• HOME
Tampilkan postingan dengan label profil. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label profil. Tampilkan semua postingan

Inilah daftar Perusahaan Robert Budi Hartono Dari Rokok sampai Kaskus



Menjadi orang terkaya nomor satu di Indonesia selama beberapa tahun berturut-turut itulah R. Budi Hartono yang merupakan pemilik Grup Djarum, dilahirkan dengan nama lengkap Robert Budi Hartono pada tanggal 28 April 1941 di Kota Semarang, Ayahnya bernama Oei Wie Gwan pemilik usaha kecil Djarum Gramophon namanya diubah menjadi Djarum yang kelak menjadi sebuah perusahaan rokok terbesar di dunia. Robert Budi Hartono yang memiliki nama Tionghoa Oei Hwie
Tjhong oleh Majalah Forbes dicaatat memiliki kekayaan sebesar 8,5 Milyar Dollar atau 82.50 Trilyun Rupiah dan merupakan Orang terkaya nomor satu selama beberapa tahun di Indonesia dan urutan 131 terkaya didunia. Semua berawal dari Mr. Oei Wie Gwan yang membeli usaha kecil dalam bidang kretek bernama Djarum Gramophon pada tahun 1951 dann kemudian mengubah namanya menjadi Djarum. Oei mulai memasarkan kretek dengan merek “Djarum” yang ternyata sukses di pasaran.

Setelah kebakaran hampir memusnahkan perusahaan pada tahun 1963, Djarum kembali bangkit dan memodernisasikan peralatan di pabriknya. Robert dan kakaknya yaitu Michael Budi Hartono menerima warisan ini setelah ayahnya meninggal. Pada saat itu pabrik perusahaan Djarum baru saja terbakar dan mengalami kondisi yang tidak stabil. Namun kemudian di tangan dua bersaudara Hartono, Perusahaan Djarum bisa bertumbuh menjadi perusahaan raksasa. Pada tahun 1972 Djarum mulai mengeskpor produk rokoknya ke luar negeri. Tiga tahun kemudian Djarum memasarkan Djarum Filter, merek pertamanya yang diproduksi menggunakan mesin, diikuti merek Djarum Super yang diperkenalkan pada tahun 1981. Saat ini, Di Amerika Serikat pun perusahaan rokok ini memilki pangsa pasar yang besar. Dan di negeri asalnya sendiri, Indonesia, produksi Djarum mencapai 48 milyar batang pertahun atau 20% dari total produksi nasional. Seiring dengan pertumbuhannya, perusahaan rokok ini menjelma dari perusahaan rokok menjadi Group Bisnis yang berinvestasi di berbagai sektor. Djarum mereka, dilarang di Amerika Serikat sejak 2009 bersama dengan rokok kretek lainnya, karena telah diluncurkannya Dos Hermanos, sebuah cerutu premium pencampuran tembakau Brasil dan Indonesia.





Robert Budi Hartono dengan Group Djarum yang dipimpinnya pun melebarkan sayap ke banyak sektor antara lain perbankan, properti, agrobisnis, elektronik dan multimedia. Diversifikasi bisnis dan investasi yang dilakukan Group Djarum ini memperkokoh Imperium Bisnisnya yang berawal di tahun 1951. Di bidang Agribisnis, Robert bersama Michael memiliki perkebunan sawit seluas 65.000 hektar yang terletak di provinsi Kalimantan Barat dari tahun 2008. Mereka bergerak di bawah payung Hartono Plantations Indonesia, salah satu bagian dari Group Djarum. Di bidang properti, banyak proyek yang dijalankan di bawah kendali CEO Djarum ini, R. Budi Hartono, dan yang paling besar adalah mega proyek Grand Indonesia yang ditantangani pada tahun 2004 dan selesai pada tahun 2008. Proyek ini mencakup hotel (renovasi dari Hotel Indonesia), pusat belanja, gedung perkantoran 57 lantai dan apartemen. Total nilai investasinya 1,3 Triliun rupiah.





Majalah Globe Asia menyatakan Robert sebagai orang terkaya di Indonesia dengan kekayaan 4,2 miliar dolar AS atau sekitar 37,8 triliun rupiah. Pada tahun yang sama, R. Budi Hartono bersama kakaknya, Michael Hartono di bawah bendera Group Djarum melebarkan investasi ke
sektot perbankan. Dan mereka menjadi pemegang saham utama, menguasai 51% saham, PT Bank Central Asia Tbk (BCA) yang merupakan salah satu bank terbesar di Indonesia saat ini. Berdasarkan data dari Bank Indonesia akhir tahun 2011 nilai aset BCA sebesar Rp 380,927 Triliun (tiga ratus delapan puluh koma sembilan ratus dua puluh tujuh rupiah). BCA yang secara resmi berdiri pada tanggal 21 Februari 1957 dengan nama Bank Central Asia NV. Banyak hal telah dilalui sejak saat berdirinya itu, dan barangkali yang paling signifikan adalah krisis moneter yang terjadi di tahun 1997. Dan bukti eksistensi grup Djarum adalah gedung pencakar langit di kompleks mega proyek Grand Indonesia diberi nama Menara BCA. Karena bank BCA menjadi penyewa utamanya dari tahun 2007 hingga 2035. Dengan demikian tergabunglah lingkungan operasional dua raksasa bisnis Indonesia di tengah-tengah pusat ibukota yang menjadi bukti keberkuasaan Djarum di kancah bisnis Indonesia.

Robert Budi Hartono menikah seorang wanita bernama Widowati Hartono atau lebih akrab dengan nama Giok Hartono. Bersamanya Widowati Hartono, Pemilik PT Djarum ini memiliki tiga orang putra yang kesemuanya telah menyelesaikan pendidikan. Mereka adalah Victor Hartono, Martin Hartono, dan Armand Hartono. Disisi lain, Robert Budi Hartono Sangat menyukai olahraga bulutangkis yang bermula dari sekedar hobi lalu mendirikan Perkumpulan Bulutangkis (PB) Djarum pada tahun 1969. Dari lapangan bulutangkis di tempat melinting kretek, Robert Budi Hartono menemukan talenta anak muda berbakat asli Kudus. Anak muda itu dimatanya, memiliki semangat juang yang tinggi, mental yang hebat dan fisik yang prima. Tak salah intuisinya, karena dalam kurun waktu yang tidak lama, anak itu mengharumkan nama bangsa di pentas dunia. Anak muda itu adalah Liem Swie King, yang terkenal dengan julukan “King Smash”.





Disamping itu bersama kakaknya yaitu Michael Budi Hartono,mereka menjadi pemilik Grand Indonesia dan perusahaan elektronik. Salah satu bisnis Group Djarum di sektor ini bergerak di bawah bendera Polytron yang telah beroperasi lebih dari 30 tahun. Perusahaan Polytron ini kini juga memproduksi ponsel yang sebelumnya hanya meproduksi AC, kulkas, produk video dan audio, dan dispenser. Melalui perusahaan yang baru dibuat yakni Ventures Global Prima Digital, mereka juga membeli Kaskus, yang merupakan salah satu situs terbesar di Indonesia.

Profil Biodata Laily Prihatiningtyas calon Direktur BUMN Pilihan Dahlah Iskan

Menteri BUMN Dahlan Iskan akan menunjuk Laily Prihatiningtyas menjadi Direktur Utama PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko. Wanita kelahiran Desember 1985 ini ternyata belum genap berusia 28 tahun. Hebat!

Mendengar berita soal pencalonannya sebagai Direktur Utama BUMN, wanita yang akrab dipanggil Tyas ini tak bisa berkomentar banyak.

"Sampai sekarang sebenarnya belum ada penunjukkan secara resmi, jadi saya belum bisa berkomentar banyak untuk saat ini," ucap Tyas kepadadetikFinance, Kamis (21/11/2013).

Tyas ditunjuk menggantikan posisi Ricky Sihaan. Dahlan sebelumnya beralasan Tyas yang lulusan S2 Belanda ini memiliki kemampuan yang mumpuni untuk menjadi seorang Dirut di BUMN.

"Dia mampu karena pintar sekali, dan ini juga sebagai sinyal kepada generasi muda bahwa BUMN nggak segan-segan mengangkat generasi muda. Karena di swasta itu biasa anak usia 28 tahun menjadi Dirut," sebut Dahlan.

Sementara itu Sekretaris Kementerian BUMN Imam A. Putro menjelaskan, proses penetapan Tyas menjadi bos baru PT TWC Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko akan disiapkan. Termasuk mekanisme fit and proper test, atau uji kelayakan dan kepatutan. "Sedang disiapkan semuanya," kata Imam singkat.

dan berikut biodata singkat laily prihaningtyas


Pekerjaan sekarang :
-Head of Information Presentation Subdivision at Ministry of State Owned Enterprises
-Board of Commissioners Secretary at PT Perusahaan Pengelola Aset (PT PPA) ex BPPN

Pengalaman kerja :  
-Risk Management Committee Member at PT Antam Tbk
-Staff at Ministry of State Owned Enterprises of Republic Indonesia
-Human Resources Division Staff at Ministry of State Owned Enterprises of Indonesia

Pendidikan :  

Tilburg University
MSc, Accounting

2010 – 2011

Graduated with Distinction
Funded by StuNed Scholarship Programme from the Dutch Government

Universitas Indonesia (UI)
Bachelor, Accounting

2007 – 2009

GPA: 3.33/4

Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN)
D III, Accounting

2003 – 2006

GPA: 3.42/4
Funded by STAN scholarship programme from the Ministry of Finance of Republic Indonesia

Activities and Societies: Data Collector for STAN Year Book 2005 and 2006
Profil Biodata dr Dewa Ayu Sasiary Prawani

Profil Biodata dr Dewa Ayu Sasiary Prawani

berikut ini profil dan biodata Profil Biodata dr Dewa Ayu Sasiary Prawani yang saya kutip langsung dari blog dr ayu. 

