Coklat Monggo: Kudapan Manis Yogya Racikan Belgia
Diposting oleh : d4nu - Dibaca: 565 kali

Thierry tak lagi sendirian dalam bisnis coklat ini. Temannya Edward Riando Picasauw ikut membantunya mendirikan perusahaan CV Anugerah Mulia pada tahun 2005 yang beralamat di jalan Dalem KG III/978 Rt. 043 Rw. 10, kelurahan Purbayan Kotagede, Yogyakarta.
Berkenaan dengan jumlah modal yang diperlukan untuk memulai bisnis makanan ini, Thierry mengaku ‘hanya’ bermodal Rp 150 juta.
CV. Anugerah Mulia/Cokelat Monggo
Jl. Dalem KG III/978 Rt. 043 Rw. 10,
Kel. Purbayan Kotagede 55173
Yogyakarta – Indonesia
Tel: 0274-7102202
Fax: 0274-373192
email: info@chocolatemonggo.com
Artikel Bisnis Lainnya
Jual Beli Online
Diposting oleh : d4nu - Dibaca: 565 kali
Jika Anda pernah berkunjung ke daerah Kotagede di Yogyakarta, mungkin Anda pernah mendengar nama sebuah pabrik penghasil coklat yang begitu digemari. “Coklat Monggo”, demikian merek coklat yang dihasilkan, memiliki kenikmatan coklat berkualitas tinggi yang menggabungkan cita rasa coklat yang sesuai dengan lidah orang Indonesia.
Ide dibuatnya Coklat Monggo berawal dari kegemaran seorang pria Belgia yang tinggal di Yogyakarta sejak 2001. Thierry Detournay , nama pria tersebut, kurang puas dengan coklat-coklat yang ia temukan di berbagai toko di tanahair. Padahal jika kita cermati, Indonesia merupakan negara penghasil kakao terbesar ketiga di seluruh dunia. Tentunya hal ini sangat ironis.
Nama “Coklat Monggo” sendiri dipilih dengan keinginan untuk menjadi berbeda dari pesaing yang lebih kebarat-baratan. Kata “Monggo” yang dalam bahasa Jawa berarti “silakan” terpilih karena bisa mengedepankan budaya asli tempat coklat ini diproduksi, yakni Yogyakarta. Seperti kita ketahui, Yogya merupakan salah satu pusat kebudayaan Jawa yang demikian diakui dunia.
Dengan berbekal tekad untuk menggali potensi industri coklat di Indonesia, Thierry mencoba meracik sendiri sejumlah produk coklat beradasarkan apa yang ia sudah pelajari di negerinya yang tersohor dengan ketrampilan pengolahan coklat berkualitas prima.
Meskipun menghadapi keterbatasan dalam banyak hal, Thierry terus berlanjut dengan usaha coklatnya itu. Ia membuat coklat jenis truffle dan menuai banyak dukungan untuk membuat lebih banyak lagi dari orang-orang terdekatnya.
Thierry bahkan tak segan menelusuri sejumlah tempat di Yogyakarta untuk berjualan coklat. Tujuannya tak sepenuhnya untuk meraup laba kala itu. Ia penasaran dengan tanggapan masyarakat luas terhadap coklatnya.
Pada perkembangan selanjutnya, tahun 2003 Thierry mendirikan sebuah industri rumahan (home industry) di kawasan Kotagede dengan mengusung merek dagang “Coklat Monggo”. Saat itu hanya kurang lebih 200 kilogram biji kakao yang bisa diolah setiap bulan untuk bisa menghasilkan coklat hitam bermutu tinggi.
Thierry tak lagi sendirian dalam bisnis coklat ini. Temannya Edward Riando Picasauw ikut membantunya mendirikan perusahaan CV Anugerah Mulia pada tahun 2005 yang beralamat di jalan Dalem KG III/978 Rt. 043 Rw. 10, kelurahan Purbayan Kotagede, Yogyakarta.
Coklat Monggo memakai biji kakao terpilih dari berbagai daerah di tanahair. Sejumlah perkebunan kakao unggulan di pulau Jawa, Sumatra dan Sulawesi menjadi sumber pasokan coklat yang menjadi bahan baku produk manis ini.
Yang membuat coklat ini menjadi semakin unik ialah terbukanya kesempatan bagi para konsumen sekaligus wisatawan yang melancong ke Yogyakarta untuk mengunjungi pabriknya secara langsung dan menikmati coklat langsung di tempat produksinya. Ini menjadi daya pembeda dari banyak merek coklat mapan yang tak memberikan kesempatan demikian pada konsumen setia mereka.
Kisaran harga produk Coklat Monggo lumayan bervariasi. Dari Rp 1000 hingga 70 ribu pun ada. Harga coklat ada yang tinggi karena berjenis dark chocolate, yang menjadi produk unggulan.
Berkenaan dengan jumlah modal yang diperlukan untuk memulai bisnis makanan ini, Thierry mengaku ‘hanya’ bermodal Rp 150 juta.
Keunikan lainnya yang membuat Coklat Monggo berbeda ialah penggunaan 58 % kokoa tanpa campuran minyak nabati, supaya rasanya benar-benar cokelat.
Untuk menarik lebih banyak penggemar, aneka variasi pun dibuat. Salah satunya praline yang diberi kacang mete. Mengapa kacang mede? Itu karena di Indonesia susah didapatkan hazelnut atau walnut.
Satu hal yang membuat coklat tanpa bahan pengawet ini begitu khas cita rasanya ialah proses pembuatannya yang masih dilakukan dengan tangan. Sebanyak 55 orang pegawai membantu Thierry yang sehari-hari masih terlibat sebagai pembuat adonan coklat.
Konsep ramah lingkungan juga menjadi salah satu fokus Coklat Monggo. Ini terbukti dari penggunaan kemasan yang berbahan kertas daur ulang. (*AP)
CV. Anugerah Mulia/Cokelat Monggo
Jl. Dalem KG III/978 Rt. 043 Rw. 10,
Kel. Purbayan Kotagede 55173
Yogyakarta – Indonesia
Tel: 0274-7102202
Fax: 0274-373192
email: info@chocolatemonggo.com
'Coklat Monggo: Kudapan Manis Yogya Racikan Belgia ':
Artikel Bisnis Lainnya
Jual Beli Online
Rating:
100%
based on 99998 ratings.
5 user reviews.
Anda baru saja membaca artikel yang berkategori dengan judul Coklat Monggo: Kudapan Manis Yogya Racikan Belgia . Jika kamu suka, jangan lupa like dan bagikan keteman-temanmu ya... By : Aneka Artikel Indonesia Terbaru
Ditulis oleh:
Admin - Selasa, 05 Februari 2013

Belum ada komentar untuk "Coklat Monggo: Kudapan Manis Yogya Racikan Belgia "
Posting Komentar