Senin, 28 Januari 2013 - 13:03:42 WIB
Sulap Kayu Tua Jadi Dolar
Diposting oleh : arnandadanu - Dibaca: 95 kali
Bagi kebanyakan orang, kayu-kayu tua dan bekas itu mungkin sampah tapi di tangan Pidekso, pemilik Taruemas Furniture, jadilah mereka emas. Berbekal kreativitas dan kejelian membaca peluang pasar, Pidekso membangun bisnis yang kini beromzet ratusan ribu dolar. Pasar mebel bikinannya dieskpor ke berbagai belahan dunia, terutama Eropa dan Amerika, Jepang, dan Korea.
Pidekso menuturkan ide kreatif dan pengalamannya terjun di bisnis furniture yang digelutinya itu. Awalnya, produk mebel Taruemas dibuat dari kayu-kayu tebangan yang dipasok PT Perhutani. Namun, sejak dua tahun lalu, setelah mengikuti berbagai pameran dan membaca banyak literatur, ia merasakan kalau konsumen mebel di luar negeri cenderung pilih-pilih.
“Kebanyakan pembeli internasional mintanya kayu untuk mebel bukan kayu tebangan,” kata Pidekso. Itu semua gara-gara isu pemanasan global yang tengah menjadi perhatian dunia. Pasar menuntut perhatian lebih terhadap kelestarian alam, termasuk mebel yang masuk ke wilayah Eropa, Amerika, serta Jepang dan Korea mustilah kayu tebangan bersertifikat.
Sadar semakin banyak perhatian pada isu lingkungan, dua tahun lalu Pidekso mulai ikut-ikutan menjual mebel daur ulang. Bahan baku diperolehnya dari bekas bongkaran rumahatau vila. “Mulanya saya beli tiga mebel jadi dari kayu daur ulang buatan teman saya. Belum sampai seminggu semuanya sudah laku. Akhirnya saya pindah haluan hanya menjual mebel dari kayu daur ulang,” sambungnya seperti dikutip Tempo.
Mulanya, Pidekso menuturkan, banyak kesulitan dijumpainya karena memang belum punya pengalaman masuk ke wilayah jual-beli kayu bekas. Tetapi setelah survei ke Jawa, Pidekso bisa menemukan banyak pemasok dari rumah-rumah kayu reot yang akan dibongkar pemiliknya. “Mungkin mereka banyak yang merasa lebih terhormat kalau bisa bangun rumah tembok,” ujar Pidekso.
Ternyata menjual produk-produk mebel dari kayu daur ulang justru membuat bisnis Pidekso makin moncer. Tak terpuruk saat permintaan anjlok, Pidekso membuktikan mampu bertahan saat dunia memasuki resesi ekonomi. Tahun 2008-2009, berbagai negara memang sedang diterpas krisis keuangan global. Daya beli turun dan orang cenderung menunda belanja. “
Kalau saya masih pakai kayu tebangan biasa, pasti usaha saya begitu-begitu saja. Tetapi karena produk saya ide baru, jadi pasar masih mau terima,” tutur Pidekso. Sebagai bukti, sambungnya, tahun 2009 ekspor perusahaannya masih bertahan dengan 10 kontainer ukuran 20 kaki. Jika nilai produk per kontainer US$ 15-20 ribu maka totalnya sekitar US$ 150-200 ribu.
Biarpun biaya produksi lebih mahal dibanding bahan baku kayu tebangan, tapi Pidekso mengaku marjin keuntungan bisnis mebel daur ulangnya justru lebih renyah. “Jadi kalau dilihat dari keuntungan, masih lebih untung bisnis kayu daur ulang,” tambah Pidekso.
Mulai awal Januari 2010, Pidekso makin berani berkreasi dengan menambah koleksi beraneka produk yang diperoleh dari kayu kapal bekas yang didaur ulang menjadi beraneka mebel bergaya modern. “Filosofinya untuk mebel-mebel ini setelah bertahun-tahun memberi penghidupan lalu istirahat, sekarang saya buat menjadi terhormat lagi dengan menjadi mebel yang berseni,” tuturnya.
