Selasa, 22 Januari 2013 - 09:26:10 WIB
Cara Hindari Krisis di Jejaring Sosial bagi UKM
Diposting oleh : arnandadanu - Dibaca: 71 kali
Artikel Bisnis - Jual Beli Online - Toko Online - Iklan Gratis
Bagi UKM, media sosial seperti Facebook, Twitter, YouTube, dan sebagainya memiliki manfaat yang besar untuk aspek marketing dan sales serta meningkatkan brand awareness di kalangan pengguna social media. Biaya relatif lebih murah dan respon dapat dilakukan dengan lebih cepat.
Namun, jangan gegabah, karena kehadiran UKM di jejaring sosial pun harus disertai dengan kesadaran penuh bahwa efek negatifnya harus diantisipasi. Jika brand Anda bisa cepat naik karena jejaring sosial, ia juga dapat mengalami kemerosotan karenanya. Kita bisa menilik kasus yang menimpa McDonald’s dan brand-brand besar lainnya yang harus menelan pil pahit karena salah langkah dan kurang cermat memberikan respon. Berikut adalah beberapa kiat yang bisa dilakukan agar brand dan bisnis Anda tidak mengalami krisis yang demikian.
Membuat kebijakan media sosial
Harus ada sebuah perangkat kebijakan yang jelas dan disepakati semua pemangku kepentingan di perusahaan mengenai jejaring sosial bisnis. Tidak perlu menggunakan bahasa yang membingungkan dalam membuat kebijakan tersebut. Jelaskan secara gamblang hal-hal yang bisa dan tidak diperbolehkan bagi semua pihak atau beberapa pihak tertentu dalam menggunakan akun jejaring sosial perusahaan yang resmi. Hal ini harus mencakup aturan tentang bahasa yang sopa dan tidak, cara berinteraksi dengan individu yang kurang bersahabat atau memberikan komentar negatif / umpan balik yang destruktif, dan strategi yang akan dilakukan jika situasi makin memburuk.
Jangan melawan api dengan api
Akan selalu ada penentang, terutama dalam hal merek dan bisnis. Memiliki rencana yang siap dilaksanakan akan memudahkan semua pihak bereaksi pada krisis, misalnya bagaimana Anda akan menangani komentar negatif, dan komentar seperti apa yang perlu diblokir. Sebagai aturan umum, satu komentar tidak harus mendapatkan larangan, tetapi jika seseorang terus-menerus spamming di halaman Anda, mungkin sudah saatnya untuk melarang atau memblokir mereka.
Tak lupa tanggapi semua komentar negatif secara langsung, pribadi, dan cepat. Umumnya, jika seseorang menjangkau sebuah brand atau bisnis melalui media sosial, mereka mencari respon cepat atau tindakan dari merek atau bisnis tersebut. Daripada mengabaikan komentar negatif, tanggapilah dengan sopan dan tenang dan tanyakan apa yang dapat Anda lakukan untuk membantu kesulitannya. Sampaikan keluhannya pada pihak internal yang lebih mengetahui masalah tersebut.
Selalu, selalu mengoreksi dan mengedit
Mungkin Anda tidak berpikir komentar Anda menyinggung perasaan orang lain, tapi dengan media sosial dan interaksi pelanggan, langkah terbaik ialah dengan mengedit komentar Anda sebelum mengirim. Anda harus tetap berkepala dingin ketika mengirim tanggapan ke pelanggan melalui jaringan sosial.
Hanya memberikan akses ke akun bisnis ke individu tepercaya
Kita semua bisa membuat kesalahan yang sama, tapi perlu dipastikan bahwa Anda hanya memberikan akses pada individu yang dapat dipercaya untuk mengikuti kebijakan dan menanggapi dengan tepat. Sebuah penanda yang baik untuk ini akan memeriksa halaman publik profil mereka, dan melihat bagaimana mereka berinteraksi dengan orang-orang pada mereka. Juga, pertimbangkan membatasi karyawan menggunakan ponsel mereka untuk mengirim update media sosial. Seringkali, ini adalah celah kesempatan orang secara tidak sengaja mengirim pembaruan pribadi untuk akun bisnis mereka. (*AP)
'Cara Hindari Krisis di Jejaring Sosial bagi UKM':
Jual Beli Online
Artikel Bisnis Lainnya- Mahasiswa UNY Ciptakan Bak Sampah Otomatis Mahasiswa Program Studi Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta Febri Megantara menciptakan pembuka dan penutup bak sampah otomatis. "Saya menciptakan inovasi itu untuk memudahkan orang yang ingin membuang sampah tanpa perlu menyentuh tutup tempat ... Artikel Bisnis
- Prashant Kirtane, Bekas Bos Yahoo! yang Jadi Pendiri Travelmob Keluar dari Yahoo! tak lantas membuat bekas bos Yahoo! yang satu ini kehilangan ide dalam berbisnis. Bersama dengan patnernya Turochas Fuad yang juga bekas Managing Director Skype Asia Pasifik ini, ia mendirikan bisnis baru di bidang perjalanan wisata, Travelmob. Prashant Kirtane, ... Artikel Bisnis
- Bermodal Pinjaman, Al Walid bin Talal Jadi Juragan Minyak Bila sebagian masyarakat dunia banyak yang meratap ketika terjadi kenaikan harga minyak dunia, maka pengusaha yang satu itu akan bersikap sebaliknya, girang bukan kepalang. Siapa dia? Dialah Al-Walid bin Talal bin Abdul-Aziz Al-Saud. Mudah ditebak, mengapa dia tidak ikut susah, ini karena ... Artikel Bisnis
- Warren Buffett, Investor Kelas Kakap yang Tak Lelah "Berburu" Aksi investor kelas kakap, Warren Buffett tahun ini tetap dinanti. Apa saja yang bakal dilakukan oleh pria berusia 82 tahun itu? CNBC mencoba memprediksi. Pertama, Buffett masih akan mengendalikan Berkshire Hathaway satu tahun dari sekarang. Belum ada tanda-tanda dirinya akan ... Artikel Bisnis
- 10 Makanan Ringan Sehat yang Praktis untuk Entrepreneur Sibuk Makanan sehat adalah bagian penting dari upaya mempertahankan hidup yang seimbang dan produktif, tetapi dengan semua makanan ringan yang berbeda yang ada di rak-rak supermarket, mungkin lebih baik untuk membuat makanan Anda sendiri. Ada banyak bahan makanan alternatif sebagai ... Artikel Bisnis
Rating:
100%
based on 99998 ratings.
5 user reviews.
Anda baru saja membaca artikel yang berkategori dengan judul
Cara Hindari Krisis di Jejaring Sosial bagi UKM. Jika kamu suka, jangan lupa like dan bagikan keteman-temanmu ya... By :
Aneka Artikel Indonesia Terbaru
Artikel Menarik Lainnya :
Ditulis oleh:
Admin -
Senin, 21 Januari 2013
Belum ada komentar untuk "Cara Hindari Krisis di Jejaring Sosial bagi UKM"
Posting Komentar