Senin, 14 Mei 2012 - 09:40:53 WIB
Bisnis Penerbangan Asia Bergejolak
Diposting oleh : d4nu - Dibaca: 334 kali
Bisnis penerbangan Asia dalam beberapa tahun terakhir memang tengah berada dalam turbulensi ketat (bergejolak). Buktinya, dua maskapai penerbangan penguasa Asia, Cathay Pasific dan Singapore Airlines, terus berupaya meraih untung di tengah penurunan jumlah penumpang.
Bahkan, analis penerbangan meramalkan, gejolak bisnis ini takkan selesai dalam waktu dekat.
Seperti dikutip dari laman CNBC.com, kemarin, dilaporkan Singapora Airlnes secara mengejutkan mencatat kerugian selama kuartal terakhir tahun lalu.
"Mereka menghadapi persaiangan dari berbagai sisi, naik segmen pesawat kelas murah maupun segmen layanan premium. Di sisi lain mereka harus berupaya berdamai dengan ongkos yang terus meninggi," kata Asia Managing Editor, Siva Govindasamy, Asia Managing Editor Flightglobal.
Govindasamy menilai, para pemain tingkat kedua yang selama ini melayani kelas premium terus memberikan tekanan pada persaiangan bisnis di kelas eksekutif ini. Maskapai seperti Thai Airways, Korean Air, dan Garuda Indonesia diketahui terus menambah jumlah armada mereka dan menginvestasikan dananya dengan membeli produk pesawat baru.
Booming bisnis pesawat murah yang muncul di Asia beberapa tahun terakhir, juga telah membuat tekanan pada kapasitas penerbangan Asia. Kondisi ini sekaligus memberikan tekanan pada bisnis penumpang kelas premium.
Sementara itu analis dari Citigroup, Michael Beer, mengungkapkan keuntungan maskapai dari jumlah penumpang terutama di kelas bisnis, terus mengalami penurunan. Terlebih lagi setelah banyak perusahaan mamangkas anggaran perjalanan hingga 40 persen. (*/VIVAnews)
Diposting oleh : d4nu - Dibaca: 334 kali
Bisnis penerbangan Asia dalam beberapa tahun terakhir memang tengah berada dalam turbulensi ketat (bergejolak). Buktinya, dua maskapai penerbangan penguasa Asia, Cathay Pasific dan Singapore Airlines, terus berupaya meraih untung di tengah penurunan jumlah penumpang.
Bahkan, analis penerbangan meramalkan, gejolak bisnis ini takkan selesai dalam waktu dekat.
Seperti dikutip dari laman CNBC.com, kemarin, dilaporkan Singapora Airlnes secara mengejutkan mencatat kerugian selama kuartal terakhir tahun lalu.
"Mereka menghadapi persaiangan dari berbagai sisi, naik segmen pesawat kelas murah maupun segmen layanan premium. Di sisi lain mereka harus berupaya berdamai dengan ongkos yang terus meninggi," kata Asia Managing Editor, Siva Govindasamy, Asia Managing Editor Flightglobal.
Govindasamy menilai, para pemain tingkat kedua yang selama ini melayani kelas premium terus memberikan tekanan pada persaiangan bisnis di kelas eksekutif ini. Maskapai seperti Thai Airways, Korean Air, dan Garuda Indonesia diketahui terus menambah jumlah armada mereka dan menginvestasikan dananya dengan membeli produk pesawat baru.
Booming bisnis pesawat murah yang muncul di Asia beberapa tahun terakhir, juga telah membuat tekanan pada kapasitas penerbangan Asia. Kondisi ini sekaligus memberikan tekanan pada bisnis penumpang kelas premium.
Sementara itu analis dari Citigroup, Michael Beer, mengungkapkan keuntungan maskapai dari jumlah penumpang terutama di kelas bisnis, terus mengalami penurunan. Terlebih lagi setelah banyak perusahaan mamangkas anggaran perjalanan hingga 40 persen. (*/VIVAnews)
'Bisnis Penerbangan Asia Bergejolak ':
Artikel Bisnis Lainnya
- Bisnis Florist, Risiko Tinggi dengan Laba Besar Sekilas bisnis florist tampaknya berisiko tinggi bagi pemula. Sifat bunga yang cepat layu jadi penyebabnya, padahal belum tentu ada pesanan datang. Tapi risiko ini sebenarnya cukup sepadan jika melihat keuntungannya. Harga karangan bunga yang paling murah sudah mencapai Rp500.000. Padahal ... Artikel Bisnis
- Tiga Cara Memilih Bidang Usaha Bagi sebagian Anda yang memiliki modal besar, menjalankan usaha apapun tentu tidaklah sulit. Namun, tidak semua calon pengusaha tahu usaha apa yang akan digelutinya. Jika Anda kebingungan memilih bidang usaha, Anda perlu menyimak tiga cara memilih bidang usaha berikut ini. 1. Mulai dari ... Artikel Bisnis
- Erik Arianto, Sukses dengan Kaktus Kaktus atau dalam bahasa ilmiahnya Ferocactus pilosus, tumbuhan endemik gurun pasir ini, harus diakui masih dianggap sebelah mata oleh sebagian masyarakat Indonesia. Berduri, berbahaya, dan tak sedap dipandang. Persepsi ini yang coba dirombak Erik Arianto, pemilik Erik Kaktus Suvenir Hijau. ... Artikel Bisnis
- Anton, Sang Juragan Kelinci Hias Berawal dari hobi sejak 1997, Anton belajar mengembangbiakkan kelinci impor. Hingga saat ini, peternakan kelinci Anton mempunyai 30 jenis kelinci hias yang sudah dipasarkan hingga keluar Jawa. Kelinci hias tak sama dengan kelinci lokal atau yang biasa dikonsumsi. "Kelinci lokal ... Artikel Bisnis
- IBM Fokus Garap Sektor UKM Perusahaan piranti lunak IBM fokus garap pasar usaha kecil dan menengah. Targetnya, lewat kontribusi produk bagi segmen UKM, perusahaan dapat menumbuhkan pasar server dan storage melebihi pertumbuhan industri. Country Manager Systems & Technology Group IBM Indonesia Fetra Syahbana ... Artikel Bisnis
Jual Beli Online
Rating:
100%
based on 99998 ratings.
5 user reviews.
Anda baru saja membaca artikel yang berkategori dengan judul Bisnis Penerbangan Asia Bergejolak . Jika kamu suka, jangan lupa like dan bagikan keteman-temanmu ya... By : Aneka Artikel Indonesia Terbaru
Artikel Menarik Lainnya :
Ditulis oleh:
Admin - Rabu, 27 Februari 2013

Belum ada komentar untuk "Bisnis Penerbangan Asia Bergejolak "
Posting Komentar