yang baru berdiri di Jogja.

Pada tahun 1950an, Pak Koes menginisiasi sebuah program bernama Pengerahan Tenaga Mahasiswa, yakni sebuah program untuk mengisi kekurangan guru SMA di daerah, khususnya di luar Jawa. Dalam beberapa kasus, PTM ini justru mendirikan SMA baru dan pertama di sebuah kota kabupaten. Pak Koes adalah inisiator sekaligus salah satu dari 8 orang yang menjadi angkatan pertama PTM ini. Beliau berangkat ke Kupang dan bekerja di sana selama beberapa tahun. Sepulangnya dari Kupang, ia mengajak serta 3 siswa paling cerdas untuk kuliah di UGM. Salah satunya adalah Adrianus Mooy yang di kemudian hari menjadi Gubernur Bank Indonesia. Cerita penuh nilai dari PTM inilah salah satu sumber inspirasi bagi Indonesia Mengajar.




Semasa mahasiswa sampai pasca kepulangan dari kuliah di Amerika Serikat, Anies sering melakukan perjalanan, berinteraksi dan tinggal di daerah atau lingkup budaya berbeda.

Waktu kuliah, ia tinggal di daerah lain--walau hanya beberapa bulan--semasa Kuliah Kerja Nyata (KKN). Ia juga sering melakukan perjalanan riset terkait pekerjaannya sebagai peneliti dan penasehat di sebuah lembaga di Jakarta, dan terkadang tinggal dan berinteraksi dengan berbagai unit budaya di Indonesia maupun di luar negeri.









Pengalaman tersebut membawa Anies pada beberapa hasil perenungan:
Janji Kemerdekaan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa tidak diterima merata di penjuru Tanah Air. Sebagian sudah lunas terpenuhi janjinya dan sebagian lainnya belum.
Tinggal dan berinteraksi akan memberikan pengalaman kepemimpinan nyata dan pemahaman empatik yang tinggi bagi yang melaluinya. Inilah salah satu rujukan tumbuhnya ide Indonesia Mengajar.

"Dengan kompetensi global beserta pemahaman akar rumput, Indonesia akan sanggup berpijak dan mengabdi bagi kepentingan nasionalnya di tingkat dunia, demi memenuhi semua janji kemerdekaan bagi rakyatnya"

Selepas dari UGM, Anies Baswedan mendapat beasiswa untuk melanjutkan kuliah di Amerika Serikat. Tinggal, belajar dan bekerja di sana membuatnya memahami bahwa anak-anak Indonesia membutuhkan kompetensi kelas dunia untuk bersaing di lingkungan global.

Tetapi, kompetensi kelas dunia saja tak cukup. Anak-anak muda Indonesia harus punya pemahaman empatik yang mendalam seperti akar rumput meresapi tanah tempatnya hidup.


Semua proses di atas, secara perlahan membentuk ide besar Gerakan Indonesia Mengajar. Konstruksi dasarnya mulai terumuskan pada pertengahan 2009. Ketika itu, Anies mendiskusikan dan menguji idenya pada berbagai pihak. Gagasan ini kemudian siap mewujud ketika beberapa pihak berkenan menjadi sponsor.

Kabar terbaru mengenai aktivitas Anies Baswedan di Gerakan Indonesia Mengajar dapat dilihat di sini.


Proses untuk mendesain dan mengembangkan konsep Indonesia Mengajar dimulai pada akhir 2009, dengan membentuk tim kecil yang kemudian berkembang hingga menjadi organisasi seperti sekarang ini.

Komunitas 1001 Buku

Komunitas 1001 Buku

1357933772838309687
Komunitas ini merupakan relawan dan pengelola perpustakaan anak. 1001 buku adalah merupakan organisasi nirlaba, sebuah jaringan relawan dan pengelola taman bacaan anak. Berangkat dari keprihatinan atas kurangnya ketersediaan akses atas bahan bacaan bagi anak-anak Indonesia, 1001buku melakukan pengumpulan dan pendistribusian bahan bacaan anak serta penguatan taman baca melalui saran pengembangan kreativitas anak dari masyarakat.. Sejalan dengan perkembangannya, 1001buku memfasilitasi penguatan taman-taman bacaan anak yang tergabung dalam Jaringan Taman Bacaan Anak 1001buku, melakukan kampanye-kampanye literasi dan memperkokoh jiwa kerelawanan di seluruh nusantara


