Senin, 20 Mei 2013 - 09:48:40 WIB
Al Madad, Cokelat dari Banten
Diposting oleh : admineciputra - Dibaca: 830 kali
Diposting oleh : admineciputra - Dibaca: 830 kali
Anda penggemar cokelat ? Pilihan cokelat beragam di berbagai supermarket dan banyak di antaranya merupakan merek ternama. Tahukah Anda, cokelat yang Anda konsumsi, yang katanya produk luar negeri, ternyata berbahan dasar dari perkebunan cokelat di Indonesia? Perkebunan cokelat di Pandeglang atau Serang Banten, salah satunya.
Kondisi ini membuat Sofihah, mengembangkan bisnis cokelat . Dengan merek cokelat Al Madad , produk Sofihah mulai dikenal pasar lokal sejak 2008 lalu.
Sofi, panggilan akrabnya, berniat mengangkat kekhasan lokal Banten dari produk cokelat nya. Mulai penamaan yang bernuansa religi dan budaya khas Banten, hingga penggunaan bahan baku cokelat yang berasal dari sejumlah pabrikan cokelat di Banten. Sejumlah pabrikan ini juga menggunakan bahan baku cokelat dari perkebunan yang ada di provinsi berusia 10 tahun ini.
"Indonesia penghasil cokelat terbesar di dunia. Perkebunan cokelat di Serang, Banten, juga terbesar di tingkat Asia. Jadi tak perlu jauh-jauh menikmati cokelat, karena semuanya ada di negeri sendiri," katanya, menambahkan bahwa perkebunan cokelat di Serang berhasil mengekspor cokelat untuk pertama kalinya pada tahun 2010.
Al Madad adalah sebutan untuk paku Banten, yang digunakan dalam seni tradisi khas Banten, yakni Debus. Penamaan produk yang mewakili Banten menjadi kebanggaan bagi Sofi, sekaligus membuktikan cokelat lokal tak kalah rasa dan kualitasnya dengan brand luar negeri. Sofi menghitung, modal awal membangun usaha perdananya ini sekitar Rp 10 juta. Bahan baku yang didapat tak jauh dari tempat tinggalnya di Serang membantunya mengurangi sejumlah biaya. Sejumlah alat mesin maupun manual yang dibutuhkan untuk produksi cokelat juga termasuk dalam modal awal ini. Kini, setelah dua tahun berjalan, produksi rata-rata hariannya lebih dari 200 cokelat. Omzetnya mencapai Rp 12 - 15 juta per bulan dengan profit lebih dari 20 persen.
Sofi juga berhasil mengembangkan bisnis cokelat nya dengan membuka tiga outlet di supermarket dan mall. Bermodalkan semangat dan kegigihan mempromosikan produk lokal, Sofi sukses berbisnis cokelat . Perempuan yang bosan menjadi karyawan dan berani melangkah dengan berwirausaha ini mengaku sudah BEP dalam dua tahun. Menggunakan bahan baku yang berasal dari kebun lokal, Sofi yakin produk rumahan miliknya bisa bersaing dengan pabrikan bahkan produk merek ternama atau impor. Toh, banyak produk cokelat di pasaran yang sebenarnya berasal dari tanah nusantara. Hanya saja, dikelola dan diberi merek dari luar negeri, katanya.
Meski dekat dari sumber daya alam cokelat, Sofi mengaku lebih efisien membeli bahan baku setengah jadi dari pabrik cokelat. Sofi lebih banyak menggunakan dark chocolate pada produknya.
Benar saja, dalam dua tahun cokelat Al Madad memiliki lebih dari tiga varian olahan cokelat. Tahap awal, Sofi mengenalkan cokelat berbentuk stik bergambar bunga atau binatang. Anak-anak menjadi sasaran pasar Sofi pada tahap awal membuka bisnisnya yang belum diberi nama Al Madad. Cokelat stik kreasi Sofi semakin berkembang pada 2009 dengan model edible. Cokelat stik dengan model gambar dari bahan kertas gula yang aman dimakan. Sofi juga menerima permintaan khusus, dengan mengganti gambar atau foto tokoh kartun pada cokelat edible, dengan foto pribadi.
Kurang dari setahun, Sofi menangkap peluang lain untuk mengembangkan usahanya. Al Madad kemudian hadir dalam bentuk cokelat batangan dengan dua pilihan ukuran, 80 gram dan 60 gram. Variasi rasa juga memperkaya pilihan produk. Cokelat batangan Al Madad terdiri atas rasa kismis, kacang mede, kurma, dan kacang tanah. Bisnis bagi Sofi memerlukan keberanian mengambil risiko. Gagal bukan menjadi hambatan baginya. Mencari skema pemasaran yang lebih tepat menjadi tantangan tersendiri bagi Sofi.
