Kamis, 26 April 2012 - 09:04:30 WIB
Dymas Tunggul Panuju, Sukses Berawal dari Katering Mahasiswa
Diposting oleh : d4nu - Dibaca: 427 kali
Masa-masa perkuliahan memang acap kali ”merayu” para calon enterepreneur muda untuk memulai usahanya. Apalagi bagi mahasiswa yang terpaksa harus hidup merantau, dan harus bergantung pada uang kiriman orangtua. Kondisi tersebut mau tak mau akan memancing naluri berbisnis dari mahasiswa untuk mencoba peruntungannya di dunia bisnis. Banyak pula yang kini telah sukses dengan bisnis yang dirintisnya. Salah satunya adalah Dymas Tunggul Panuju, pemilik usaha Ayam Bakar Ngimbang.
Di tangan pria lulusan Teknologi Hasil Pertanian, Universitas Brawijaya (Unibraw), Malang, Ayam Bakar Ngimbang kini dikenal sebagai salah satu bisnis kuliner yang cukup menjanjikan. Bahkan atas prestasinya sebagai seorang enterepreneur, Dymas berhasil menyabet penghargaan sebagai pemenang Wirausaha Muda Mandiri2009. Prestasi yang juga pernah diraihnya adalah sebagai juara dua Young Entrepreneurship Award 2008 dari Bisnis Indonesia dan Juara I Lomba Business Plan Kementerian Pemuda dan Olahraga 2008.
Dengan mengandalkan naluri bisnis yang ia punya, Dymas melihat bahwa peluang bisnis makanan, khususnya catering akan sangat potensial jika dijalankan di kalangan mahasiswa. Dengan banyaknya aktifitas yang diadakan di lingkungan kampus, maka otomatis akan akan membutuhkan makanan dan minuman untuk mahasiswa. Saat itu, usaha ayam bakar masih jarang terdapat di lingkungan kampusnya. Kalaupun ada, harga per porsinya cukup mahal bagi kantong mahasiswa.
Dymas yang saat itu kuliahnya baru memasuki semester tiga, mengawali usaha kateringnya dengan bermodalkan sendiri. Dia mulai memutar otak dan mencari akal untuk bisa mendapatkan modal. Tak ingin membebani keuangan orangtuanya, Dymas pun berinisiatif untuk mengajak sharing teman satu kosnya tentang ambisinya menjadi seorang wirausahawan. Tak disangka ide Dymas itu disambut baik oleh teman-temannya. Dengan modal awal Rp 4,5 juta, yang didapatnya dari hasil saweran teman-temannya. Dymas pun memulai usaha ayam bakarnya.
Sejak dimulai usaha ayam bakar pada tahun 2006 itu, Dymas selalu kebanjiran order dari unit-unit kegiatan mahasiswa di kampus Unibraw. Maklum, harga ayam bakar olahan Dymas ini mematok harga per porsinya hanya Rp 7.500, sedangkan untuk ayam gorengnya per porsi Rp 6.500. Untuk pasaran mahasiswa harga yang dipatok Dymas tentu saja bersahabat, karena saat itu harga rata-rata ayam bakar sebesar Rp 10.000.
Karena order setiap harinya tambah banyak, Dymas mulai berpikir nama usaha ayam bakarnya. Dari usulan nama yang diajukan temannya, tak ada yang cocok. Lalu dia yang berasal dari daerah pelosok Desa Ngimbang, Kabupaten Lamongan, dijadikan nama usahanya. Hal itu dilakukanya karena ia ingin mengangkat nama desanya, dan ingin membuat bangga kedua orangtuanya.
Berawal dari satu gerai di lingkungan kampus Unibraw, Dymas pun mulai mengembangkan sayap bisnisnya menjadi empat outlet di luar kampus. Satu di antaranya dibuka di pusat perbelanjaan kota Malang. Total sekarang ada lima outlet. Omzet penjualan yang diraihnya pada 2007 sebesar Rp 60 juta, dengan keuntungan bersih sekitar Rp 27 juta. Pada 2008 dengan menambah empat outlet, omzetnya meningkat menjadi Rp 128 juta, dan keuntungan bersihnya Rp 75 juta. Dan pada 2009 lalu, omzet penjualannya pun terus meroket mencapai Rp 234 juta, dengan keuntungan bersih Rp 166 juta.
