Jumat, 01 Juni 2012 - 09:26:26 WIB
Modal Minim, Kini Bubur Bebi-Luck Beromzet Puluhan Juta
Diposting oleh : d4nu - Dibaca: 504 kali
Hanya dengan modal Rp200.000, pemilik usaha bubur bayi Bebi-Luck kini berhasil mengantongi omzet Rp80 juta per hari. Hebatnya lagi, bisnis yang dikelola oleh Nadya Juwita Ayu itu baru berjalan tiga tahun.
Besarnya omzet yang diperoleh Nadya, jelas bukan datang begitu saja. Tentu ada usaha dan kerja keras saat memulai usaha, hingga dia memiliki ratusan gerai dalam skema waralaba. Nadya sendiri tidak menyangka bisnis diawali dari sebuah warung kecil di depan rumahnya ini berkembang pesat. Hingga akhir tahun lalu, Bebi-Luck berubah menjadi ritel berkonsep waralaba dengan 200 gerai yang tersebar di seluruh Indonesia.
“Saat ini outlet yang paling banyak berada di Jabodetabek sekitar 150 outlet, dan di Jawa Timur sekitar ada 15–20 outlet,” kata Nadya saat ditemui di rumahnya, di kawasan Ciledug, Tangerang, Banten, belum lama ini.
Ide awal Nadya membuka bisnis ini rupanya didasarkan pada pengalamannya sebagai seorang ibu. Gagasan bisnisnya muncul tatkala ibu tiga anak ini menyuapi anaknya. Saat itu dia merasa memiliki masalah yang sama dengan ibu-ibu kebanyakan, yaitu perilaku buah hatinya yang susah makan.
Karena tidak memiliki latar belakang tata boga, Nadya mencoba berbagai cara membuat aneka makanan bayi. Dia lalu memanfaatkan informasi dari internet. Termasuk trik agar makanan rumahan bisa disukai bayi,namun tetap aman dikonsumsi. Melalui pembelajaran secara autodidak itulah, Nadya menemukan cara bagaimana membuat makanan yang disukai si kecil. Mulanya dia menyajikan makanan hasil olahannya untuk anaknya sendiri.
Setelah beberapa bulan, sejumlah tetangganya tertarik mencoba dan kemudian memesannya dari Nadya. Tanpa diduga,anak-anak tetangganya ternyata menyukai makanan buatan Nadya. ”Itulah pengalaman pertama yang menjadi ide saya dalam membuka bisnis ini,” katanya seperti dilansir Harian Seputar Indonesia.
Seiring berjalanannya waktu, Nadya berpikir bahwa harus mengembangkan bisnisnya. Dia kemudian memilih format waralaba sebagai sarana memperbesar skala usahanya. Dalam waktu relatif singkat, bisnis Bebi-Luck menyebar ke penjuru Pulau Jawa. Nadya mengakui, awal membuka bisnis ini hanya ada enam gerai di Jakarta dan sekitarnya. Berkat kerja kerasnya dibantu sang suami, hingga pertengahan 2011 bisnisnya meningkat pesat hingga Nadya memiliki 50 gerai. Dia lalu menyebarkan bisnisnya ke daerah lain mengandalkan jaringan yang dikenalnya.
Gerainya pun tidak tanggung-tanggung hingga menyebar di Jawa Tengah dan Jawa Timur seperti Blitar, Surabaya, bahkan sampai Madura. Menurut Nadya, ada keunikan dari bisnis yang ditekuninya saat ini. Dia mengutamakan kesehatan, terutama untuk bayi, dengan menggunakan bubur bayi organik. Nadya mengolahnya menjadi bubur lengkap dengan aneka variasi menu, agar bayi tidak bosan dan meningkatkan nafsu makan.
Keamanan konsumsi dan kesehatan selalu menjadi perhatian utama Nadya. Apalagi, makanan yang dibuatnya dikonsumsi bayi yang notabene masih rentan jika ada kandungan bahan yang tidak sesuai dengan standar kesehatan. ”Ini yang menjadi perhatian kami,” ujar perempuan lulusan sastra Jepang dari salah satu perguruan tinggi di Jakarta itu. Buktinya, ujar dia, hingga saat ini tidak ada pembeli yang mengeluh atau protes terhadap makanan bayi yang dibuatnya.