1001buku merupakan organisasi nirlaba, sebuah jaringan relawan dan pengelola taman bacaan anak yang didirikan di Jakarta pada bulan Mei 2002. Berangkat dari keprihatinan atas kurangnya keterseidaan akses atas bahan bacaan bagi anak-anak Indonesia, 1001buku melakukan pengumpulan dan pendistribusian bahan bacaan anak dan saran pengembangan kreativitas anak dari masyarakat. Sejalan dengan perkembangannya, 1001buku memfasilitasi penguatan taman-taman bacaan anak yang tergabung dalam Jaringan Taman Bacaan Anak 1001buku.
Pada tahun 2006, 1001buku resmi menjadi sebuah Yayasan, dengan tetap berbasiskan komunitas relawannya sebagai roda penggerak kegiatannya. Keterpaduan bentuk ini membuat 1001buku diyakini dapat membuat 1001buku memiliki bentuk tanggung jawab yang lebih baik kepada masyarakat, tanpa harus kehilangan fleksibilitasnya sebagi komunitas yang berbasiskan relawan.
Sepanjang perjalanannya, ratusan taman bacaan anak di pelosok nusantara telah terlayani, tumbuh dan berganti. Puluhan ribu buku bacaan telah dinikmati oleh anak-anak Indonesia. Ribuan relawan telah mempunyai kesempatan saling menularkan semangat kepedulian memajukan anak-anak Indonesia yang kerap kali terpinggirkan.

Komunitas SLiMS

1. Pendahuluan
Komunitas SLiMS ( Senayan Library Management System ) adalah merupakan komunitas yang mempunyai minat bersama pada perangkat lunak SLiMS. SLiMS merupakan perangkat lunak untuk pengelolaan perpustakaan yang dirilis dengan lisensi open source (http://senayan.diknas.go.id). SLiMS telah digunakan oleh lebih dari 120 perpustakaan di Indonesia, baik perpustakaan sekolah, perpustakaan umum, perpustakaan khusus maupun perpustakaan Perguruan Tinggi. SLiMS sendiri dikembangkan oleh pustakawan di Indonesia dan didukung oleh para programer dari luar negeri.
Ide mendirikan komunitas SLiMS adalah didorong oleh keinginan untuk belajar bersama tentang SLiMS, terinspirasi model komunits Linux dengan visi  ingin memerdekaan pustakawan dan meningkatkan kompetensi pustakawan terutama dalam bidang teknologi informasi. Sebagaimana kita ketahui bahwa masih ada banyak pengelola perpustakaan yang belum mengenal perangkat untuk manajemen perpustakaan.
Komunitas SLiMS ingin mengangkat harkat dan martabat pustakawan dengan SLiMS yang menyediakan solusi berbasis komunitas. Target komunitas SLiMS kedepan adalah membuat perpustakaan yang ingin menggunakan perangkat lunak untuk otomasi dapat terfasilitasi dengan SliMS dan ingin membangun sistem katalog induk SLiMS.
2.  Tujuan Komunitas SLiMS
Ada beberapa tujuan yang ingin dicapai dengan dibentuknya komunitas SliMS, antara lain :
a.    Mengangkat harkat dan martabat pustakawan, sehingga memiliki peran penting dalam  mengembangkan sistem otomasi perpustakaan dengan SliMS.
b.    Menjalin komunikasi antar pengguna Software SliMS, sehingga dapat membantu mengatasi permasalahan yang ada dalam mengembangkan sistem otomasi perpustakaan dengan SliMS
c.    Memfasilitasi terhadap perpustakaan yang akan mengembangkan otomasi perpustakaan dengan menggunakan software SliMS.
3.  Jenis Kegiatan
Komunitas SliMS telah melakukan berbagai kegiatan terkait dengan pengembangan perpustakaan yang menggunakan sistem otomasi dengan software Senayan (SLiMS), yang antara lain :
a. Diskusi antar pengguna (pustakawan) yang menggunakan SliMS
b. Seminar atau workshop terkait dengan pengembangan Software SLiMS
c. Pelatihan cara Instal dan operasional SliMS
d. Konsultasi terkait dengan masalah-masalah yang ada dalam Sofware SliMS
e. Kerjasama dalam bidang pengembangan Teknologi Informasi dengan pihak Pemerintah Kota/Kabupaten atau dengan pihak-pihak   lain (swasta)
f. Temu Komunitas pengguna Software SliMS
4. Komunitas SliMS Indonesia
Komunitas SliMS Indonesia telah berkembang di berbagai wilayah yang ada di Indonesia, dari tingkat propinsi sampai ke wilayah kota dan kabupaten, yang antara lain :
  1. Komunitas SliMS Jakarta
  2. Komunitas SliMS Jawa Barat
  3. Komunitas SliMS Jawa Tengah
  4. Komunitas SliMS Yogyakarta
  5. Komunitas SliMS Jawa Timur
  6. Komunitas SliMS Malang Raya
  7. Komunitas SliMS Surabaya
  8. Komunitas SliMS Madiun Raya
  9. Komunitas SliMS Solo
  10. Komunitas SliMS Aceh
  11. Komunitas SliMS Sukabumi
  12. Komunitas SliMS Bandung
  13. Komunitas SliMS Padang
  14. Komunitas SliMS Medan
  15. dll

Komunitas Bike To Work

Berawal dari sekelompok penggemar kegiatan sepeda gunung ( Komunitas Jalur Pipa Gas ) yang punya semangat, gagasan dan harapan akan terwujudnya udara bersih di perkotaan, lahirlah KOMUNITAS PEKERJA BERSEPEDA (Bike-to-Work Community) yang kemudian menggagas kampanye pertama penggunaan sepeda ke tempat kerja pada 6 Agustus 2004.