Lezatnya potensi bisnis Ayam Bakar Ngimbang, tak lama makin diendus oleh para investor yang ingin menjadi mitra dari produk Dymas. Melihat potensi tersebut, Dymas pun mulai memasang ancang-ancang untuk mempopulerkan bisnisnya lewat jalur waralaba. Meskipun demikian, Dymas masih mempelajari dulu tawaran tersebut, dan saat ini memilih system kerjasama yang bersifat kemitraan.
Dia mengaku usaha Ayam Bakar Ngimbang yang dikelolanya banyak diminati investor. Mereka mengusulkan agar outlet Ayam Bakar Ngimbang dijadikan usaha franchise. Dan mereka tertarik untuk membeli hak paten nama franchise-nya.
Inovasi, kerja keras dan tekun yang menjadi filosofi hidup Dymas, kini telah menorehkan sejarah dalam hidupnya. Bermula dari ide bisnisnya untuk melayani konsumsi kegiatan mahasiswa hingga usaha Ayam Bakar Ngimbang-nya yang banyak diminati dan akhirnya mengangkat reputasinya. Tak hanya itu, kerja keras Dymas pun membuktikan bahwa brand tradisional tak kalah nikmat bersaing dengan kuliner lainnya. (*/Gentur)
Diposting oleh : d4nu - Dibaca: 427 kali
Masa-masa perkuliahan memang acap kali ”merayu” para calon enterepreneur muda untuk memulai usahanya. Apalagi bagi mahasiswa yang terpaksa harus hidup merantau, dan harus bergantung pada uang kiriman orangtua. Kondisi tersebut mau tak mau akan memancing naluri berbisnis dari mahasiswa untuk mencoba peruntungannya di dunia bisnis. Banyak pula yang kini telah sukses dengan bisnis yang dirintisnya. Salah satunya adalah Dymas Tunggul Panuju, pemilik usaha Ayam Bakar Ngimbang.
Dengan mengandalkan naluri bisnis yang ia punya, Dymas melihat bahwa peluang bisnis makanan, khususnya catering akan sangat potensial jika dijalankan di kalangan mahasiswa. Dengan banyaknya aktifitas yang diadakan di lingkungan kampus, maka otomatis akan akan membutuhkan makanan dan minuman untuk mahasiswa. Saat itu, usaha ayam bakar masih jarang terdapat di lingkungan kampusnya. Kalaupun ada, harga per porsinya cukup mahal bagi kantong mahasiswa.
Dymas yang saat itu kuliahnya baru memasuki semester tiga, mengawali usaha kateringnya dengan bermodalkan sendiri. Dia mulai memutar otak dan mencari akal untuk bisa mendapatkan modal. Tak ingin membebani keuangan orangtuanya, Dymas pun berinisiatif untuk mengajak sharing teman satu kosnya tentang ambisinya menjadi seorang wirausahawan. Tak disangka ide Dymas itu disambut baik oleh teman-temannya. Dengan modal awal Rp 4,5 juta, yang didapatnya dari hasil saweran teman-temannya. Dymas pun memulai usaha ayam bakarnya.
Sejak dimulai usaha ayam bakar pada tahun 2006 itu, Dymas selalu kebanjiran order dari unit-unit kegiatan mahasiswa di kampus Unibraw. Maklum, harga ayam bakar olahan Dymas ini mematok harga per porsinya hanya Rp 7.500, sedangkan untuk ayam gorengnya per porsi Rp 6.500. Untuk pasaran mahasiswa harga yang dipatok Dymas tentu saja bersahabat, karena saat itu harga rata-rata ayam bakar sebesar Rp 10.000.
Karena order setiap harinya tambah banyak, Dymas mulai berpikir nama usaha ayam bakarnya. Dari usulan nama yang diajukan temannya, tak ada yang cocok. Lalu dia yang berasal dari daerah pelosok Desa Ngimbang, Kabupaten Lamongan, dijadikan nama usahanya. Hal itu dilakukanya karena ia ingin mengangkat nama desanya, dan ingin membuat bangga kedua orangtuanya.
Berawal dari satu gerai di lingkungan kampus Unibraw, Dymas pun mulai mengembangkan sayap bisnisnya menjadi empat outlet di luar kampus. Satu di antaranya dibuka di pusat perbelanjaan kota Malang. Total sekarang ada lima outlet. Omzet penjualan yang diraihnya pada 2007 sebesar Rp 60 juta, dengan keuntungan bersih sekitar Rp 27 juta. Pada 2008 dengan menambah empat outlet, omzetnya meningkat menjadi Rp 128 juta, dan keuntungan bersihnya Rp 75 juta. Dan pada 2009 lalu, omzet penjualannya pun terus meroket mencapai Rp 234 juta, dengan keuntungan bersih Rp 166 juta.