Kalaupun ada, pernah sekali waktu ada bayi yang alergi pada salah satu bahan makanan. Namun, hal itu langsung diantisipasi Nadya mengganti bahan makanan dengan bahan lainnya. Nadya mengaku, untuk menjadi mitra waralaba Bebi-Luck juga relatif murah.
Cukup dengan investasi Rp8,5 juta. Dia juga menjamin waktu kerjanya yang singkat karena rata-rata hanya dua jam sehari.”Kami menjamin dalam waktu tiga bulan, akan balik modal,” katanya. (*/AS)
Diposting oleh : d4nu - Dibaca: 504 kali
Besarnya omzet yang diperoleh Nadya, jelas bukan datang begitu saja. Tentu ada usaha dan kerja keras saat memulai usaha, hingga dia memiliki ratusan gerai dalam skema waralaba. Nadya sendiri tidak menyangka bisnis diawali dari sebuah warung kecil di depan rumahnya ini berkembang pesat. Hingga akhir tahun lalu, Bebi-Luck berubah menjadi ritel berkonsep waralaba dengan 200 gerai yang tersebar di seluruh Indonesia.
“Saat ini outlet yang paling banyak berada di Jabodetabek sekitar 150 outlet, dan di Jawa Timur sekitar ada 15–20 outlet,” kata Nadya saat ditemui di rumahnya, di kawasan Ciledug, Tangerang, Banten, belum lama ini.
Ide awal Nadya membuka bisnis ini rupanya didasarkan pada pengalamannya sebagai seorang ibu. Gagasan bisnisnya muncul tatkala ibu tiga anak ini menyuapi anaknya. Saat itu dia merasa memiliki masalah yang sama dengan ibu-ibu kebanyakan, yaitu perilaku buah hatinya yang susah makan.
Karena tidak memiliki latar belakang tata boga, Nadya mencoba berbagai cara membuat aneka makanan bayi. Dia lalu memanfaatkan informasi dari internet. Termasuk trik agar makanan rumahan bisa disukai bayi,namun tetap aman dikonsumsi. Melalui pembelajaran secara autodidak itulah, Nadya menemukan cara bagaimana membuat makanan yang disukai si kecil. Mulanya dia menyajikan makanan hasil olahannya untuk anaknya sendiri.
Setelah beberapa bulan, sejumlah tetangganya tertarik mencoba dan kemudian memesannya dari Nadya. Tanpa diduga,anak-anak tetangganya ternyata menyukai makanan buatan Nadya. ”Itulah pengalaman pertama yang menjadi ide saya dalam membuka bisnis ini,” katanya seperti dilansir Harian Seputar Indonesia.
Seiring berjalanannya waktu, Nadya berpikir bahwa harus mengembangkan bisnisnya. Dia kemudian memilih format waralaba sebagai sarana memperbesar skala usahanya. Dalam waktu relatif singkat, bisnis Bebi-Luck menyebar ke penjuru Pulau Jawa. Nadya mengakui, awal membuka bisnis ini hanya ada enam gerai di Jakarta dan sekitarnya. Berkat kerja kerasnya dibantu sang suami, hingga pertengahan 2011 bisnisnya meningkat pesat hingga Nadya memiliki 50 gerai. Dia lalu menyebarkan bisnisnya ke daerah lain mengandalkan jaringan yang dikenalnya.
Gerainya pun tidak tanggung-tanggung hingga menyebar di Jawa Tengah dan Jawa Timur seperti Blitar, Surabaya, bahkan sampai Madura. Menurut Nadya, ada keunikan dari bisnis yang ditekuninya saat ini. Dia mengutamakan kesehatan, terutama untuk bayi, dengan menggunakan bubur bayi organik. Nadya mengolahnya menjadi bubur lengkap dengan aneka variasi menu, agar bayi tidak bosan dan meningkatkan nafsu makan.
