Jumat, 12 April 2013 - 10:07:01 WIB
Indomie, Rasa Lokal, Selera Internasional
Diposting oleh : admineciputra - Dibaca: 1194 kali
Diposting oleh : admineciputra - Dibaca: 1194 kali
Indomie adalah merek produk mi instan yang sangat populer di Indonesia. Indomie diproduksi oleh PT. Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. Produk paling sukses dari perusahaan milik Sudono Salim ini mulai diluncurkan ke pasar sejak tahun 1982. Selain dipasarkan di Indonesia, Indomie juga dipasarkan secara cukup luas di manca negara, antara lain di Amerika Serikat, Australia, berbagai negara Asia dan Afrika serta negara-negara Eropa, menjadikan Indomie sebagai salah satu dari segelintir produk asli Indonesia yang mampu menempus pasar internasional. Di Indonesia sendiri, sebutan “Indomie” sudah umum dijadikan istilah generik yang merujuk kepada mi instan.
Harga Indomie yang ekonomis dan cita rasanya yang telah disesuaikan dengan selera Indonesia membuat produk mi instan ini sangat digemari oleh masyarakat. Bahkan, tidak jarang warga Indonesia yang melakukan perjalanan ke luar negeri membawa Indomie untuk mengatasi masalah ketersediaan makanan yang praktis dan sesuai dengan selera Indonesia. Kepraktisan dalam penyajiannya dan mudahnya pendistribusian membuat Indomie menjadi andalan warga Indonesia saat terjadi tragedi bencana alam untuk mengatasi masalah keterbatasan dan kelangkaan bahan pangan di lokasi dengan segera.
Indomie untuk saat ini merupakan market leader dalam medan persaingan berbagai produk mi instan di Indonesia. Dalam pemasarannya, group distribusi Indofood memiliki jaringan distribusi mi instan yang terluas di Indonesia, menembus sampai hampir ke setiap sudut kepualuan. Jumlah titik stok (gudang) semakin diperbanyak secara agresif sejak tahun 2005, sehingga mampu menyediakan penetrasi pasar yang lebih luas melalui rantai suplai dan penghantaran. Gudang stok ditempatkan pada area-area yang memiliki outlet retail yang banyak, termasuk pasar tradisional, sehingga setiap gudang dapat melayani masing-masing area geografis dalam waktu yang sesingkat mungkin. Indomie dapat dibeli secara satuan per bungkus, dapat juga dibeli dengan paket per 5 bungkus dan paket 1 kardus yang berisi 30 atau 40 bungkus indomie. Harga indomie relatif ekonomis, di Indonesia pada tahun 2010, indomie dihargai Rp. 1350,00 per bungkusnya atau sekitar 10 sen dolar Amerika. Di Australia, tahun 2009 indomie dijual dengan harga 25 sen per bungkusnya atau AUD10 untuk satu kardus berisi 40 bungkus indomie, sedangkan di Amerika Serikat pada tahun 2009, indomie biasa dijual dengan harga 1 dolar per 3 bungkusnya, dan dapat ditemukan di berbagai supermarket Asia seperti Lion Supermarket, Marina Foods, atau Ranch 99.
Satu bungkus indomie standar memiliki massa 85 gram, dan terdapat 2 sachet berisi 5 bumbu-bumbuan yang disertakan, yaitu kecap manis, saus sambal, minyak palm, bubuk perasa dan bawang goreng.
Tahun 2005, Indomie memecahkan rekor dunia dalam Guinness Book of World Records untuk kategori “Paket Terbesar Mi Instan” dengan menciptakan paket dengan ukuran 3,4m x 2,355m x 0,47m, dengan berat bersih 664,938 kilogram, dimana berat ini adalah 8.000 kali berat standar sebuah paket mi instan. Paket tersebut dibuat dengan bahan yang sama seperti sebuah bungkus mi instan dan disertifikasi layak untuk konsumsi manusia.
Pada tanggal 13 Desember 2009, Indomie disebut oleh Roger Ebert, kritikus film populer dari Amerika Serikat untuk majalah Chicago Sun-Times, sebagai salah satu kado Natal pilihan di urutan #1 .