Aku dilahirkan dengan nama lengkap Dewa Ayu Sasiary Prawani. Aku lahir di Denpasar, Bali 23 April 1975. Dari SD hingga SMA aku bersekolah di Denpasar, selanjutnya perguruan tinggiku ku selesaikan di Manado, Sulawesi Utara. Aku mengambil jurusan Kedokteran Umum. Sebenarnya nggak kepikiran untuk melanjutkan sekolah ke Manado, karena aku juga nggak punya sanak saudara di sana. Tapi mungkin karena ingin bertualang alias mencari pengalaman baru, aku nekat merantau. Sebenarnya berat sekali berpisah dengan orang tua dan saudara2 ku.
Bulan-bulan pertama, di bulan Agustus 1993, awal-awal masa pendidikan ku di FK UNSRAT Manado aku isi dengan rasa sedih, sepi dan rindu dengan keluargaku. Aku anak ke-5 dari 6 bersaudara, jadi sudah terbiasa dengan suasana yang ramai. Dan saat itu aku belajar melakukan segala sesuatunya sendiri.
Untungnya kesedihan dan kesepian itu tidak berlangsung lama, perlahan-lahan aku bisa menyesuaikan diri dengan lingkungan. Aku belajarselain di dalam pendidikan, juga dalam berinteraksi dengan orang-orang sekitarku. Segala sesuatunya memang awalnya terasa berat.. tapi, akhirnya bisa kulewati dengan baik.
Akhirnya aku berhasil menyelesaikan kuliahku dan aku resmi diambil sumpah sebagai dokter umum April 2000.

Profil Biodata Enji Ayu ting ting Alias Henry Baskoro Anak Bambang hendarso Danuri

Siapa sebenarnya orangtua Enji, suami Ayu Ting Ting? Ibunda Ayu Ting Ting, Umi Kalsum, mengaku belum pernah bertemu dengan orangtua Enji, meski putrinya sudah dinikahi pria itu. Benarkah Enji anak mantan Kapolri Bambang Hendarso Danuri?

Selama ini, isu yang beredar Enji yang bernama lengkap Henry Baskoro Hendarso itu merupakan anak petinggi polisi. Namun sepanjang isu itu berkembang, tidak ada yang memastikan siapa ayah Enji sebenarnya.

Sampai akhirnya beredar undangan resepsi pernikahan Ayu Ting Ting dan Enji yang seharusnya dilakukan pada 4 September 2013 lalu. Namun, rencana resepsi itu masih belum terealisasi hingga sekarang.

Di undangan itu yang didapatkan detikHot Selasa (12/11/2013) itu, nama orangtua Enji tertulis jelas: Bambang Hendarso Danuri dan Rita Felicita. Siapa Bambang Hendarso, ayah Enji itu? Benarkah Bambang Hendarso Danuri yang dimaksud merupakan Kapolri yang menjabat pada 2008 hingga 2010?

Tidak ada kejelasan. Yang pasti, saat proses fit and proper test sebagai calon Kapolri pada 19 September 2008 lalu, Komisi III DPR mendapatkan data bahwa Bambang Hendarso Danuri beristrikan Nani Hartiningsih Wargahadibrata, bukan Rita Felicita. Bambang Hendarso-Nani memiliki dua anak. "Mereka keluarga harmonis," kata Trimedya Panjaitan, ketua Komisi III DPR saat itu.

Selama ini Enji tidak mau berterus terang mengenai siapa ayahnya. Saat ditanya wartawan ketika menggelar jumpa pers di kantor pengacara Hotman Paris, Jalan Sudirman, Jakarta, Jumat (8/11/2013) lalu, Enji sempat ditanya siapa orangtuanya. Saat itu, pria berkepala botak itu enggan menjawabnya. Ia pun hanya tersenyum.

Sementara, Umi Kalsum mengungkapkan dirinya atau pun keluarganya tidak penah bertemu dengan ayah dan ibu Enji. "Ibu nggak pernah melihat orangtuanya Enji," ujar Umi Kalsum di Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (11/11/2013).

Foto dan Profil Valdya Baraputri Reporter 360 metro TV

Foto dan Profil Valdya Baraputri Reporter 360 metro TV

profil dan biografi adiguna sutowo mertua dian satro

profil dan biografi adiguna sutowo mertua dian satro

siapakah adiguna sutowo yang rumahnya dirusak perwmpuan misterius. Berikut ini biografi dan biodata adiguna sutowo.
Adiguna Sutowo (Mertua Dian Sastro), Penerus Ibnu Sutowo
Kisaran awal 2005 silam, publik Indonesia dikejutkan oleh peristiwa yang cukup menyita perhatian. Menjadi berita besar karena pelakunya diduga anak dari tokoh besar Orde Baru. Hari Minggu (2/1/2005) pukul 15.55 WIB pelaku digelandang masuk tahanan.
Adiguna Sutowo yang diduga sebagai pelaku tunggal penembakan pelayan bar Fluid Club Hotel Hilton, Yohanes Brachmans Haerudy Natong, dimasukan ke ruang tahanan Polda Metro Jaya, Jalan Gatot Subroto, Jakarta. Adiguna mengenakan kaos warna abu-abu dan celana training. Mukanya tampak lusuh dan tertunduk lesu. Dia digelandang setelah menjalani pemeriksaan yang dilakukan oleh Satuan Jatantras Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya secara maraton. Dia diperiksa sejak Sabtu (1/1/2005) malam. Lihat.
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang baru menjabat beberapa bulan merasa prihatin dengan peristiwa pada pergantian tahun itu. Ia menginstruksikan aparat penegak hukum mengusut tuntas kasus ini secara tegas dan transparan. Hal itu dikatakan SBY kepada wartawan dalam jumpa pers di rumahnya, di Cikeas, Bogor, Minggu (2/1/2005) malam. Tampak hadir Menko Polhukam Widodo AS, Menlu Hassan Wirajuda dan Menkeu Yusuf Anwar. “Pemerintah dalam hal ini Kapolri diminta untuk melaksanakan proses hukum terhadap pelaku penembakan di Hotel Hilton. Lakukan proses hukum yang benar dan tepat, lalu tunjukkan dengan akuntabilitas yang tinggi,” kata SBY. Lihat.
Siapa Adiguna itu?
Dibanding Pontjo Sutowo, kakaknya, nama Adiguna masih kalah pamor. Bahkan selama ini Adiguna lebih dikenal sebagai pereli nasional. Anaknya, (alm) Adri Sutowo pun menitis darah ini. Nama Adiguna memang tak bisa lepas dari Ibnu Sutowo, eks Dirut PT Pertamina dan pensiunan jenderal bintang tiga era Soeharto.
Dari perkawinannya dengan Zaleha binti Syafe’ie, yang dinikahinya pada 12 September 1943, Ibnu mendapatkan 7 anak. Mereka adalah Nuraini Zaitun Kamarukmi Luntungan, Endang Utari Mokodompit, Widarti, Pontjo Nugroho Susilo, Sri Hartati Wahyuningsih, Handara, dan Adiguna.
Seperti saudara-saudaranya yang lain, si bungsu Adiguna pun berkecimpung dalam bisnis. Dia tercatat sebagai bos perusahaan farmasi PT Suntri Sepuri. Perusahaan yang didirikan pada 1998 ini memproduksi tablet, kapsul, sirup dan suspensi, sirup kering/serbuk injeksi beta laktam. Membicarakan bisnis Adiguna, mau tak mau harus membicarakan bisnis keluarga Ibnu Sutowo. Pasalnya, bisnis Adiguna dibangun bersama-sama dengan anggota keluarganya yang lain.
Keluarga Ibnu Sutowo ketika Orba masih berkuasa, mempunyai sedikitnya 20 perusahaan. Ini termasuk PT Adiguna Shipyard (galangan kapal, pengadaan fiberglass kapal) dan PT Adiguna Mesin Tani (agicultural). Keluarga ini juga pemilik PT Indobuild Co (real estate, hotel) yang menguasai hak pengelolaan lahan di seputar Senayan - lokasi hotel, apartemen dan convention center. Keluarga Ibnu Sutowo lebih dikenal lewat konglomerasi Grup Nugra Santana (bursa saham, pemasaran, manajemen properti, investasi bangunan). Jika dikaitkan dengan masa sekarang, ingatan kita akan tertuju pada Bakrie Grup yang menguasai lantai bursa, dan juga Kalla Grup milik mantan wakil presiden. Keduanya sama-sama pentolan partai Golkar.
Di bawah grup inilah keluarga Sutowo menguasai penjualan dan pemasaran operasional 5 hotel kelas atas: Jakarta Hilton International Hotel, Lagoon Tower Jakarta Hilton International, The Hilton Residence, Patra Surabaya Hilton International dan Bali Hilton International.
Ekspansi besar-besaran dimotori Pontjo Sutowo. Tapi pada 1997, kibaran bisnis keluarga Sutowo melorot. Majalah Swa edisi November 2004 lalu menulis, tragedi Bank Pacific yang dimotori Endang Utari Mokodompit -kakak Adiguna- menyusul bank tersebut dilikuidasi Pemerintah, November 1997, diduga menjadi pemicu memudarnya pamor Grup Nugra Santana. Meski demikian, sebagian sahamnya masih bercokol di Hilton, branding yang akan tetap dipakainya selama 20 tahun sesuai kontrak sejak 1996 silam.
Majalah Swa lewat laporannya bertajuk “Menumpuk Utang di Bank, Terbelit Bisnis Sendiri” menulis bahwa bisnis Grup Nusa Santana tak lagi prospektif. Pengamat ekonomi Wilson Nababan menilai, berbagai proyek properti khususnya hotel yang dibangun Grup Nugra Santana menjadi kartu mati yang sulit dikembangkan lagi. Bisnis kelompok ini di bidang perkapalan seperti Adiguna Shipyard juga mengalami penurunan yang sangat tajam.
Untuk kasus seperti ini, kiranya keluarga Sutowo perlu belajar dari Keluarga Bakrie yang tetap eksis meski badai 2008 menerjang kerajaan bisnisnya. Tentu dengan menggandeng penguasa saat itu, Presiden SBY dan Wapres Jusuf Kalla, meski sempat ditentang Menkeu Sri Mulyani yang mengancam mundur dari kabinet SBY.
Adiguna juga merajai media. Pada tahun 1992, Adiguna bersama Soetikno Soedardjo dan Onky Soemarno mendirikan Hard Rock Cafe. Joint venture ini membuahkan group usaha yang dikenal sebagai MRA Group. MRA ini kemudian berkembang pesat dan saat ini memiliki beberapa divisi yang menaungi beberapa unit usaha seperti Zoom Bar & Lounge, BC Bar, Cafe 21, Radio Hard Rock FM (Jakarta, Bandung, Bali), i-Radio, MTV radio, Majalah Kosmo, Majalah FHM , Omni Chanel (TV), dan IP Entertaiment.
Di samping itu Adiguna juga merupakan pemilik Four Seasons Hotel dan Four Seasons Apartement di Bali. Belakangan, Adiguna baru saja membeli Reagent Hotel di Jakarta (yang sekarang berganti nama Four Seasons Hotel). Dia juga memegang dealership Ferrari dan Maserati, Mercedes Benz, Harley Davidson, Ducati, B&0, dan Bulgari. Menurut catatan George Aditjondro, Adiguna sempat memiliki hubungan bisnis dengan Tommy Soeharto di masa jayanya. Keduanya mendirikan PT Mahasarana Buana (Mabua) pada tanggal 5 September 1985. Perusahaan yang beroperasi di Batam ini berdagang dinamit untuk keperluan industri.
Adiguna yang juga anggota Persatuan Menembak dan Berburu Seluruh Indonesia (Perbakin) ini dikenal cukup dekat juga dengan kerajaan bisnis Sudwikatmono. Seperti sohibnya, Tommy Soeharto, Adiguna juga pernah mencicipi sempitnya hotel prodeo di sel Polda Metro Jaya. Keduanya dituduh melakukan kejahatan yang nyaris persis: menembakkan timah panas hingga sang korban tewas.
Sumber : detiknews.com 3 Januari 2005
Nasib Dian Sastro Pasca Menikahi Keluarga Sutowo
Berita menikahnya Dian Sastro kemarin (18/5/2010) cukup membuat kalangan kaum Adam banyak yang â€Å“patah hati”, terutama mantan-mantan kekasih Dian sendiri tentunya. Status di jejaring sosial semacam facebook dan twitter seolah menjadi bukti, meski banyak yang sedikit malu-malu. Kemarin, status facebook teman-teman saya pun dijejali berita menikahnya Dian Sastro dan meninggalnya Mama Laurent. Baru malam tadi status berganti menjadi seputar berita gempa bumi di Sukabumi, Jawa Barat. Tidak ada hubungannya barangkali, kalau saya hubungkan tentu akan melahirkan bahan tertawaan kembali.

