Senin, 16 April 2012 - 10:06:18 WIB
Mengasah Kesadaran Berwirausaha
Diposting oleh : d4nu - Dibaca: 371 kali
Lembaga pemeringkat global Moody’s Investors Service beberapa waktu lalu menaikkan peringkat Indonesia hingga masuk sebagai negara layak investasi. Sebelumnya, predikat ini juga diberikan Fitch Ratings kepada Indonesia. Moody’s menaikkan peringkat utang Indonesia dari Ba1 menjadi Baa3 dengan outlook stabil. Artinya, dengan kenaikan ini akan mendorong lebih banyak dana mengalir ke Indonesia, sekaligus menekan biaya pinjaman dan menutup kesenjangan dengan negara-negara anggota BRIC (Brasil, Rusia, India,dan China).
Pemberian predikat tersebut semakin menguatkan pandangan dunia terhadap fundamental ekonomi Indonesia yang lebih stabil. Indonesia bisa semakin unjuk gigi dalam percaturan ekonomi dunia. Dengan kata lain, adanya kenaikan peringkat investment grade menunjukkan kebangkitan ekonomi Indonesia diyakini sudah di depan mata. Karena itu, diprediksi pada 2013 bakal akan ada perubahan signifikan, khususnya di dunia entrepreneurship Indonesia.
Apalagi, diprediksi pada 2013 pendapatan per kapita Indonesia bisa mencapai USD5.000. Dunia wirausaha pun dituntut bisa menghadapi prestasi tersebut dengan melihat peluang yang bisa dimanfaatkan. Prediksi tersebut sejatinya disokong dari pertumbuhan ekonomi Indonesia 6,7% dengan inflasi 3,7%. Di samping itu, Indonesia masuk dalam G20 dan VIST (negara dengan pertumbuhan investasi emas tertinggi di dunia). Ditambah lagi, saat ini muncul kelas menengah di Indonesia yang mempunyai daya beli yang kuat.
Saat ini entrepreneurship juga terlihat booming, terutama yang dilakukan kaum muda, urban, berpendidikan tinggi dan mereka yang melek online. Berdasarkan fakta-fakta tersebut, saat ini pola Entrepreneur 5000 (E5000) diyakini menjadi jawaban untuk menghadapi situasi pasar ke depan. Hal ini pula yang dibahas dalam acara konferensi wirausaha Indonesian Business & Entrepreneurship Conference (IBEC) 2012 yang dilaksanakan Pillar Business Accelerator, beberapa waktu lalu di Jakarta.
“Untuk menjadi suatu bangsa yang Mandiridibutuhkan banyak masyarakat yang menjadi entrepreneur atau pengusaha daripada menjadi pekerja,” ungkap Lyra Puspa, Founder Pillar Business Accelerator.
Penyelenggaraan acara tersebut selain melihat momentum ekonomi yang dimiliki Indonesia dengan segala pencapaiannya, juga bertujuan memberikan edukasi bisnis dan investasi. Di samping menjadi ajang membuka jaringan antarpengusaha, juga menjalin kemitraan antara pengusaha dan pihak pendukung seperti pemerintah dan perbankan. Saat ini, para wirausaha perlu memahami strategi entrepreneur 5000 (E500), di mana mereka harus mampu menghadapi permintaan kelas menengah yang berpendapatan USD5.000 per tahun.
Karena itu, para wirausaha tidak hanya kuat dalam masalah finansial namun juga memiliki lima sadar dalam pola E5000, yaitu sadar finansial, sadar komunitas, sadar spiritual, sadar merek, dan sadar online. Sementara itu Sonny B Sofyan, salah satu direktur Pillar Business Accelerator, mengatakan saat ini sejumlah wirausaha muda perlu mendapatkan pendampingan lembaga yang kompeten dalam menjalankan usahanya.
Hal ini bertujuan agar terjadi transfer pengetahuan sekaligus menguatkan jaringan (networking). Dengan begitu, para pengusaha muda dapat menjajak kaki lebih kuat dalam menjalankan usahanya. Hal inilah yang dirasakan Saptuari Sugiharto, pemilik Kedai Digital. Saptuari merupakan salah satu wirausaha yang memanfaatkan jaringan bisnis lewat sebuah komunitas dan pendampingan dari Pillar.
Sarjana lulusan Universitas Gadjah Mada Yogyakarta itu mengaku, selain mendapat tambahan pengetahuan dalam menjalankan dan mengembangkan usaha, dia juga mendapatkan banyak pengalaman bisnis baru dari para entrepreneur lain yang tergabung di Pillar. “Tak hanya itu, saat ini jaringan bisnis saya juga semakin luas sehingga makin memudahkan saya untuk menjalankan usaha,” ujarnya. (*/Harian Seputar Indonesia)
Diposting oleh : d4nu - Dibaca: 371 kali
Pemberian predikat tersebut semakin menguatkan pandangan dunia terhadap fundamental ekonomi Indonesia yang lebih stabil. Indonesia bisa semakin unjuk gigi dalam percaturan ekonomi dunia. Dengan kata lain, adanya kenaikan peringkat investment grade menunjukkan kebangkitan ekonomi Indonesia diyakini sudah di depan mata. Karena itu, diprediksi pada 2013 bakal akan ada perubahan signifikan, khususnya di dunia entrepreneurship Indonesia.
Apalagi, diprediksi pada 2013 pendapatan per kapita Indonesia bisa mencapai USD5.000. Dunia wirausaha pun dituntut bisa menghadapi prestasi tersebut dengan melihat peluang yang bisa dimanfaatkan. Prediksi tersebut sejatinya disokong dari pertumbuhan ekonomi Indonesia 6,7% dengan inflasi 3,7%. Di samping itu, Indonesia masuk dalam G20 dan VIST (negara dengan pertumbuhan investasi emas tertinggi di dunia). Ditambah lagi, saat ini muncul kelas menengah di Indonesia yang mempunyai daya beli yang kuat.
