• HOME

Social Entrepreneur, Ubah Wajah Dunia Dengan Bisnis

Jumat, 04 Mei 2012 - 10:50:36 WIB
artikel-bisnis Social Entrepreneur, Ubah Wajah Dunia Dengan Bisnis
Diposting oleh : septian    - Dibaca: 215 kali

Akhir-akhir ini istilah social entrepreneur atau kewirausahaan sosial semakin santer terdengar. Seseorang terdorong menjadi Social entrepreneur bukan karena kepincut oleh laba yang akan dihasilkan, melainkan ingin mengubah suatu keadaan di masyarakat menjadi lebih baik. Soal laba, itu urusan belakangan.

Ada beberapa tokoh social entrepreneurs yang dapat dijadikan contoh bagaimana panggilan hati mereka mengubah wajah dunia.

Sebut saja Mohammad Yunus. Pria 71 tahun asal Bangladesh ini sukses mengembangkan kredit mikro, pinjaman skala kecil bagi para pengusaha miskin yang tidak mampu mendapat kredit dari bank umum. Yunus mengimplementasikan ide tersebut dengan mendirikan bank rakyat bernama Grameen Bank.

Salah satu program terobosan Grameen Bank yang cukup unik dan luar biasa adalah di tahun 1997 Yunus memberikan pinjaman sebesar US$ 147.000 kepada 40.000 orang pengemis di Bangladesh. Para pengemis ini diminta untuk melakukan usaha yang dapat dilakukan sambil mengemis, seperti membuat anyaman, sulaman, jualan korek api dan permen. Grameen Bank memberikan lencana nasabah. Hasilnya, di tahun 2005 tercatat setidaknya 7.843 orang berhenti mengemis. Alasannya, mereka malu mengemis karena mempunyai lencana yang membangkitkan harga diri dan mempunyai lapangan usaha baru dari modal yang diberikan Grameenn Bank.

Selain Yunus, ada juga sosok Warren Buffet yang dikenal luas sebagai seorang filantropis dan social entrepreneur. Lewat perusahaan investainya, ia menyumbangkan 99% dari seluruh labanya kepada orang lain lewat Bill Foundation.

Ia hanya mengambil 1% keuntungannya untuk kebutuhan keluarganya. Ia tak ingin anak-anaknya merasa ak harus melakukan apapun karena ayahnya memiliki banyak uang. Ia ingin anak-anaknya melakukan lebih banyak lagi bagi masyarakat.

Tak mau kalah dengan orang asing, beberapa tokoh besar Indonesia pun layak dijadikan contoh bagaimana kewirausahaan sosial bukan hanya bisa menghasilkan laba tapi juga meningkatkan taraf hidup masyarakat.

Sebut saja Sofyan Tan. Pria asal medan, Sumatera utara ini merasa masih ada jurang pemisah yang besar antara etnis-etnis dan agama di Indonesia. Untuk itulah ia medirikan sekolah multikultural di bawah Yayasan Pendidikan Sultan Iskandar Muda (YPSIM). Di sekolah yang ia dirikan tersebut, para siswa dibiasakan dengan kemajemukan. Ia membangun semua rumah ibadah di sekolah itu dan menjelang perayaan hari raya suatu agama para siswa juga dibiasakan berpartisipasi mendukung, mialnya dengan mendekor ruang kelas.

Selain sekolah, pria yang mendapat penghargaan sebagai tokoh Social Entrepreneur 2011 dari sebuah surat kabar nasional ini juga mendirikan Waroeng Pintar sebagai wadah interaksi warga Medan dan memfasilitasinya dengan berbagai macam buku. Tujuan didirikannya Waroeng Pintar ini untuk menjembatani berbagai perbedaan di Medan.

Ada juga Santoso, seorang wartawan yang juga menjadi wirausahawan sosial. Ia mendapat penghargaan dari Ernst & Young untuk kategori social entrepreneur tahun 2010 lalu.
Ia membangun radio KBR68H untuk menyediakan informasi yang baik pada masyarakat Indonesia melalui radio. Dengan mengedepankan program-program jurnalistik seperti berita, talk show, dan lain-lain.

Santoso mejelaskan latar belakang lahirnya stasiun radio ini adalah karena melihat kekosongan yang terjadi pada pemberitaan melalui radio paska reformasi 1998. Saat era Orde Baru memang siaran berita melalui radio sangat dibatasi dan hanya RRI (Radio Republik Indonesia) saja yang boleh direlay oleh stasiun radio swasta. Namun ketika sudah reformasi dan adanya kebebasan dan keterbukaan informasi, momentum inilah yang ia jadikan awal untuk membuat program berita sendiri.
Tokoh-tokoh tersebut telah membuktikan bahwa dengan idealisme pun seseorang tetap bisa menjalankan bisnisnya.


'Social Entrepreneur, Ubah Wajah Dunia Dengan Bisnis':

Artikel Bisnis Lainnya
  • Mau Jadi Social Entrepreneur? Ini SyaratnyaAnda yakin ingin menjadi seorang social entrepreneur? Ada beberapa krieria yang menjad pembeda antara seorang wirausahawan sosial dengan pebisnis umumnya. Pertama, menjadi seorang social entrepreneur  harus mau berkorban dan segera bertindak. Pengorbanan bukan cuma harta benda, ... Artikel Bisnis

  • Mengabdi dalam KeterpinggiranSemangat mengabdi sebagai pendidik tak pernah luntur kendati harus dijalani dengan honor pas-pasan, malah jauh di bawah standar upah buruh. Hanya berharap suatu hari ada keberpihakan pada nasib mereka. Inilah balada para guru honorer. Aris Kurniawan (34) sebagai guru honorer memiliki ... Artikel Bisnis

  • Jadikan Cemoohan Sebagai Pelecut Semangat Rintangan bagi sebagian orang akan membuat terpuruk. Namun, bagi orang-orang tertentu rintangan ibarat sebuah ujian yang membuat mereka menjadi lebih baik dalam berusaha. Seperti yang dialami oleh Howard Schultz, pendiri Starbucks. Ketika mengajukan konsep penjualan kopi, ia dilecehkan. ... Artikel Bisnis

  • Ekspatriat Pertajam Persaingan Kerja di JakartaMasuknya para warga asing yang ingin mengadu nasib di Jakarta menunjukkan bahwa ibukota menjadi tempat yang penuh potensi ekonomi dan menawarkan peluang kerja yang begitu majemuk. Ini berarti pekerja dalam negeri harus makin bekerja keras dan cerdas untuk bersaing dengan sesama pekerja ... Artikel Bisnis

  • Peluang Pasar Gelatin HalalDaya saing produk gelatin dalam negeri kurang kuat karena strategi pemasaran yang tidak segencar produk luar negeri. Gelatin juga merupakan bahan yang umum yang digunakan sebagai penstabil, pengemulsi dan perekat dalam industri. Kebutuhan gelatin di tanah air hingga sekarang masih ... Artikel Bisnis


Jual Beli Online
Rating: 100% based on 99998 ratings. 5 user reviews.
Anda baru saja membaca artikel yang berkategori dengan judul Social Entrepreneur, Ubah Wajah Dunia Dengan Bisnis. Jika kamu suka, jangan lupa like dan bagikan keteman-temanmu ya... By : Aneka Artikel Indonesia Terbaru
Ditulis oleh: Admin - Rabu, 20 Februari 2013

Belum ada komentar untuk "Social Entrepreneur, Ubah Wajah Dunia Dengan Bisnis"

Posting Komentar