Memang, Dian Sastro memiliki daya tarik lebih dibanding kalangan selebritis lainnya. Selain modal wajah yang rupawan dan meng-indonesia banget, kemampuan intelektualnya juga tidak diragukan lagi. Dian juga tergolong artis berkelas, sangat selektif memilih peran, sepertinya anti-sinetron dan lebih memilih menjadi bintang iklan. Dagangan yang diiklankan pun laris manis di pasaran.
Barangkali hal-hal itulah yang membedakan Dian dengan artis-artis wanita lainnya. Sosoknya mungkin cukup menjadi idaman kaum pria.
Sebagaimana kita ketahui bersama, Dian Sastro adalah alumnus Jurusan Filsafat Universitas Indonesia.
Enam tahun dilewatinya sebagai mahasiswi. Akhirnya, aktris peraih Piala Citra itu lulus juga. Prestasinya pun cukup membanggakan untuk ukuran seorang artis yang sibuknya bukan main.
“Nilaiku 8,57 (A) dari skripsi yang berjudul Beauty Industrial Complex. Puas banget sih karena ini adalah penantian yang cukup lama. Aku bersyukur dengan banyaknya waktu yang dimiliki sehingga mendapatkan hasil maksimal. Bukan ngerjain biar cepet lulus, dapet IP yang kurang bagus. Meski 6 tahun IPK-nya 3,2,” kata Dian.
Bahkan, Dian sempat ditawari dosen pembimbingnya untuk menjadi asisten dosen (asdos) pada salah satu mata kuliah. Selain itu, skripsinya sedang disiapkan menjadi sebuah buku dimana Dian bekerjasama dengan wartawan senior Leila S. Chudori sebagai penyunting dan co-writer. Skripsi tersebut menempatkan industri kecantikan dan isu persamaan jender dalam kacamata filsafat, dimana perempuan berlaku sebagai subyek dan obyek. Lihat.
Berbicara tentang materi dalam skripsinya, bolehlah kita bertanya kepada Dian tentang â€Å“ideologi kecantikan”. Berbekal kecantikan dan ketenarannya, mungkinkah pernikahannya akan langgeng hingga akhir hayat mereka berdua, menepis anggapan miring masyarakat bahwa pernikahan artis hanyalah â€Å“paparan kekayaan dan pembuktian strata sosial” dan tidak berlangsung lama.
Jika biasanya kaum bigos (biang gosip) infotainment menanyakan ke Mama Laurent, sepeninggalnya kepada siapa lagi mereka akan bertanya? Saya rasa, hanya waktu yang mampu menjawabnya.
Kembali ke keluarga Sutowo tadi, jika melihat kadar intelektualitas dan kelas keartisannya, rasa-rasanya mereka memang lebih pintar mencari mantu dibanding konglomerat satunya yang baru saja digandeng dan digendong Pak Beye. Mudah-mudahan pengusaha-pengusaha bekas ‘penguasa’ dan sedang ‘menguasai’ jagat politik negeri ini tersebut tidak salah memilih mantu. Semoga nantinya menjadi keluarga sakinah, mawadah, warahmah (samara) sehingga berguna bagi bangsa dan negaranya. Amien…..
Saking ngefansnya, dalam status facebook seorang sahabat saya, dia berencana akan menggelar diskusi dengan tema, â€Å“Indonesia Pasca Menikahnya Dian Sastrowardoyo”. Terbuka untuk umum katanya, meski judulnya untuk kalangan terbatas. Barangkali dia terinspirasi tajuk harian Kompas tentang â€Å“Ekonomi Indonesia Pasca Sri Mulyani” beberapa waktu lalu.

Meski ini postingan gosip, mudah-mudahan masih ada “sesuatu” di baliknya. Suatu indikasi bahwa kekuasaan dan perusahaan masih membentuk lingkaran setan di negeri ini, dan dunia barangkali, seperti dua sisi keping mata uang. Karena ada larangan menggosip di tempat umum, kita menggosip di rumah ini saja. Salam damai, selamat pagi!

Profil Biografi dan Biodata Komjen Sutarman Kapolri yang Baru


Nama Lengkap : Sutarman
Alias : No Alias
Profesi : -
Agama : Islam
Tempat Lahir : Sukoharjo, Jawa Tengah
Tanggal Lahir : Sabtu, 5 Oktober 1957
Zodiac : Balance
Warga Negara : Indonesia
Istri : Elly Sutarman


Komjen Pol Drs. Sutarman merupakan Kabareskrim Mabes Polri yang aktif sejak 6 Juli 2011. Dia diangkat sebagai orang nomor satu di Bareskrim untuk menggantikan Ito Sumardi Ds yang telah memasuki masa pensiun.

Sutarman tercatat pernah menduduki sejumlah jabatan penting di sepanjang karirnya. Pada tahun 2000, dia adalah Ajudan Presiden RI pada masa pemerintahan Abdurrahman Wahid. Kemudian pada akhir 2004, dia pernah menjabat sebagai Kapolwiltabes Surabaya, dan kemudian berturut-turut menjabat sebagai Kapolda Kepri, Kaselapa Lemdiklat Polri. Setelah menjabat sebagai Kaselapa Lemdiklat Polri, Sutarman lalu menjabat sebagai Kapolda Jawa Barat pada masa jabatan 23 Juni 2010 hingga 4 Oktober 2010. Ia menggantikan Irjen Pol Timur Pradopo.

Setelah lepas jabatan sebagai Kapolda Jawa Barat dan digantikan oleh Irjen Pol H. Suparni Parto, Sutarman kemudian menjabat sebagai Kapolda Metro Jaya untuk menggantikan Komjen Pol Ito Sumardi Ds.

Pada 2011, setelah melalui proses penyaringan, jabatan Kabareskrim Mabes Polri ditentukan dan posisi penting itu akhirnya diduduki oleh Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Sutarman.

Keputusan pengangkatan Sutarman itu tertuang dalam Surat Telegram Rahasia (STR) No: STR 1334/VI/2011, tanggal 30 Juni 2011. Bersama Sutarman, ada 11 jenderal lainnya yang dimutasi.

Dalam telegram tersebut, Sutarman menggantikan posisi Komisaris Jenderal Ito Sumardi yang memasuki masa pensiun. Sementara jabatan Sutarman sebagai orang nomor satu di Polda Metro Jaya digantikan oleh Irjen Untung Suharsono Radjab. Untung sebelumnya menjabat sebagai Kapolda Jawa Timur.

Ada keunikan dalam sejarah karir Jenderal bintang tiga ini. Sutarman pernah menggantikan Timur Pradopo (yang kini adalah Kapolri) di dua tempat yang berbeda, yakni Polda Jabar dan Polda Metro Jaya.

Riset dan analisa oleh Pilar Asa Susila
PENDIDIKAN

Akademi kepolisian 1981
KARIR

Kabareskrim Mabes Polri
Kapolwiltabes Surabaya
Kapolda Kepri
Kaselapa Lemdiklat Polri
Kapolda Jabar
Kapolda Metro Jaya
Ajudan Presiden RI pemerintahan Abdurrahman Wahid
1981, Staf Lalu Lintas di Polres Bandung,
1982, Kepala Polsek Dayeuhkolot, Resor Bandung
1983, Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Sumedang, Jawa Barat
Inilah Foto Profil Esti Istri Pertama Gatot Supiartono

Inilah Foto Profil Esti Istri Pertama Gatot Supiartono

Teka-teki pembunuhan Holly Angela di Kalibata City akhirnya terungkap. Otak pembunuhan itu tidak lain adalah suami siri Holly, Gatot Supiartono. Pejabat eselon I Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) itu diketahui sudah memiliki istri sebelum menikahi Holly.