Dalam proses produksipun Pidekso menanamkan filosofi cinta kepada anak buahnya. Ia, misalnya, meminta para tukang memasukkan unsur “hati” dalam setiap pengerjaan karya mebelnya. Dan ternyata, proses produksi malah menjadi lebih cepat karena "hati" para tukang telah nyambung dengan "jiwa" kayu-kayu yang mereka garap. Mereka menikmati kerja karena bebas berkreativitas. “Untuk buat satu kursi, hanya butuh dua hari,” tambah Pidekso.
Setelah mengikuti pameran di Kemayoran, ia makin optimis menyambut tahun 2010. Bahkan mentarget bisa meraup omzet hingga dua kali lipat. “Selain ekonomi membaik, minat kepada mebel hasil kayu daur ulang meningkat drastis. Apalagi sekarang bisa kombinasi produk dengan olahan kayu kapal,” ujar Pidekso.
Kayu daur ulang tetap jadi andalan. “Kepuasannya tidak terbayarkan dengan uang. Jadi tidak harus dilihat dari segi bisnis saja,” tutur Pidekso. 'Sulap Kayu Tua Jadi Dolar ':
Artikel Bisnis Lainnya- Bagaimana Menemukan Lokasi Usaha untuk Sewa atau Penjualan Menemukan lokasi terbaik untuk perusahaan Anda bisa mnenjadi sebuah tantangan tersendiri. Akan tetapi, sebenarnya harus ada langkah-langkah yang perlu Anda lakukan untuk itu. Setiap langkah akan berkontribusi signifikan karena akan dapat dijadikan standar spesifik ... Artikel Bisnis
- Wiwin Syamsul, Pelopor Tempat Fitnes Kaum Hawa Tempat fitnes khusus untuk kaum hawa susah ditemui. Melihat peluang ini, Wiwin Syamsul memberanikan diri membuka tempat fitnes khusus perempuan. Tempat fitness besutan Wiwin ini memang dikhususkan bagi perempuan. Bahkan, menurut Wiwin, ada jam khusus untuk muslimah. “Konsep ... Artikel Bisnis
- 3 Strategi Sebelum Memulai Bisnis Mengapai sukses berbisnis tidak perlu menunggu sampai usia tua. Saat ini, banyak anak muda yang sukses. Sebut saja, Mark Zuckerberg, yang sukses dengan Facebook di usia muda. Tentunya, sebelum terjun dalam bisnis, Anda harus mempunyai strategi. Berikut hal-hal yang ... Artikel Bisnis
- Membuat Iklan yang Mendongkrak Penjualan Kira-kira berapa jam dalam sehari rata–rata Anda melihat TV? Mendengarkan radio? Membaca koran atau majalah? Berapa iklan yang Anda lihat atau dengar? Dan iklan apa yang menarik bagi Anda? Mengapa demikian? Setiap hari banyak kita lihat, kita dengar berbagai iklan yang ... Artikel Bisnis
- Christian Sugiono Rintis Bisnis Properti Christian Sugiono sampai saat ini masih bersinar di dunia sinetron dan perfilman. Namun suami dari Titi Kamal itu tak mau larut dalam dunia seni peran terus. Ia sudah mengambil langkah untuk menata hidupnya jika sudah tak lagi dibutuhkan oleh dunia seni peran. Tian, sapaannya, sudah ... Artikel Bisnis
Rating:
100%
based on 99998 ratings.
5 user reviews.
Anda baru saja membaca artikel yang berkategori dengan judul
Sulap Kayu Tua Jadi Dolar . Jika kamu suka, jangan lupa like dan bagikan keteman-temanmu ya... By :
Aneka Artikel Indonesia Terbaru
Artikel Menarik Lainnya :
Ditulis oleh:
Admin -
Senin, 28 Januari 2013
Belum ada komentar untuk "Sulap Kayu Tua Jadi Dolar "
Posting Komentar