Selasa, 22 Januari 2013 - 09:33:24 WIB
Bolehkah Memulai Bisnis di Luar Bidang Ilmu Kita?
Diposting oleh : arnandadanu - Dibaca: 74 kali
Kondisi para
entrepreneur terkait dengan bidang ilmu yang ia tekuni saat memulai berwirausaha sangat bervariasi. Ada
seorang entrepreneur yang sama sekali tidak pernah mengenyam bangku kuliah awalnya dan hanya menggunakan pengalaman otodidaknya sebagai pondasi untuk berbisnis tetapi toh ia sukses besar. Ada lagi sebagian yang mengenyam pendidikan tinggi dan lulus serta berhasil membangun kerajaan bisnis. Ada pula yang berpendidikan kurang dan tingkat kesuksesannya pun juga kurang.
Selain itu semua, ada juga
sekelompok entrepreneur yang menekuni satu disiplin ilmu saat kuliah tetapi setelah lulus ia malah merintis bisnis di bidang lain yang tidak sejalan dengan latar belakang pendidikannya tersebut. Bagaimana sebenarnya kita harus menyikapi ini? Apakah disarankan untuk mencoba bisnis di bidang baru atau berkutat di bidang yang kita sudah kuasai saja?
Sebagian orang berasumsi bahwa startup atau bisnis baru apa saja harus dimulai dengan bidang keilmuan yang relevan. Misalnya seseorang yang ingin memulai sebuah startup digital haruslah seorang lulusan dari jurusan ilmu komputer (
computer science). Padahal kita perlu ketahui sejumlah pendiri startup sekaligus
entrepreneur sukses seperti staf Twitter pada fase awal pendirian bukanlah orang yang secara akademis berkompeten dalam bidang ilmu komputer atau pemrograman. Contoh lain ialah para pendiri Instagram. Mereka bukan lulusan jurusan ilmu komputer atau semacamnya. Dan saat mendirikan Instagram dan ingin meluncurkan produk, mereka memiliki teman lain yang berkompetensi di dalam ilmu komputer yang sanggup mewujudkan apa yang mereka inginkan.
Menurut Kevin Systrom, mereka yang memiliki pengetahuan yang relatif memadai dalam beberapa bidang justru lebih bagus untuk memulai bisnis baru. "Generalists are perfect for startups," ungkap Systrom. Argumen tersebut dapat dipahami karena dalam menjalankan suatu bisnis kita tidak bisa terjebak untuk fokus pada satu area tertentu. Banyak sekali aspek bisnis yang harus dikerjakan dan dikembangkan. Dan jika seseorang memiliki kemampuan yang bervariasi dan mau dengan mudah menyesuaikan diri dengan tuntutan tersebut (untuk belajar ilmu di luar yang ia kuasai), peluang suksesnya akan lebih besar.
Untuk itu, Systrom menyarankan jika
seorang entrepreneur kurang menguasai atau kurang berkompeten dalam satu bidang/ aspek bisnis, tak usah cemas. Carilah rekan pendiri yang memiliki kompetensi untuk itu. Dalam kasusnya, ia yang tidak banyak paham tentang ilmu komputer harus menggandeng orang lain yang memiliki kemampuan tersebut. Tak perlu menjadi begitu piawai dalam bidang teknis untuk menjadi entrepreneur, itulah pesan intinya.(*AP)
'Bolehkah Memulai Bisnis di Luar Bidang Ilmu Kita? ':
Jual Beli Online
Artikel Bisnis Lainnya- Pengusaha Harus Berkomitmen Pelobi ulung, rendah hati dan pekerja lapangan yang ulet. Begitulah gambaran umum tentang Budiarsa Sastrawinata, Chief Executive Officer Ciputra Development Tbk. Budiarsa jarang muncul di ingar bingar panggung bisnis, tetapi ... Artikel Bisnis
- Menyiapkan Perusahaan Hadapi Bencana Alam Bencana alam dapat membahayakan keselamatan Anda dan karyawan Anda. Tak hanya itu, keberlangsungan bisnis Anda beserta asetnya juga dalam bahaya kehancuran. Sering bencana alam dapat menyebabkan usaha baru untuk menutup sepenuhnya. Untungnya, dengan mengambil ... Artikel Bisnis
- Trik Mengelola Keuangan Usaha Ada kalanya pebisnis mengeluh penghasilan dari usahanya selalu habis sebelum ditabung. Kalau pun ada yang bisa ditabung, jumlahnya hanya sedikit. Padahal, proyek yang ia terima cukup banyak. Seharusnya, usahanya bisa berjalan lancar dan hidupnya bisa senang meski sedang tidak ada order. ... Artikel Bisnis
- AirAsia, Perusahaan Terbaik Asia Versi Euromoney Berdasar pemungutan suara dari sekitar 130 analis ekuitas yang bekerja di bank investasi maupun perusahaan riset. Maskapai penerbangan AirAsia terpilih sebagai "Best Managed Company Overall" di Malaysia dan "Best Managed Company" di Asia untuk ... Artikel Bisnis
- Mengenal RoI (Return of Investment) Istilah "Return of Investment" adalah ukuran kinerja yang dapat digunakan untuk membandingkan beberapa investasi. ROI dihitung sebagai pendapatan bersih investasi dibagi dengan biaya investasi. Berikut rumusnya: ROI = Laba Bersih / Biaya ... Artikel Bisnis
Rating:
100%
based on 99998 ratings.
5 user reviews.
Anda baru saja membaca artikel yang berkategori dengan judul
Bolehkah Memulai Bisnis di Luar Bidang Ilmu Kita? . Jika kamu suka, jangan lupa like dan bagikan keteman-temanmu ya... By :
Aneka Artikel Indonesia Terbaru
Artikel Menarik Lainnya :
Ditulis oleh:
Admin -
Senin, 21 Januari 2013
Belum ada komentar untuk "Bolehkah Memulai Bisnis di Luar Bidang Ilmu Kita? "
Posting Komentar