Menurut tetangga kediaman almarhum orangtua Gatot di Rawamangun, pria yang juga menjabat sebagai auditor utama BPK itu menikah dengan seorang wanita bernama Esti.

"Namanya Esti, cakep orangnya. Kecil gitu, kalau Angel (Holly) kan agak gede tuh. Tapi lebih cakep istrinya (Gatot)," ujar tetangga yang enggan disebutkan namanya saat berbincang, Kamis (17/10/2013).

"Orangnya (Esti) pakai jilbab. Alus ya namanya dari Solo ya. Putih juga, cakep dah, ayu gitu. Sopan juga," imbuhnya.

Kini rumah yang beralamat di Jl Kayu Jati Gang I No 18 RT 08/04, Rawamangun, Pulogadung, Jakarta Timur itu terlihat sepi. Saat detikcom berkunjung dan mencoba mengetuk pagar rumah, tak ada siapapun yang menjawab dari dalam rumah.

Diketahui adik Gatot yang bernama Sri kini menempati rumah itu bersama suami dan anaknya. Namun, Sri diketahui tidak berada di rumah itu sejak sebelum hari raya Idul Adha lalu.

"Bu Sri sudah pergi dari sebelum Idul Adha. Sama suami dan anaknya. Enggak tahu ke mana. Namanya hari raya ya silaturahmi atau gimana," kata tetangga itu sebelumnya.

Polisi resmi menetapkan Gatot Supiartono sebagai tersangka yang mengotaki pembunuhan istri sirinya sendiri, Holly Angela. Gatot memerintahkan 5 orang untuk melakukan pembunuhan berencana di kediaman Holly di Apartemen Kalibata City pada 30 September 2013 lalu.

Profil dan Biografi Rafi Murdianto atau Ravi Murdianto Kiper Timnas u 19

Ravi Murdianto adalah penjaga gawang atau kiper Timnas Garuda Muda Indonesia U-19 yang lahir pada tanggal 8 Januari 1995. Peran Ravi Murdianto sebagai kiper memang 'tak tergantikan' sepanjang Piala AFF Youth Championship 2013 digelar. Ketenangan dan kesigapannya di depan gawang membuat para pemain belakang Garuda Muda menaruh kepercayaan penuh pada pundak kiper Perserang tersebut. Bahkan, pelatih penjaga gawang Indonesia, Jarot Supriadi, menyatakan Ravi Murdianto memiliki sedikit kelebihan dibandingkan kiper pengganti Rully Desrian. Situasi itu membuat Ravi terus menjadi andalan termasuk ketika bermain 1-1 melawan Malaysia pada laga pamungkas penyisihan Grup B di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Jawa Timur, Rabu (18/9/2013) malam. Kehadiran Ravi memberi ketenangan bagi pemain bertahan Indonesia. 




Kiprah dan prestasi Ravi Murdianto sudah terlihat saat dirinya bergabung di level Timnas U-17. Ravi sukses mengantarkan Garuda Muda menjuarai turnamen HKFA tahun 2012. Setahun kemudian, Ravi tetap dipercaya pelatih Indra Sjafri memperkuat timnas U-18. Hasilnya, Ravi Murdianto dan rekan setim kembali mempersembahkan gelar juara pada turnamen serupa pada awal 2013 lalu. Kini, Ravi kembali menghadiahkan Indonesia dengan gelar juara AFF U-19. Kiper Ravi Murdianto dianggap sebagai pahlawan kemenangan Timnas Indonesia U-19 atas Vietnam lewat drama adu penalti pada final Piala AFF U-19 2013, Minggu 22 September 2013. Siapakah sebenarnya sosok Ravi? Ravi pantas menjadi Man of the Match pada final yang berlangsung di Stadion Gelora Delta Sidoarjo. Ketika pertahanan Timnas U-19 kesulitan menahan serangan Vietnam, dia berhasil mementahkan semua peluang emas tim lawan. Saat drama adu penalti, Ravi berhasil menggagalkan penendang kesembilan Vietnam yang dilakukan Nguyen Phong. Indonesia akhirnya memastikan gelar juara Piala AFF U-19 untuk kali pertama berkat tendangan penalti Ilham Udin Armain. Ravi memulai karier sepakbolanya bersama sekolah sepakbola (SSB) Putra Bersemi Grobogan, dan kemudian pindah ke SSB Tugu Muda Semarang. 

Permainan apiknya membuat Ravi mendapat kesempatan masuk Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pelajar (PPLP) Jawa Tengah atau yang dikenal Diklat Salatiga. Usai ditarik untuk bergabung dengan Diklat Ragunan, Ravi kemudian direkrut klub Divisi I Liga Indonesia, Perserang Serang. Kiper yang memiliki tinggi badan 183cm itu kemudian dipercaya pelatih Indra Sjafri untuk memperkuat Timnas U-17 dan Timnas U-18. Bersama Timnas U-17, Ravi mampu mempersembahkan gelar turnamen HKFA di Hong Kong pada 2012. Pada Februari 2013, Ravi kembali meraih gelar di turnamen yang sama, kali ini bersama Timnas U-18.

Ravi akhirnya berhasil meraih gelar yang lebih bergengsi bersama Timnas U-19. Kiper kelahiran Grobogan itu mempersembahkan gelar Piala AFF U-19. Ini adalah trofi pertama Indonesia sejak Piala AFF U-19 digelar pada 2002.

Biografi dan Biodata Muchlis Hadi ning Syaifullah Striker Timnas U 19


Biografi dan Biodata Muchlis Hadi ning Syaifullah Striker Timnas U 19. Muchlis hadi Ning Syaifullah adalah pemuda dari keluarga sederhana. Terlihat di televisi ketika muchlis pulang kampung, rumah muchlis hadi ning syaifullah tampah tidak mewah dan sederhana. namun Keterbatasan finansial tidak menghalangi niat Muchlis Hadi Ning Syaifullah untuk berprestasi di level internasional. Mengawali karir sebagai pesepakbola dengan seadanya, Muchlis pun kini menjadi pilar tim nasional Indonesia U-19 yang lolos ke putaran final Piala Asia 2014 di Myanmar.

Semasa kecilnya, Muchlis harus rela dilatih oleh orang tua sendiri lantaran tidak mampu membayar biaya masuk mengikuti Sekolah Sepak Bola (SSB). Keterbatasan dana membuat Muchlis kecil sehari-hari hanya berlatih di bawah pengawasan sang ayah, Samsul Hadi.

“Biaya masuk SSB memang mahal saat itu untuk ukuran kami, Sehingga tidak semua bisa masuk SSB bagus, termasuk anak saya. Tidak seperti rekan-rekannya yang lebih mampu, yang bisa berlatih di SSB berkualitas yang ada di Surabaya maupun Malang,” buka Samsul kepada Goal Indonesia.

Namun niatan kuat anak pertama dari dua bersaudara buah pasangan Samsul dan Sulifah ini menemui hasil positif kala dipanggil masuk timnas U-19 di bawah kendali pelatih Indra Sjafri. Bahkan, pemain kelahiran 26 Oktober 1996 itu menjadi salah satu pilar utama skuat Garuda Jaya kala menjuarai Piala AFF 2013, dan meloloskan tim ke Myanmar.

“Sejak SD [Sekolah Dasar] saya sudah melihat anak saya memang punya talenta bermain sepakbola. Saya yakin saat itu, anak saya bakal menjadi pemain bagus. Karena tak mampu di SSB Surabaya atau Malang, saya didik sendiri di kampung," ceritanya.

Samsul sendiri bukan asal-asalan dalam melatih Muchlis kecil, karena ia sebelumnya adalah mantan stopper tim Assyabab Surabaya, satu angkatan dengan Mustaqim dan Putut Wijanarko. Berbekal ilmu sebagai pemain bola inilah, Samsul lantas menempa Muchlis cara menggocek, menendang, menyundul, serta mengontrol bola.

Namun menginjak bangku Sekolah Menengah Pertama, Samsul sadar Muchlis memang butuh masuk SSB untuk meningkatkan pengalamannya. Namun lagi-lagi Samsul menemui kendala dalam mendukung kiprah Muchlis, lantaran pada saat itu ia tidak bisa membelikan sang anak sepatu berkualitas.



“Sore ia latihan di SSB Sinar Mas. Sebelum latihan ke SSB, dia latihan fisik dulu di rumah. Tapi saat itu ia bermain bola dengan sepatu seadanya. Sebab dulu harga sepatu [berkualitas] sangat mahal. Tapi Muchlis tak malu memakai sepatu buatan keluarga sendiri, dia pun tak pernah berhenti berlatih,” beber Samsul.

Selepas sebagai pemain, Samsul memang menekuni bisnis berjualan sepatu usaha sendiri bersama warga Desa Blimbingsari, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, yang ia pasarkan dari kampung ke kampung. Tapi sifat telaten, dan mau bekerja keras yang akhirnya membuat pemilik nomor punggung 10 tersebut menapaki jalan menuju kesuksesan.

Memasuki usia di bawah 13 tahun, ia terpilih masuk dalam seleksi Pengcab PSSI Mojokerto yang lantas berlanjut ke tingkat Provinsi, hingga menjuarai Piala Yamaha U-13 di Vietnam. Selepas itu, Muchlis kemudian bergabung di Persebaya U-14, kemudian pindah ke klub Domhil Malang untuk U-15.

Talenta Muchlis akhirnya terpantau Pengcab PSSI Malang, yang kemudian memberikan rekomendasi kepadanya untuk bergabung dengan klub Banteng Muda di U-16. Setelah itu, ia memutuskan hijrah ke Pasuruan bergabung dengan Persekap sampai saat ini.