Keamanan konsumsi dan kesehatan selalu menjadi perhatian utama Nadya. Apalagi, makanan yang dibuatnya dikonsumsi bayi yang notabene masih rentan jika ada kandungan bahan yang tidak sesuai dengan standar kesehatan. ”Ini yang menjadi perhatian kami,” ujar perempuan lulusan sastra Jepang dari salah satu perguruan tinggi di Jakarta itu. Buktinya, ujar dia, hingga saat ini tidak ada pembeli yang mengeluh atau protes terhadap makanan bayi yang dibuatnya.
Kalaupun ada, pernah sekali waktu ada bayi yang alergi pada salah satu bahan makanan. Namun, hal itu langsung diantisipasi Nadya mengganti bahan makanan dengan bahan lainnya. Nadya mengaku, untuk menjadi mitra waralaba Bebi-Luck juga relatif murah.
Cukup dengan investasi Rp8,5 juta. Dia juga menjamin waktu kerjanya yang singkat karena rata-rata hanya dua jam sehari.”Kami menjamin dalam waktu tiga bulan, akan balik modal,” katanya. (*/AS)
'Modal Minim, Kini Bubur Bebi-Luck Beromzet Puluhan Juta ':
Artikel Bisnis Lainnya
- Sampah Kerang Hasilkan Rp 200 Juta Per BulanSampah hasil laut belum banyak dimanfaatkan secara ekonomis, padahal sampah laut seperti kerang jika dibuat berbagai produk unik, sangat menjanjikan untuk peluang bisnis. Contohnya industri lampu kerang yang ditekuni oleh Rozi keluarganya sejak tahun 2005. Berawal dari niat untuk ... Artikel Bisnis
- Tanpa Entrepreneurship, Kita Cuma Jalan di TempatCE News, Jakarta - Di sela-sela peresmian kantor baru PT Metrodata Electronics Tbk di APL Tower Central Park Jakarta hari ini (30/5), Ir. Ciputra kembali menyampaikan siraman entrepreneurialnya kepada segenap hadirin terutama para stakeholder, jajaran manajemen dan karyawan Metrodata tanpa ... Artikel Bisnis
- Bedakan Terobosan dan Gebrakan Bisnis "Gebrakan" merupakan salah satu dari kata yang paling banyak digunakan dalam dunia bisnis saat ini. Banyak entreprenur mengklaim dirinya sebagai entrepreneur yang menggebrak. Sering kata "menggebrak" menyiratkan bahwa produk atau teknologi yang ... Artikel Bisnis
- Asyiknya Belajar Entrepreneurship dengan BackpackingAnda baru saja lulus dari sekolah? Atau telah berhasil mengantongi gelar sarjana? Jangan sia-siakan waktu luang Anda dengan melakukan hal-hal yang kurang bermakna. � Untuk mengisi waktu dan sekaligus menambah pengalaman, Anda perlu banyak belajar. Tetapi tunggu dulu, jangan ... Artikel Bisnis
- Rawi Tak Kapok Berbisnis KomputerPria sederhana kelahiran Surabaya ini� adalah pemilik usaha Pradana Komputer (Prakom) yang sudah cukup punya nama di Jakarta. Usahanya itu meliputi penanganan perawatan perangkat server dan komputer� milik bank dan kantor pajak. Tidak hanya itu, Prakom juga menyediakan ... Artikel Bisnis
Jual Beli Online
Rating:
100%
based on 99998 ratings.
5 user reviews.
Anda baru saja membaca artikel yang berkategori dengan judul Modal Minim, Kini Bubur Bebi-Luck Beromzet Puluhan Juta . Jika kamu suka, jangan lupa like dan bagikan keteman-temanmu ya... By : Aneka Artikel Indonesia Terbaru
Artikel Menarik Lainnya :
Ditulis oleh:
Admin - Jumat, 15 Maret 2013

Belum ada komentar untuk "Modal Minim, Kini Bubur Bebi-Luck Beromzet Puluhan Juta "
Posting Komentar