Visi dan Misi dari komunitas B2W-Indonesia merupakan wujud kepedulian kita terhadap peningkatan kualitas manusia Indonesia secara fisik maupun psikis, serta terhadap permasalahan lingkungan hidup yang terjadi saat ini.


    VISI:     

Terciptanya Kualitas Hidup yang Lebih Baik dengan Bersepeda


    MISI:    

Meningkatkan Jumlah Pengguna Sepeda Untuk Beraktivitas Sehari-hari

Sesuai dengan MISI yang telah dicanangkan yakni “Meningkatkan Jumlah Pengguna Sepeda untuk Beraktivitas”, maka agar masyarakat terdorong untuk menggunakan sepedanya dalam beraktivitas sehari-hari, dipandang perlu untuk mewujudkan Fasilitas Bersepeda yang memadai sebagai bagian dari Infrastruktur Bersepeda. Adapun contoh Infrastuktur Bersepeda adalah;


    Jalur khusus sepeda,

    Area parkir sepeda yang layak,

    Fasilitas mandi umum / ganti pakaian yang memadai, serta

    Integrasi antara infrastruktur bersepeda dengan fasilitas kendaraan umum.


Ini semua hanya dapat tercapai apabila pemerintah, pengelola gedung, pengelola fasilitas umum serta masyarakat secara bersama dan berkesinambungan mempunyai komitmen untuk meraihnya.

Marilah kita sukseskan gerakan bike-to-work (b2w) dengan menjadi bagian dari komunitas b2w-Indonesia. Caranya mudah, yakni dengan 3M:


    Mulai bersepeda dari diri kita sendiri,

    Mulai bersepeda dari/untuk jarak terdekat,

    Mulai bersepeda sekarang juga.


Pengurus Komunitas B2W Indonesia periode 2009 - 2011

    Dewan Pembina :

    Ozy F Sjarindra

    Hendro Poernomo

    Indra Ghrawita

    Susila Oktabri

    Taufik Hidayat

    Tekad Adiyono

    Toto Sugito


    Dewan Penasehat :

    Bayu Sukmana Pasi

    Ramadhani Achdiawan


    Pelindung :

    Kusmayanto Kadiman


    Ketua Umum : Toto Sugito

    Sekretaris : Fahmi Pahlevi A, Rifa Ilyasa, Winna Ananda

    Bendahara  : Naning, Imelda


    Ketua 1 : Rivo Pamudji

    Humas & Publikasi :Novrizal Kristanto, Cecep Gumilang, Lucy Iskandar

    Info, Data dan Media Online : Wahyu Diartito, M Lutfi, Ripto Gatut, Arie Zanahar (Reymanx)

    Kegiatan : Alfa Febrianto, Wido Kris, Yudha Bahua, Widi Asmoro


    Ketua 2 : Afan Mendrofa

    Kewilayahan : Poetoet Soedarijanto, Endra Datta (Bali), Ella, Aditya Wiwoho, Tammy Carolina Ratumbuysang

    Keanggotaan : Sukartono, Bimo Tjahyono, Dan Damianus Haryusutanto

    Merchandise : Dani Dewanto, Hindrarsto

http://b2w-indonesia.or.id/

Komunitas Indonesia Berkebun

Indonesia Berkebun adalah komunitas yang bergerak melalui media jejaring sosial yang bertujuan untuk menyebarkan semangat positif untuk lebih peduli kepada lingkungan dan perkotaan dengan program urban farming, yaitu memanfaatkan lahan tidur di kawasan perkotaan yang dikonversi menjadi lahan pertanian/perkebunan produktif hijau yang dilakukan oleh peran masyarakat dan komunitas sekitar serta memberikan manfaat bagi mereka.
MANIFESTO:
one little step to make Indonesia greener, healthier and happier;
Mission:
  1. Ekologi: secara ekologi mengembalikan kesuburan tanah dan menyelamatkan lingkungan
  2. Edukasi: secara edukasi memberikan pendidikan ke publik terutama generasi mendatang untuk cinta lingkungan
  3. Ekonomi: ssecara ekonomi menciptakan ketahanan pangan kota yang berkelanjutan
CONTACTS:
Telp: +6281-386249900 (Humas)
Email: IDberkebun@gmail.com
Twitter: @IDberkebun
Websitewww.indonesiaberkebun.org
Videohttp://www.youtube.com/user/IDberkebun