“Program Nasional saat mencari bibit-bibit muda membuat Muchlis terpilih untuk mengikuti seleksi, dan akhirnya masuk menjadi bagian pemain yang dibawa ke Hongkong U-17, yang saat itu sukses menjadi juara. Selesai di sana, ia kemudian ditawari untuk mengikuti seleksi untuk timnas U-19,” kenang Samsul.

“Makanya, nama panjang Muchlis saya tambahkan Ning Syaifullah. Sebab Ning Syaifullah itu, mantan pemain terkenal Petrokimia Gresik yang hebat,” tutupnya.

Ning Syaifullah merupakan salah satu penyerang trengginas yang dimiliki tim Petrokimia Gresik di era Galatama, dan awal Liga Indonesia dibentuk. Ia menjadi salah satu bagian dari trio maut Petrokimia kala itu, bersama dengan Widodo Cahyono Putro dan Jacksen F Tiago. (gk-43)

Biografi dan Biodata Evan Dimas Darmono Sang Kapten U 19 Timnas Indonesia

Kapten Timnas Indonesia U-19, Evan Dimas Darmono (kanan, berlutut) bersama rekan-rekannya merayakan golnya ke gawang Korea Selatan dalam babak peyisihan Grup G Piala AFC U-19 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu (12/10/2013). Hingga akhir babak pertama kedudukan imbang dengan skor 1-1. (TRIBUNNEWS/DANY PERMANA)
Evan Dimas Drmono (lahir di Surabaya, 13 Maret 1995; umur 18 tahun) adalah pemain sepak bola berkebangsaan Indonesia yang bermain pada posisiGelandang. Saat ini ia bergabung dengan klub Persebaya 1927 tapi karena statusnya masih sebagai pemain amatir, ia belum bisa memperkuat klubnya sebelum PSSI mengubah statusnya menjadi pemain profesional.[2] Evan Dimas juga sukses membawa Timnas Indonesia U-19 menjuaraiKejuaraan Remaja U-19 AFF 2013 dengan mengalahkan Vietnam di partai puncak.


Evan Dimas adalah seorang putra Surabaya yang lahir dari pasangan Condro Permono dan Ana. Tahun 2012 lalu, ia terpilih masuk ke dalam skuat sepak bola Jawa Timur yang berlaga di Pekan Olahraga Nasional XVIII di Pekanbaru. Di level tim nasional, ia sudah memulai karirnya di tingkat U-17 sekaligus menyandang ban kapten, sebelumnya ia juga telah mengantarkan Garuda Muda menjuarai turnamen HKFA International Youth Invitation di Hongkong pada tahun 2012. Ia juga merupakan wakil Indonesia dalam ajang pencarian bakat bertajuk ‘The Chance’ dan menjadi satu dari 100 anak yang beruntung bisa dilatih oleh mantan pelatih Barcelona Pep Guardiola.

di tahun 2013, dia mengantarkan Team garuda menjadi Juara AFF u-19



Pelatih tim nasional (timnas) U-23, Rahmad Darmawan beberapa waktu lalu mengungkapkan ada tiga pemain timnas U-19 yang dibidiknya untuk SEA Games 2013 di Myanmar. Mereka adalah kapten tim Evan Dimas Darmono, Hansamu Yama Pratama, dan Ilham Udin Armain.

Pertanyaan muncul sekarang apakah seorang Evan Dimas pantas mengisi lini tengah timnas U-23 nanti?

Pertanyaan itu pernah dijawab oleh sang pelatih timnas U-19, Indra Sjafri. Pria asal Minang itu mengatakan, Evan hanya hebat di kelompok umurnya dan jika harus meloncat ke umur yang lebih tinggi, dia akan sulit berkembang.

"Evan pemain yang hebat di kelompok umurnya, jika bermain di kelompok umur yang lebih tinggi dia akan sulit berkembang," ujar Indra pada media beberapa waktu lalu.

Dalam laga pembuka timnas U-19 di penyisihan Grup G Kualifikasi Piala Asia U-19 di Stadion Gelora Bung Karno, Selasa (8/10/2013) malam, Evan membuktikan kelasnya.

Evan Dimas yang bermain sebagai kapten sejak menit awal menampilkan permainan boleh dibilang sangat baik menjaga kedalaman lini tengah. Dia berhasil menjadi jangkar permainan timnas, bermain apik di babak pertama tapi Evan justru ternoda di babak kedua.

Pemain asal Persebaya Surabaya 1927 harus mendapatkan kartu kuning dari wasit di babak kedua. Tapi secara keseluruhan permainan, anak muda asal Surabaya itu cukup baik. Dalam pertandingan itu, dia mencetak dua assist dan satu gol.

Satu umpan manisnya lewat eksekusi tendangan bebas di babak pertama menit ke-10, berhasil ditanduk oleh Muchlis Hadi. Satu gol itu pun membuat Indonesia unggul di babak pertama. Belum lagi, operan Evan selalu berhasil mencapai 80% kepada rekan-rekannya.

Pada babak kedua, sebuah assist manisnya pada Muchlis berhasil membuat Indonesia unggul 2-0 atas Laos pada menit 51. Tak hanya ingin menjadi pemain yang memberi umpan. Evan Dimas mampu mengubah skor menjadi 4-0. Setelah lolos dari jebakan offside, Evan Dimas langsung menggiring bola dan akhirnya melepaskan tembakan ke sisi kanan gawang.

Evan juga merupakan salah satu faktor penting kesuksesan Garuda Muda meraih mahkota juara Piala AFF U-19 2013, September lalu di Jawa Timur.

Selain menjadi kreator permainan, Evan juga menyumbang lima gol yang membawanya berada di posisi ke-2 pencetak gol terbanyak Piala AFF U-19 2013, di bawah pemain Vietnam, Nguyen Van Toan (6 gol).

Jadi pertanyaan sekarang, layakkah pemuda berusia 18 tahun itu main di timnas U-23. Hanya jawaban dan kematangan Evan sebagai kapten timnas U-19 yang akan membuktikan.

Apalagi ketika timnas U-23 berlaga di kompetisi Islamic Solidarity Games di Palembang beberapa waktu lalu. Timnas seolah tak punya playmaker atau kreator yang memulai serangan di lini tengah. Jadi, Evan Dimas sepertinya pantas diberikan kesempatan. Toh, banyak contoh di luar dimana pemain muda main di senior.


Popularitas gelandang sekaligus kapten tim nasional U-19 Indonesia, Evan Dimas, ternyata tidak sebatas di dalam negeri. Ketenaran Evan Dimas bahkan sampai ke Negeri Matador Spanyol. Buktinya, sosok Evan Dimas muncul di situs resmi klub raksasa Spanyol, Barcelona.

Sebuah artikel berjudul, Evan Dimas: Kapten Timnas U-19 Indonesia Berhati Blaugrana, muncul di situs resmi Barcelona edisi bahasa Indonesia. Pada artikel tersebut, tertulis Evan Dimas kapten tim nasional yang mempunyai hati Blaugrana. Foto Evan Dimas sewaktu diBarcelona juga dipajang di artikel tersebut.

“Evan Dimas, kapten tim nasional sepak bola U-19 yang mengantarkan Indonesia menjadi juara di AFF Cup U-19 adalah fans Barça dan melihat FC Barcelona sebagai cerminan dalam permainan sepak bolanya,” bunyi tulisan tersebut seperti dikutip Tribunnews.com.

Evan Dimas pernah mendapat kesempatan menimba ilmu sepak bola di Barcelona. Tahun lalu Evan Dimas mengungguli lebih dari 100 anak Indonesia dalam program yang diselenggarakan oleh perusahaan perlengkapan olah raga asal Amerika Serikat bernama The Chance.

Kepada Tribunnews.com beberapa waktu lalu, Evan Dimas menuturkan pada saat itu dirinya sempat bermain bersama sejumlah pemain tim utama Barcelona, salah satunya adalah Andres Iniesta yang memang pemain pujaannya.

“Wah, ini mimpi atau bukan? Biasanya saya melihat di televisi. Saya seperti bermimpi bisa bersalaman dengan dia, saya tidak menyangka,” ungkap Evan ketika itu.
Foto Cantik dan Profil Diana Leovita Istri Ruhut Sitompul

Foto Cantik dan Profil Diana Leovita Istri Ruhut Sitompul

Nama Diana Leovita belakangan ini jadi topik hangat nasional pasca laporan istri ruhut Sitompul, Anna Rudhiantiana Legawati atas tudingan memalsukan jati diri ketika menikah lagi di Kota Manado.

Dari akta perkawinan Ruhut Sitompul dan Diana Leovita di Dinas Catatan Sipil Manado, terpapar jati diri Diana.

Diana Leovita seorang wanita muda, ketika menikah dengan Ruhut, tercatat wanita kelahiran Jakarta ini berusia 26 Tahun.

Diana lahir tanggal 30 Juli 1981. Ia lahir dari pernikahan pasangan Zulkarnaen Adhar dan Tuti Irianti. Kedua orang tua Diana tercatat sebagai warga Tebet Timur III/15 Kelurahan Tebet, Provinsi DKI Jakarta.

Diana sebelumnya tercatat pernah menikah dengan pria bernama Tanyahing. Dalam akta terpapar Diana merupakan warga Kelurahan Pakowa lingkungan II Kecamatan Wanea, Manado.

Adapun, perkawinan Ruhut dan Diana di langsungkan di Gereja Sidang Jemaat Allah Kelurahan Tanjung Batu, Kecamatan Wanea, Manado - Sulawesi Utara. Pendeta yang memberkati yakni pendeta Daud Ngamon, kabar terakhir pendeta Daud dari Gereja Kalvari Misi bertugas di Halmahera.

Foto dan profil chua bassis cantik grup band kotak

chua bassis kotak yang cute
Ada yang tau nama basis grup band kotak? Soalnya td gw agak terpana melihat penampilan dan kecantikan basis cewek ini waktu konser energi kotak di trans 7.