Lezatnya potensi bisnis Ayam Bakar Ngimbang, tak lama makin diendus oleh para investor yang ingin menjadi mitra dari produk Dymas. Melihat potensi tersebut, Dymas pun mulai memasang ancang-ancang untuk mempopulerkan bisnisnya lewat jalur waralaba. Meskipun demikian, Dymas masih mempelajari dulu tawaran tersebut, dan saat ini memilih system kerjasama yang bersifat kemitraan.
Dia mengaku usaha Ayam Bakar Ngimbang yang dikelolanya banyak diminati investor. Mereka mengusulkan agar outlet Ayam Bakar Ngimbang dijadikan usaha franchise. Dan mereka tertarik untuk membeli hak paten nama franchise-nya.
Inovasi, kerja keras dan tekun yang menjadi filosofi hidup Dymas, kini telah menorehkan sejarah dalam hidupnya. Bermula dari ide bisnisnya untuk melayani konsumsi kegiatan mahasiswa hingga usaha Ayam Bakar Ngimbang-nya yang banyak diminati dan akhirnya mengangkat reputasinya. Tak hanya itu, kerja keras Dymas pun membuktikan bahwa brand tradisional tak kalah nikmat bersaing dengan kuliner lainnya. (*/Gentur)
'Dymas Tunggul Panuju, Sukses Berawal dari Katering Mahasiswa ':
Artikel Bisnis Lainnya
- Ban Bekas untuk Aneka Perkakas Di tangan Sukamto, ban-ban bekas yang awalnya hanyalah sampah dan limbah tak berguna bisa diolah menjadi aneka perkakas rumah tangga. Dari ban-ban bekas itu terciptalah sandal, keset, ember, kursi, ban andong, ayunan, dan pot tanaman hias. Semuanya terlihat apik dan unik. Pengusaha ban ... Artikel Bisnis
- Bagaimana Memilih Bentuk Kepemilikan Bisnis? Sebagai seorang calon entrepreneur, kita perlu memahami berbagai bentuk kepemilikan usaha. Mengapa? Karena dengan memahami seluk beluk kepemilikan usaha ini, kita bisa lebih mudah menentukan langkah apa yang harus diambil kelak saat harus mengantongi perizinan usaha. Di samping itu, kita ... Artikel Bisnis
- 10 Ritual Pagi Agar Entrepreneur Senantiasa Bugar Mengelola bisnis tentu menguras segalanya. Tak hanya energi, waktu, perhatian, uang tapi juga mental serta vitalitas tubuh. Ada kalanya, entrepreneur harus menyempatkan diri untuk mengembalikan kebugaran tubuhnya. Tapi, bagaimana bila sang entrepreneur adalah pelaku bisnis yang baru saja ... Artikel Bisnis
- Pentingnya Kultur Belajar dari Kegagalan dalam Entrepreneurship Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Mari Elka Pangestu, menyatakan persepsi kegagalan dalam kewirausahaan tidak diterima di Indonesia. "Kalau gagal, itu dianggap negatif sekali," ujar Mari seusai pembukaan National Seminar on Copyright and Creative Industries, hari ... Artikel Bisnis
- 5 Langkah Mudah Siapkan Logo Bisnis Logo berperan penting dalam cepat dikenal atau tidaknya sebuah bisnis oleh kalangan konsumen. Namun, mempersiapkan sebuah logo untuk iklan di dunia maya dan bahan pemasaran dalam bentuk cetak akan sangat menantang, apalagi jika kita belum mengetahui dengan baik dan belum ... Artikel Bisnis
Jual Beli Online
Rating:
100%
based on 99998 ratings.
5 user reviews.
Anda baru saja membaca artikel yang berkategori dengan judul Dymas Tunggul Panuju, Sukses Berawal dari Katering Mahasiswa . Jika kamu suka, jangan lupa like dan bagikan keteman-temanmu ya... By : Aneka Artikel Indonesia Terbaru
Artikel Menarik Lainnya :
Ditulis oleh:
Admin - Kamis, 14 Februari 2013

Belum ada komentar untuk "Dymas Tunggul Panuju, Sukses Berawal dari Katering Mahasiswa "
Posting Komentar