Indomie adalah makanan yang sangat populer di Nigeria. Di Nigeria, Indomie diproduksi oleh De-United foods industries ltd, anak perusahaan Dufil Group, hasil joint venture Tolaram Group dari Singapura dengan Salim Group dari Indonesia. Saat ini ada 2 pabrik yang memproduksi Indomie di Nigeria, yang pertama adalah pabrik De United Foods Industries limited yang didirikan 1995 di Ota Ogun State, merupakan pabrik pertama yang memproduksi Indomie di Nigeria dan merupakan produsen mi instan terbesar di Afrika Barat. Pabrik kedua adalah Dufil Prima Foods Plc yang dioperasikan sejak 2001, terletak di Choba, Port Harcourt, Rivers State.
Pihak berwenang Taiwan pada awal 7 Oktober 2010 mengumumkan bahwa Indomie yang dijual di negeri mereka mengandung dua bahan pengawet yang terlarang, yaitu metil p-hidroksibenzoat dan asam benzoat. Dua unsur itu hanya boleh digunakan untuk membuat kosmetik. Sehingga dilakukan penarikan semua produk mie instan “Indomie” dari pasaran Taiwan. Selain di Taiwan, dua jaringan supermarket terkemuka di Hong Kong untuk sementara waktu juga tidak menjual mie instan Indomie.
Menurut Harian Hong Kong, The Standard, dalam pemberitaan Senin, 11 Oktober 2010, harian itu mengungkapkan bahwa dua supermarket terkemuka di Hong Kong, ParknShop dan Wellcome, menarik semua produk Indomie dari rak-rak mereka.
'Indomie, Rasa Lokal, Selera Internasional ':
Artikel Bisnis Lainnya
- Tony Fernandes, Arsitek Bisnis Air Asia Peluang Bisnis Kesuksesan perusahaan penerbangan Air Asia ternyata tidak terlepas dari salah seorang pendiri sekaligus CEO Air Asia, Tony Fernandes. Awalnya tidak ada yang menduga jika perusahaan penerbangan yang baru berdiri sejak 2011 mampu menjadi satu-satunya perusahaan ... Ide Bisnis - Jual Beli Online - Toko Online - Iklan Gratis
- Ayo Naikkan Pendapatan dan Perkecil Pengeluaran Semua Artikel Tahukah Anda, apa pertanyaan paling umum dan paling sering ditanyakan bila berhubungan dengan keuangan? Menurut Hari Putra, motivator finansial dan managing director WealthFlow 19 Technology Inc, jawabnya adalah, ‘Bagaimana cara mengelola gaji yang hanya Rp ... Ide Bisnis - Jual Beli Online - Toko Online - Iklan Gratis
- Anne Ahira, Raup 50 Ribu Dollar per Hari dari Internet Marketing Mungkin sebagian dari kita masih asing dengan nama ini yah, tapi bagi Anda yang berprofesi sebagai internet marketer atau yang sedang mendalami ilmu mendapatkan income dari internet, saya yakin nama ini sudah sering Anda dengar. Ya, wanita yang satu ini adalah ... Ide Bisnis - Jual Beli Online - Toko Online - Iklan Gratis
- Sebagai Wirausaha, Apakah Anda Sudah Berdisplin? Semua Artikel Banyak yang mengatakan bahwa berwirausaha itu layaknya naik roller coaster: Naik dan turun, melaju dalam berbagai kecepatan, baik cepat maupun lambat, kadang di atas, kadang di bawah. Dan saat berhenti, para wirausaha pucat pasi, merasa seolah-olah ... Ide Bisnis - Jual Beli Online - Toko Online - Iklan Gratis
- Rosalina Faried, Perempuan yang Sukses di Bisnis Otomotif Segala hal yang terkait dengan dunia otomotif biasanya identik dengan pria. Namun, President PT Rekadaya Multi Adiprima (RMA), Rosalina Faried membuktikan bahwa dia mampu eksis pada manufaktur komponen otomotif . Jika dulu dia memulai bisnis seorang diri, kini kedua putranya ikut ... Ide Bisnis - Jual Beli Online - Toko Online - Iklan Gratis
Jual Beli Online
Rating:
100%
based on 99998 ratings.
5 user reviews.
Anda baru saja membaca artikel yang berkategori dengan judul Indomie, Rasa Lokal, Selera Internasional . Jika kamu suka, jangan lupa like dan bagikan keteman-temanmu ya... By : Aneka Artikel Indonesia Terbaru
Artikel Menarik Lainnya :
Ditulis oleh:
Admin - Minggu, 21 Juli 2013

Belum ada komentar untuk "Indomie, Rasa Lokal, Selera Internasional "
Posting Komentar