Cewek cantik yang satu ini mungkin semua udah pada tau kan? buat yang belom tau, aku kasih tau nie, hehehe... sok tau ya, haha... dia adalah bassist barunya Kotak band pengganti "Icez", karena Icez sekarang udah keluar dari kotak dan bergabung sama "The Rock".

Tau nggak nie cewek namanya sapa? namanya lengkapnya "Swasti Sabdastantri", biasa di panggil "Chua". Sebelum bergabung sama Kotak, Chua juga pernah satu band sama Mitha “The Rock” loh. nama bandnya adalah V-Mail, yang personilnya terdiri dari cewek semua, keren kan?

Style merah hitam yang sering dia pake bikin dia tambah cantik dan imut, kalau nggak percaya lihat aja sendiri fotonya hehe.. padahal aku sendiri nggak percaya, wkwkwkw.. ditambah lagi, senar bass yang berwarna pink, yang sering dia pake saat mangggung, pasti bikin orang-orang tambah terpana, hehehe... aneh juga ya, baru kali ini aku lihat bassist yang pake senar pink. udah ah ngomongin Chuanya, nanti dia malah Ge~Er kalau tau disini dia dipuji-puji, cekaka...

.




























Namanya Swasti Sabdastantri atau biasa dipanggil Chua. Cabikan bassnya maut euy!!! Chua adalah personel baru di Kotak. Sebelumnya bassist band itu adalah Prinzes 'Icez' Amanda yang sekarang gabung sama The Rock

Profil Biografi KH abdullah Gymnastiar

BIOGRAFI

abdullah Gymnastiar atau lebih dikenal dengan nama Aa Gym adalah seorang pendakwah, penyanyi, penulis buku dan penerbit, pengusaha dan sekaligus pendiri Pondok Pesantren Darut Tauhid yang terletak di Jalan Gegerkalong Girang, Bandung. Cara dakwahnya yang unik dengan gaya teatrikal dengan pesan-pesan dakwah Islami yang praktis membuat Aa Gym dikenal.

Namun, kepopulerannya dan bisnisnya mengalami penurunan ketika Aa Gym yang telah menikah dengan Hj Ninih Muthmainnah atau dikenal juga dengan sebutan Teh Ninih, sejak tahun 1988 dan telah dikaruniai tujuh anak melakukan poligami dengan menikahi Alfarini Eridani atau dikenal juga dengan sebutan Teh Rini pada bulan Desember 2006.

Usaha Aa Gym diantaranya :
Pendiri Pondok Pesantren Darut Tauhid (DT) (1990)
Koperasi Pondok Pesantren (Kopontren) DT (1994)
Mendirikan penerbitan dan percetakan, swalayan dan mini market, warung telekomunikasi, dan lainnya di kantor Baitul Mal wat-Tamwil (BMT)
Mendirikan Radio Ummat (1999)
Mendirikan CV House and Building (HNB), PT MQs (Mutiata Qolbun Salim), PT Tabloid MQ, Asrama Daarul Muthmainnah 2000, Radio Bening Hati, dan membangun Gedung Serba Guna (1999)

Karier
Pengisi Acara Hikmah Fajar di RCTI (2000)
Program Manajemen Qolbu (2001)
Membawakan program bertemakan politik berjudul Ada Aa Gym di RCTI berkaitan dengan pelaksanaan Pemilu (2004)

profil biodata indra sjafri pelatih timnas u 19 bertangan dingin

indra sjafrie
Nama Lengkap : Indra Syafri
Tempat Lahir : Padang, Sumatera BaratSumatera
Tanggal Lahir : 2 Februari 1963
Kebangsaan : Indonesia
Posisi : Pelatih Timnas U-12

Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) sedang berbenah membereskan tim nasional Indonesia. Tidak hanya level senior, pembinaan usia muda pun digenjot agar lebih berprestasi. Tugas berat itu pun dibebankan kepada Indra Sjafri, yang saat ini dipercaya menangani Timnas U-19.

Kendati tak pernah sekalipun mengecap manisnya kebanggaan sebagai pemain tim nasional, tangan dingin eks pemain PSP Padang tersebut mampu membuat talenta-talenta terbaik bangsa mengeluarkan kemampuan terbaiknya.

Dua gelar juara kelompok umur, The HKFA (Hongkong Football Association) International Youth Invitational Tournament U-17 dan The HKFA U-19, menjadi bukti visi Indra Sjafri untuk bangsa ini berada di jalur yang tepat.

“Saya masuk lingkaran PSSI di tahun 2007 sebagai instruktur pelatih. Kontrak untuk melatih timnas baru diteken 2011 sampai sekarang,” terang ayah 2 putra ini, mengawali perbincangan dengan VIVAbola di Sun Hotel, Sidoarjo, Senin (26/8) pagi.

Namun tak banyak yang tahu jika semua torehan itu didapat hanya gara-gara sakit hati. Ya, semua bermula ketika Indra Sjafri muda masuk dalam tim Pra PON Sumatera Barat di tahun 1985.

Ketika itu, hati kecilnya berontak melihat banyaknya pemain yang punya kemampuan individu di atas rata-rata namun susah mendapat tempat untuk membela Merah Putih di kancah internasional.

“Tidak ada pemandu bakat dari PSSI pusat maupun pelatih timnas yang datang memantau. Sehingga saya merasa terkucilkan. Perasaan itu saya yakin tidak sendiri. Ribuan bahkan jutaan anak negeri kecewa jika kemampuannya tidak terpantau dengan baik,” tuturnya menjelaskan alasannya fokus pada pembinaan pemain muda.

Karenanya, Indra Sjafri akhirnya memutuskan fokus jadi pelatih setelah pensiun sebagai Kepala Kantor Pos di sebuah kota di Sumatera Barat. Kala itu, ia seangkatan dengan Rudy William Keltjes, eks pemain timnas era 80-an dan pelatih yang sukses persembahkan medali emas perdana bagi Kalimantan Timur di PON 2012 lalu

Setelah lulus pendidikan pelatih berlisensi A, Indra Sjafri pun mulai bergerilya ke daerah-daerah terpencil. Dukungan dari keluarga pun menjadi bekal penting dalam karir kepelatihan Indra selama ini.

"Andaru (putra sulungnya) bahkan mengaku lebih bangga jika saya melatih timnas daripada tetap sebagai kepala kantor pos di depan teman-teman sekolahnya,” aku bapak beranak dua itu sambil tersenyum.

Tak kurang dari 43 daerah yang sudah dikunjungi demi mencari bibit terbaik untuk Indonesia. Menurut Indra, resikonya adalah waktu untuk keluarga yang minim. Sejak menanggani Timnas U-19, ia mengaku hanya bisa 1-2 hari kumpul bersama. "Selebihnya, komunikasi saya lakukan melalui perangkat teknologi,” selorohnya disinggung dukanya demi menggapai misi itu.

Pria kelahiran Painan, Sumatera Barat, 2 Februari 1963 silam tersebut, mengaku sempat bersusah payah untuk mencari bibit pemain terbaik ke Muara Teweh, sebuah kota kecil yang kini masuk provinsi Kalimantan Utara.

“Bayangkan saja, perjalanan darat kesana ditempuh selama 10 jam dari Jakarta. Tapi itu sangat berarti bagi saya maupun pecinta bola di sana. Apalagi tak pernah ada pelatih timnas yang rela datang ke daerah kecil seperti itu. Dampaknya luar biasa, saya dikabari kini sudah ramai SSB (sekolah sepakbola).”

Aktivitas mendatangi daerah-daerah di seluruh pelosok tanah air itu ternyata memang jadi 3 misi yang diembannya. Selain untuk menyeleksi langsung pemain-pemain di daerah yang selama ini luput dari radar talent scouting PSSI, juga untuk membangkitkan gairah sepakbola dan menularkan ilmu kepelatihan yang didapat Indra Sjafri untuk menyamakan persepsi pembinaan.

“Hasilnya, saya bisa menyebutkan jika Timnas U-19 yang saya bawa untuk Piala AFF 2013 dan kualifikasi Piala AFC, merupakan representasi sesungguhnya dari Indonesia. Nyaris semua daerah ada di sini. Salah satunya adalah Yabes Malavani, putra Alor yang masih bertahan dari tiga anak daerah sana,” ucapnya penuh kebanggaan.

Namun benak Indra Sjafri masih gundah dengan kondisi riil yang ada. Banyak SSB yang hanya bertindak instan dengan tujuan utama untuk membentuk tim yang bisa juara. Padahal resikonya tidak kecil. “Akibat misi awalnya seperti itu, segala cara ditempuh. Seperti pencurian umur. Itu yang sangat saya haramkan. Ada pemain Timnas U-19 yang saya pulangkan setelah mengaku melakukan itu,” tegasnya.

Disinggung sampai kapan tugas berat itu dilakukan, Indra Sjafri mengungkap sampai PSSI tidak lagi tahan dengan ‘ulahnya’. Prinsipnya benar-benar dilakukan ketika menangani sebuah tim. “Pemain terbaik anak bangsa di langit pun pasti akan saya cari. Kecuali naturalisasi. Saya tidak mau itu. Kita ini bangsa besar yang punya potensi selangit,” ucapnya.

Untuk itu, dia menyayangkan masih adanya persepsi di pemilik SSB jika pembinaan usia muda tujuan akhirnya menyiapkan tim. “Bukan untuk itu. Tapi untuk menyiapkan individu-individu pemain yang punya kemampuan skill, mental dan fisik di atas rata-rata yang muaranya nanti untuk Indonesia,” tambahnya.

Bersyukur dengan Perubahan di Tubuh PSSI
Modal Indra Sjafri memegang Timnas Indonesia sebenarnya tidak besar. Bahkan ketika diberi tugas awal di Piala AFC di tahun 2010, dia sempat gundah karena sudah disodori nama pemain tanpa punya kewenangan untuk mencari. “Hasilnya, kita gagal karena hanya berada di peringkat ketiga setelah kalah dari Australia,” ungkapnya.

