Leon Berbisnis Sosial Lewat Koperasi
Diposting oleh : septian - Dibaca: 420 kali
Artikel Bisnis Lainnya
Jual Beli Online
Diposting oleh : septian - Dibaca: 420 kali
Leonardo Kamilius masih berumur 26 tahun, namun keinginannya untuk membantu sesama yang berkekurangan sangat besar. Demi mewujudkan cita-citanya itu ia rela meninggalkan pekerjaannya sebagai konsultan di sebuah konsultan management internasional. Dengan modal tabungan hasil bekerja tersebut ia membangun mimpinya dengan mendirikan Koperasi Kasih Indonesia.
“Saya mau kerja dengan suatu alasan. Dan uang bukanlah alasan yang tepat bagi saya untuk melakukan sesuatu. Saya ingin bantu orang dan untuk itulah saya berani bangun koperasi ini,” ujarnya di sela-sela seminar Permodalan untuk UKM yang diadakan oleh Indonesia Young Entrepreneur di Jakarta Rabu kemarin (11/4/2012).
Ceritanya berawal saat Leon, panggilan akrab Leonardo Kamilius menjadi salah satu relawan saat gempa di Padang, Sumatera Barat beberapa tahun lalu. Ia mengaku ada sebuah perasaan puas yang tidak tergantikan dengan apapun saat membantu para korban gempa. Setelah pulang dari Padang tersebut akhirnya ia membulatkan tekad keluar dari pekerjaan dan mendirikan sebuah lembaga keuangan bagi warga miskin di Jakarta.
“Koperasi Kasih Indonesia tidak memberikan ikan secara langsung. Melainkan memberikan kail ikan agar masyarakat berusaha mendapatkan ikan sendiri,” kata Leon. Ia membandingkan, dengan Lembaga Swadaya Masyarakat atau yayasan lain yang hanya sebatas memberikan pinjaman uang kepada masyarakat yang membutuhkan tanpa adanya binaan dan pengawasan terhadap usaha peminjam.
“Kami ingin memperbaiki pola pikir dan mental masyarakat miskin. Kalau kami hanya memberikan uang tanpa pendidikan yang berkelanjutan, nanti mental yang terbentuk adalah mental pengemis,” ungkapnya lagi.
Koperasi Kasih Indonesia memberikan pinjaman kepada masyarakat yang berpenghasilan dibawah dua puluh ribu sehari ini, dibina dan diajarkan beberapa ketrampilan. Selain itu Leo bersama timnya juga memberikan pendidikan pengelolaan keuangan bagi para peminjam.
Sistem peminjamannya cukup unik karena seseorang tidak bisa begitu saja datang meminjam. Seseorang harus membentuk semacam kelompok tidak resmi yang berjumlah 10-15 orang, kemudian baru bisa mengajukan pinjaman. Walaupun berkelompok, namun pengajuan pinjaman tetap untuk usaha pribadi.
“kelompok ini tujuannya sebenarnya hanya sebagai penanggung, jadi sistemnya kalau ada anggotanya yang tidak bayar nanti harus tanggung renteng, yang lain harus tanggung jawab membayari cicilan,” jelas Leon.
Dengan sistem tersebut, kontrol terhadap anggota juga lebih mudah. Maka tidak heran angka kredit macet Koperasi Kasih Indonesia sangat rendah, di bawah 0,5%. Pelatihan-pelatihannya sendiri juga dilaksanakan dalam tiap kelompok.
Setelah kurang dari 2 tahun berdiri, tentunya Leon belum mendapat untung dari bisnis sosialnya ini. Untuk menyiasati biaya kebutuhan hidupnya sehari-hari, Leon juga bekerja sebagai trainer dan motivator. “Yang dicari bukan untung sebesar-besarnya, jadi ya sampai sekarang masih belum menghasilkan apa-apa. Saya jadi trainer hasilnya lumayan bisa untuk hidup sehari-hari,” ceritanya.
Kini Koperasi Kasih Indonesia telah beranggotakan kurang lebih tiga ratus lima puluh lima orang. Anggota tersebut tentunya dari golongan masyarakat ekonomi lemah. Ke depan, Leon mentargetkan pertumbuhan anggota sebanyak 2000 orang.
'Leon Berbisnis Sosial Lewat Koperasi':
Artikel Bisnis Lainnya
Jual Beli Online
Rating:
100%
based on 99998 ratings.
5 user reviews.
Anda baru saja membaca artikel yang berkategori dengan judul Leon Berbisnis Sosial Lewat Koperasi. Jika kamu suka, jangan lupa like dan bagikan keteman-temanmu ya... By : Aneka Artikel Indonesia Terbaru
Ditulis oleh:
Admin - Minggu, 10 Februari 2013

Belum ada komentar untuk "Leon Berbisnis Sosial Lewat Koperasi"
Posting Komentar