Saat ini entrepreneurship juga terlihat booming, terutama yang dilakukan kaum muda, urban, berpendidikan tinggi dan mereka yang melek online. Berdasarkan fakta-fakta tersebut, saat ini pola Entrepreneur 5000 (E5000) diyakini menjadi jawaban untuk menghadapi situasi pasar ke depan. Hal ini pula yang dibahas dalam acara konferensi wirausaha Indonesian Business & Entrepreneurship Conference (IBEC) 2012 yang dilaksanakan Pillar Business Accelerator, beberapa waktu lalu di Jakarta.
“Untuk menjadi suatu bangsa yang Mandiridibutuhkan banyak masyarakat yang menjadi entrepreneur atau pengusaha daripada menjadi pekerja,” ungkap Lyra Puspa, Founder Pillar Business Accelerator.
Penyelenggaraan acara tersebut selain melihat momentum ekonomi yang dimiliki Indonesia dengan segala pencapaiannya, juga bertujuan memberikan edukasi bisnis dan investasi. Di samping menjadi ajang membuka jaringan antarpengusaha, juga menjalin kemitraan antara pengusaha dan pihak pendukung seperti pemerintah dan perbankan. Saat ini, para wirausaha perlu memahami strategi entrepreneur 5000 (E500), di mana mereka harus mampu menghadapi permintaan kelas menengah yang berpendapatan USD5.000 per tahun.
Karena itu, para wirausaha tidak hanya kuat dalam masalah finansial namun juga memiliki lima sadar dalam pola E5000, yaitu sadar finansial, sadar komunitas, sadar spiritual, sadar merek, dan sadar online. Sementara itu Sonny B Sofyan, salah satu direktur Pillar Business Accelerator, mengatakan saat ini sejumlah wirausaha muda perlu mendapatkan pendampingan lembaga yang kompeten dalam menjalankan usahanya.
Hal ini bertujuan agar terjadi transfer pengetahuan sekaligus menguatkan jaringan (networking). Dengan begitu, para pengusaha muda dapat menjajak kaki lebih kuat dalam menjalankan usahanya. Hal inilah yang dirasakan Saptuari Sugiharto, pemilik Kedai Digital. Saptuari merupakan salah satu wirausaha yang memanfaatkan jaringan bisnis lewat sebuah komunitas dan pendampingan dari Pillar.
Sarjana lulusan Universitas Gadjah Mada Yogyakarta itu mengaku, selain mendapat tambahan pengetahuan dalam menjalankan dan mengembangkan usaha, dia juga mendapatkan banyak pengalaman bisnis baru dari para entrepreneur lain yang tergabung di Pillar. “Tak hanya itu, saat ini jaringan bisnis saya juga semakin luas sehingga makin memudahkan saya untuk menjalankan usaha,” ujarnya. (*/Harian Seputar Indonesia)
'Mengasah Kesadaran Berwirausaha':
Artikel Bisnis Lainnya
- Ini Cara Dapat Modal untuk Pengusaha Pemula
Selain soal proteksi dari gelombang aplikasi luar negeri, perkembangan start up (pengusaha pemula) tingkat lokal juga terkendala pendanaan. CEO MindTalk, Danny Oei, punya saran agar pengembang start up mendapatkan modal. "Pertama kembangkan produk yang bagus, dan kesadaraan ... Artikel Bisnis - Ucu Sawitri, dari Hobi Jadi Berkah
Siapa mengira kesukaan makan coklat akan berbuah bisnis yang cukup menggiurkan, dan menghasilkan uang lumayan. Itulah yang dialami oleh Ucu Sawitri, 'seniman' coklat yang punya spesialisasi mendekorasi kue. Seniman coklat? Mungkin Anda terheran-heran membaca istilah ini. Apa ... Artikel Bisnis - Berbisnis bagi Kaum Muda Adalah Pilihan Cerdas
Dunia usaha semakin menjanjikan di mata kaum muda. Daya gerak yang cepat dan pola pikir yang kreatif merupakan modal terpenting bagi mereka untuk menuju kesuksesan. Karena itu, mereka perlu memikirkan perencanaan keuangannya. Menurut studi yang dilakukan Institusi Pendamping Usaha Mikro ... Artikel Bisnis - Yuk Bisnis Warung Tenda!
Saat Anda melintasi jalan-jalan besar yang ramai, sering Anda melihat begitu banyak warung-warung yang didirikan di pinggir jalan. Warung-warung tersebut hanya beratapkan tenda semi permanen yang sangat sederhana dan memiliki ruang yang kecil dan sempit untuk makan bagi pengunjungnya. ... Artikel Bisnis - Jadi Miliader Berkat Sampah Kertas
Dalam daftar orang terkaya di China, Forbes mencatat ada enam wanita pengusaha kaya. Sementara di daftar Amerika Serikat terdapat tujuh orang. Namun, sangat berbeda dengan wanita-wanita kaya di China yang memperoleh kekayaan berkat usahanya, wanita terkaya di AS pada umumnya memperoleh ... Artikel Bisnis
Jual Beli Online
Rating:
100%
based on 99998 ratings.
5 user reviews.
Anda baru saja membaca artikel yang berkategori dengan judul Mengasah Kesadaran Berwirausaha. Jika kamu suka, jangan lupa like dan bagikan keteman-temanmu ya... By : Aneka Artikel Indonesia Terbaru
Artikel Menarik Lainnya :
Ditulis oleh:
Admin - Kamis, 31 Januari 2013

Belum ada komentar untuk "Mengasah Kesadaran Berwirausaha"
Posting Komentar