Selama lebih dari 2 jam, Indra Sjafri membeberkan kejadian-kejadian di mana sepakbola Indonesia ada di titik terendah dalam sejarahnya. “Saya tidak mau dikotak-kotak masuk kelompok A atau kelompok B. Saya punya satu pegangan, untuk Merah Putih! Semua yang saya lakukan di federasi (PSSI) untuk Indonesia,” tegasnya.

Karenanya, Indra Sjafri tetap rela mengeluarkan ongkos pribadi ketika di masa-masa kelam dimana gajinya selama 7 bulan tak kunjung cair hanya demi mencari potensi terbaik dari seluruh penjuru negeri. Kini dengan rekonsiliasi yang terjadi, dia berharap seluruh stake holder di sepakbola bisa bersatu lagi.

“Ada satu kisah ketika PSSI tak kunjung mengucurkan dana untuk pemusatan latihan. Padahal waktu itu, Timnas yang saya pegang akan berangkat ke Hongkong untuk pertahankan gelar. Saya punya teman satu bangku semasa sekolah yang punya kedudukan tinggi di Freeport."

Saya hubungi dan dia bersedia membiayai penuh. Itu yang saya syukuri. Masih ada segelintir bangsa Indonesia yang rela mengeluarkan uang pribadi untuk kepentingan lebih besar. Hasilnya, juara berhasil kita pertahankan," ujarnya bercerita.

Berkaca dari pengalaman itu, Indra Sjafri optimis jika PSSI mau melibatkan stake holder daerah, ongkos mahal pembinaan sepakbola hingga daerah-daerah dapat ditekan. Dengan catatan, pelatih timnas ataupun pengurus PSSI mau terjun langsung menyapa daerah.

Itu dibuktikan dengan keberhasilannya yang rela mencari dan terus mencari pemain berpotensi sehingga layak menyandang status pasukan Garuda Muda. “Parameternya juga jelas dan bisa menghilangkan pemain titipan atau like and dislike,” tutup suami Temi Indrayani ini.

profil biodata ilham udin armayin bintang timnas u 19

ilham udin armayin
Ada satu hal yang menjadi kebiasaan unik Ilham Udin Armaiyn setiap kali pulang ke kampung halaman di Ternate: Berenang berjam-jam di Pantai Sulamadaha, Ternate, Maluku. "Kalau dia pulang, pasti berenang di pantai, bisa jam 2 sampai jam 4 atau jam 5 sore," kata kekasih Ilham, Iin Zakaria, Senin 23 September 2013.

Menurut Iin, Ilham dikenal sebagai anak pemalu dan pendiam sejak dulu. Bergabung dengan timnas U-16 pun ternyata tidak banyak mengubah sifat pemain bernomor punggung 20 itu. Meski demikian, Iin mengaku sangat bangga ketika Ilham bisa mencetak gol dalam babak adu penalti melawan Vietnam pada kompetisi AFF U-19 Youth Championship 2013, Ahad, 22 September 2013. Apalagi tendangan Ilham menjadi penentu kemenangan Indonesia merebut piala dari juara bertahan Vietnam.

Ilham lahir di Desa Lelei, Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara. Anak keempat dari enam bersaudara ini telah kehilangan sang ayah sejak duduk di bangku sekolah menengah pertama. Ilham pun menjadi salah satu tulang punggung keluarga yang masih harus membantu biaya sekolah kedua adiknya.

Sepeninggal sang ayah, Ilham hijrah ke Ternate dan tinggal di rumah sang paman. Sejak itulah, bakat sepak bola Ilham semakin berkembang. "Sejak kecil memang suka bola," katanya.

Ilham pun bergabung di Sekolah Sepak Bola Tunas Gamalama. Prestasinya pun melesat. Ia bahkan mengikuti seleksi U-15 dan masuk ke Sekolah Diklat Ragunan di Jakarta. Pada Juli 2012, ia mengikuti Diklat untuk tim nasional U-17 yang diasuh Indra Sjafri. "Waktu itu, Pak Indra tur keliling cari pemain di Jawa dan Sumatera," kata Ilham Armaiyn.

Profil Biodata MALDINI Pemain Timnas U 19 Asal Mamuju, Sulawesi Barat



Profil Maldini Pali pemain timnas dengan skill mendribel bola yang luar biasa. maldini adalah striker timnas atau juga bermain di sayap timnas u 19. Maldini memiliki kemampuan skill yang cukup luar biasa.

Tim nasional (Timnas) Indonesia U-19 yang sudah dipastikan melaju ke semi final AFF U-19 Youth Championship 2013 setelah semalam bermain imbang dengan Timnas Malaysia 1-1, pada laga terakhir Grup B Piala AFF U-19 di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Rabu (18/9/2013). tertinggal 1-0 pada babak pertama, mampu menyamakan kedudukan pada babak kedua melalui torehan Ilham Udin.

Di semi final yang akan berlangsung di di Stadion Petrokimia Gresik, Jumat (20/9/2013). Timnas U-19 Tahun akan bertemu dengan Timor Leste yang keluar sebagai juara Grup A, sementara juara Grup B, Vietnam, akan menghadapi Laos runer up group A.

Sejak berlaga dalam pertandingan lawan Brunei Darussalam dua punggawa muda Timnas U-19 Maldini Pali dan Ilham Udin Armayn. bersinar bintangnya Keduanya menjadi pemain yang dominan karena kemampuan individu di atas rata-rata, Maldini bertugas sebagai striker sayap kanan, sedangkan Ilham di sisi kiri.

Layak bila kemudian Maldini disebut-sebut titisan CR7 Indonesia. dan lewat artikel ini Saya akan menampilkan profil singkat Maldini Pali untuk masyarakat Mamuju dan Sulawesi Barat pada umumnya, dari berbagai sumber yang layak dipercaya berikut ini :

N A M A : MALDINI PALI,

Tempat dan tanggal Lahir : Mamuju, Sulawesi Barat, 27 Januari 1995 ( 18 Tahun ),

Nama Orang tua : Ayah : Paulus Pangloli Pali, Ibu : Ester Tambing, yang sampai sat ini masih berdomisili di Mamuju

Tinggi badan : 172 Cm

Posisi dalam Timnas U-19 sebagai striker saya kanan pada pola 4-3-3.

Nomor Jersi : 15.

Sekolah Bola : School of Exellent PSSI, Indonesia Football Academi. Dia sempat dikirim ke klub Leicester City, Inggris, untuk menimba pengalaman. Dia juga menjadi bagian tim Sociedad Anonima Deportiva (SAD).Uruguay.

Klub Favorit : Barcelona

Kabarnya Orang tuanya memberikan Nama Maldini karena ayahnya pengidola putra mantan Pemain Timnas Italia dan Ac Milan Paulo Maldini putra, Cesare Maldini. yang jelas Ada keinginan Maldini selepas dari timnas U19 ini segera ada tawaran dari klub profesional di Indonesia.

Nampaknya tak sulit bagi Maldini Pali untuk mendapatkan Klub Profesional di Indonesia, kepiawaiannya mengocek si kulit bundar dengan kecepatan tinggi serta
memiliki dribble yang sangat bagus berperan sebagai striker sayap atau ditempatkan sebagai winger membuat akan mudah mendapatkan tempat di Klub.

Mari bersama kita nantikan kiprah Maldini di persepakbolaan Nasional Indonesia !***

sumber : http://olahraga.kompasiana.com/bola/2013/09/19/kenali-maldini-15-striker-timnas-u-19-asal-mamuju-594200.html

Profil Biografi Evan Dimas Capten Timnas U 19 Asal Klub Persebaya

Profil EVAN DIMAS (Kapten TIMNAS INDONESIA U17)

Nama Lengkap: Evan Dimas Darmono
Tempat Lahir: Surabaya
Tanggal Lahir: 13 Maret 1995
Kebangsaan: Indonesia
Club: Persebaya
Posisi: Gelandang

Musim 2012 ; PERSEBAYA 1927

Usianya baru 17 tahun,
namun kemampuannya dalam mengolah si
kulit bundar patut diacungi jempol. Ya, dia
adalah Evan Dimas, pemain asli Surabaya
yang sempat masuk dalam skuat sepakbola
Jawa Timur (Jatim) untuk berlaga di Pekan
Olahraga Nasional (PON) XVIII/2012 di Riau
tahun lalu.

Kota Surabaya memang tak pernah
berhenti melahirkan bintang- bintang besar
di dunia sepakbola Indonesia. Mulai dari
era Syamsul Arifin, Anang Ma'ruf, Bejo
Sugiantoro, Mat Halil, hingga Andik
Vermansyah, dan terbaru adalah Evan
Dimas.
Tak hanya masuk dalam skuad Jatim,
namun pemuda yang satu ini juga
berkesempatan berguru langsung kepada
Josep ‘Pep’ Guardiola di Barcelona, karena
terpilih di ajang bertajuk ‘The Chance Asia
Tenggara’(tahun lalu)

Usianya baru 17 tahun, namun kemampuannya dalam mengolah si kulit bundar patut diacungi jempol. Ya, dia adalah Evan Dimas, pemain asli Surabaya yang masuk dalam skuat sepakbola Jawa Timur (Jatim) yang diproyeksikan menuju ke Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII/2012 di Riau.

Kota Surabaya memang tak pernah berhenti melahirkan bintang-bintang besar di dunia sepakbola Indonesia. Mulai dari era Syamsul Arifin, Bejo Sugiantoro hingga Andik Vermansyah, dan terbaru adalah Evan Dimas. Tak hanya masuk dalam skuad Jatim, namun pemuda yang satu ini juga berkesempatan berguru langsung kepada Josep ‘Pep’ Guardiola di Barcelona, karena terpilih di ajang bertajuk ‘The Chance Asia Tenggara’.

Evan lahir di Surabaya 17 tahun silam, buah hati pasangan Condro Darmono dan Ana. Ia bukan dari keluarga berada. Ayahnya hanya seorang tenaga security di salah satu komplek perumahan elit di kawasan Surabaya Barat. Tapi semangat Evan untuk membanggakan kedua orang tuanya melalui sepakbola tak pernah luntur. Bagi pemuda yang baru menyelesaikan proses belajarnya di SMA Shafta Lontar Citra Surabaya, sepakbola adalah segalanya.

Ia mengaku, pertama kali tekun bermain sepakbola sejak kelas 4 Sekolah Dasar (SD). Ia sempat menimba ilmu di SSB Sasana Bhakti (Sakti) bersama saudara sepupunya, Feri Ariawan. Bakatnya semakin terasah, ketika bergabung dengan SSB Mitra Surabaya pada 2007, saat itu Evan masih berusia 12 tahun.

Di lapangan hijau, ia berperan sebagai gelandang. Meski posturnya mungil, daya jelajahnya sangat tinggi. Tak hanya itu, kaki kiri dan kanannya juga ‘hidup’. Evan juga dikenal sebagai gelandang yang memiliki tenaga ekstra. Semangatnya seperti tak pernah habis untuk mengejar kemenangan tim yang dibelanya. Hanya satu yang menjadi kelemahannya saat ini, yakni kontrol emosi. Sebuah hal yang lumrah dimiliki seorang pemain muda.

Mitra Surabaya, salah satu klub yang berada dalam naungan kompetisi internal PSSI Surabaya, menjadi tim pertama yang dibela oleh Evan. Penampilan gemilangnya bersama Mitra, membuat namanya termasuk dalam skuad Surabaya untuk Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) III Jatim 2011. Usai tampil mengesankan di Porprov, menjadi tiket Evan masuk dalam tim sepakbola Jatim untuk PON 2012 di Riau. Selain itu, ia juga tercatat sebagai pemain tim Divisi II, Surabaya Muda.

Tak hanya moncer di level lokal, pemilik nama lengkap Evan Dimas Darmono ini cukup dikenal di tingkat Nasional. Ia menyandang ban kapten Tim Nasional (Timnas) U-17 Indonesia, sekaligus sukses mengantar Garuda Muda menjuarai HKFA International Youth Invitation Tournamen di Hongkong, awal 2012.

Setelah mengharumkan nama Indonesia di Hongkong, nama Evan kembali booming pada Juni 2012. Hal itu dikarenakan, Evan terpilih sebagai wakil Indonesia dalam ajang pencarian bakat bertajuk ‘The Chance’, yang disponsori oleh salah satu apparel terkenal. Ia pun akhirnya berhak terbang ke Barcelona, menyisihkan ratusan ribu pemain muda lainnya di Indonesia, Rabu (15/8) lalu.

Di Barcelona, Evan akan mendapat pelatihan dan arahan langsung dari eks pelatih Barcelona, Pep Guardiola. Evan akan bersaing dengan 100 anak dari 55 negara, termasuk Indonesia. Ia harus kerja ekstra dan tidak minder, jika ingin keluar sebagai yang terbaik di ajang ini.

“Saya tidak pernah menyangka, bisa mendapat kesempatan ini. Target saya adalah lolos 16 besar ajang tersebut," ucap Evan kepada GOAL.com Indonesia.

Evan sadar, masuk 16 besar ajang tersebut bakal membuatnya semakin dekat dengan Liga Eropa. Rencananya, ke-16 pemain muda yang terpilih dalam ajang itu akan berpartisipasi dalam tur melawan pemain dari akademi sepakbola klub-klub besar di Eropa, seperti Manchester United, Juventus, dan timnas muda Amerika Serikat.

Selain Evan, tiga pemain yang terpilih dari Asia Tenggara lainnya adalah striker 24 tahun asal Malaysia Rahmat Che Hashim, gelandang 19 tahun dari Thailand, Napapon Sripratheep dan gelandang 20 tahun asal Singapura Muhammad Faris Bin Ramli.

"Rencananya dari Surabaya menuju ke Singapura dulu. Kumpul di sana lalu terbang ke Barcelona. Segalanya sudah saya persiapkan. Saya sudah siap ke Barcelona dan bersaing dengan pemain-pemain lainnya," tegas Evan sebelum keberangkatannya ke Barcelona, dua hari lalu.

Dari 16 pemain alias yang lolos babak 16 besar nantinya, akan dipilih empat orang yang akan mendapat pelatihan khusus dari jajaran pelatih di Nike Academy, yang bermitra dengan Liga Primer Inggris.

Jauh sebelumnya, ibunda Evan Dimas, Ana sempat menyampaikan sedikit cerita, bila dirinya masih ingat betul betapa kelimpungannya ia dan sang suami, Darmono, ketika anak sulung mereka yang saat itu berumur sembilan tahun, Evan Dimas, meminta sepatu bola. Maklum, mereka bukan orang berada, Ana hanya berprofesi sebagai ibu rumah tangga, sedangkan Darmono berjualan sayur keliling sebelum beralih profesi menjadi petugas keamanan.

Ketika itu, Evan yang getol bermain sepakbola sejak usia tiga tahun memang sudah merengek minta didaftarkan ke Sekolah Sepak Bola Sasana Bhakti, Surabaya. Otomatis ia pun harus memiliki sepatubola.

"Demi anak, kami akhirnya mengupayakan. Saya ke pasar dan membeli sepatu bola yang harganya Rp 20 ribu. Yang murah-murah saja wis, asal Evan senang," kenang Ana yang bersama keluarga berdomisili di sebuah rumah sederhana di kawasan Ngemplak, Surabaya.

Sepatu tersebut ternyata tak cuma membuat Evan gembira. Tapi, sekaligus juga menandai awal perjuangan ia hingga bermuara kepada berbagai prestasi membanggakan. Misalnya, menjadi kapten timnas U-17 Indonesia yang sukses menjuarai HKFA International Youth Football Invitation Tournament 2012 dan sederet prestasi lainnya.

Mantan kapten Persebaya dan juga mantan asisten Freddy Muli saat membesut Gresik United, Mursyid Effendi menganggap, Evan memang pantas terpilih mewakili Indonesia. Mursyid yang membawa Evan masuk ke skuad Mitra Surabaya, bahkan menyebut pengagum Xavi Hernandez itu sebagai ‘anak ajaib’, karena luar biasanya talenta yang dimiliki oleh anak pertama dari empat bersaudara itu.

“Saya tetap ngotot, Evan harus tetap bermain. Dulu Yusuf Ekodono saja bisa membela Persebaya saat berusia 16 tahun, dan kami menginginkan Evan juga bisa mengikuti jejak itu. Evan saat ini tinggal berkosentrasi untuk membesarkan bentuk badannya. Kalau sudah begitu, dia baru akan terlihat sempurna di dalam lapangan," ujar Mursyid.

Walhasil, langkah menimba ilmu di Barcelona belum rampung dilaksanakan, Evan pun sudah kebanjiran tawaran untuk bermain di Liga Indonesia. Beberapa tim seperti Persija Jakarta maupun Persebaya Surabaya, sudah menyatakan minatnya untuk memakai jasa Evan. Menarik untuk terus diikuti. (gk-43)

foto Cantik Lydia Nanda Hot presenter Kabar Arena TV One

foto Cantik Lydia Nanda Hot presenter Kabar Arena TV One kerap tampil pada tengah malam membawakan acara kabar arena berita-berita seputar olahraga. Lydia nanda biasanya tampil cantik dan sexy dengan pakaian yang hot sehingga membuat kaum laki-laki ingin terus menonton kabar arena.

tampaknya ini adalah strategi pemasaran TV one yang mempekerjakan presenter cantik dan sexy lydia nanda sebagai penyiar tengah malam agar para laki-laki menjadi tertarik menonton kabar arena karena presenter yang cantik.

presenter cantik kabar arena TV one ini bernama lydia nanda. Profil lengkapnya mungkin agak susah ditemui, namun berikut ini saya berikan foto-foto cantik dan manis lydia nanda presenter TV one ini.






Profil Radja Nainggolan Pesepakbola Eropa Keturunan Batak Indonesia

Pasti kemudian ada celetohan, emangnya kenapa kalau radja nainggolan keturunan indonesia? terus indonesia bangga gitu kalau mengeturunkan seorang pemain sepakbola yang kini berkiprah di dunia internasional?


ya gak apa-apa sih, cuma kan ini sekarang lagi heboh urusan radja nainggolan yang besok pada tanggal 19 juni akan bermain bersama jakarta all star vs timnas u 23.

pastinya nama radja nainggolan bakal disebut-sebut di beberapa stasiun televisi. Olehkarena itu bagi yang ingin mengetahui profil lengkap radja nainggolan yang konon kabarnya keturunan indonesia yakni dari sang ayah orang batak yang bermarga nainggolan yakni marius nainggolan.

Radja Nainggolan lahir pada 4 Mei 1988 di Antwerp, dia adalah pesepakbola Belgia yang bermain sebagai pemain tengah. Ayahnya berdarah Indonesia, sedangkan sang ibu berasal dari Belgia. Saat ini dia masih memperkuat Cagliari setelah dijual oleh Piacenza pada bulan Januari 2010. Dia juga pernah memperkuat timnas sebanyak satu kali.

Radja meniti karir di Seri A Liga Italia. Ia bergabung dengan Cagliari musim panas 2010 setelah membela Piacenza selama tiga musim pada 2007. Permainan cemerlangnya musim ini membuat AC Milan, Inter Milan, dan Napoli, kepincut.

Bakat sepak bola Radja mulai terasah di Germinal Beerschot. Di usia 16 tahun dia pindah ke Piacenza, Italia. Ketika itu ia ditawari kontrak dua tahun.

Nainggolan mencatat debut internasionalnya ketika menghadapi Chile di Piala Kirin pada 29 Mei 2009. Sejak 2010 Radja Nainggolan pindah dari Piacenza menuju Cagliari.

Riset dan analisis oleh Vizcardine Audinovic
KARIR

Karir Senior
2007–2010 Piacenza | tampil (69) | gol (4)
2010– Cagliari | tampil (15) | gol (2)
Timnas
2008–2010 Belgium U-21 | tampil (4) | gol (1)
2009– Belgium | tampil (1) | gol (0)

namun meski radja nainggolan keturunan indonesia dia sama sekali tak bisa berbahasa indonesia karena sudah lama tidak menginjakan kakinya di indonesia.