Keunikan produk Al Madad tak hanya karena mengangkat kearifan lokal Banten. Sofi juga menyertakan brosur berisi pengetahuan seputar manfaat cokelat. Dengan begitu, konsumen lebih teredukasi mengenai nilai lebih dari cokelat yang bisa menimbulkan mood positif. Bicara rasa, kualitas, dan kemampuan produksi, Sofi yakin produk lokal yang masih berkembang bisa bersaing dengan merek ternama lainnya. (*/Nilam/Kompas)
Sofi, panggilan akrabnya, berniat mengangkat kekhasan lokal Banten dari produk cokelat nya. Mulai penamaan yang bernuansa religi dan budaya khas Banten, hingga penggunaan bahan baku cokelat yang berasal dari sejumlah pabrikan cokelat di Banten. Sejumlah pabrikan ini juga menggunakan bahan baku cokelat dari perkebunan yang ada di provinsi berusia 10 tahun ini.
"Indonesia penghasil cokelat terbesar di dunia. Perkebunan cokelat di Serang, Banten, juga terbesar di tingkat Asia. Jadi tak perlu jauh-jauh menikmati cokelat, karena semuanya ada di negeri sendiri," katanya, menambahkan bahwa perkebunan cokelat di Serang berhasil mengekspor cokelat untuk pertama kalinya pada tahun 2010.
Al Madad adalah sebutan untuk paku Banten, yang digunakan dalam seni tradisi khas Banten, yakni Debus. Penamaan produk yang mewakili Banten menjadi kebanggaan bagi Sofi, sekaligus membuktikan cokelat lokal tak kalah rasa dan kualitasnya dengan brand luar negeri. Sofi menghitung, modal awal membangun usaha perdananya ini sekitar Rp 10 juta. Bahan baku yang didapat tak jauh dari tempat tinggalnya di Serang membantunya mengurangi sejumlah biaya. Sejumlah alat mesin maupun manual yang dibutuhkan untuk produksi cokelat juga termasuk dalam modal awal ini. Kini, setelah dua tahun berjalan, produksi rata-rata hariannya lebih dari 200 cokelat. Omzetnya mencapai Rp 12 - 15 juta per bulan dengan profit lebih dari 20 persen.
Sofi juga berhasil mengembangkan bisnis cokelat nya dengan membuka tiga outlet di supermarket dan mall. Bermodalkan semangat dan kegigihan mempromosikan produk lokal, Sofi sukses berbisnis cokelat . Perempuan yang bosan menjadi karyawan dan berani melangkah dengan berwirausaha ini mengaku sudah BEP dalam dua tahun. Menggunakan bahan baku yang berasal dari kebun lokal, Sofi yakin produk rumahan miliknya bisa bersaing dengan pabrikan bahkan produk merek ternama atau impor. Toh, banyak produk cokelat di pasaran yang sebenarnya berasal dari tanah nusantara. Hanya saja, dikelola dan diberi merek dari luar negeri, katanya.
Meski dekat dari sumber daya alam cokelat, Sofi mengaku lebih efisien membeli bahan baku setengah jadi dari pabrik cokelat. Sofi lebih banyak menggunakan dark chocolate pada produknya.
Benar saja, dalam dua tahun cokelat Al Madad memiliki lebih dari tiga varian olahan cokelat. Tahap awal, Sofi mengenalkan cokelat berbentuk stik bergambar bunga atau binatang. Anak-anak menjadi sasaran pasar Sofi pada tahap awal membuka bisnisnya yang belum diberi nama Al Madad. Cokelat stik kreasi Sofi semakin berkembang pada 2009 dengan model edible. Cokelat stik dengan model gambar dari bahan kertas gula yang aman dimakan. Sofi juga menerima permintaan khusus, dengan mengganti gambar atau foto tokoh kartun pada cokelat edible, dengan foto pribadi.
Kurang dari setahun, Sofi menangkap peluang lain untuk mengembangkan usahanya. Al Madad kemudian hadir dalam bentuk cokelat batangan dengan dua pilihan ukuran, 80 gram dan 60 gram. Variasi rasa juga memperkaya pilihan produk. Cokelat batangan Al Madad terdiri atas rasa kismis, kacang mede, kurma, dan kacang tanah. Bisnis bagi Sofi memerlukan keberanian mengambil risiko. Gagal bukan menjadi hambatan baginya. Mencari skema pemasaran yang lebih tepat menjadi tantangan tersendiri bagi Sofi.
Keunikan produk Al Madad tak hanya karena mengangkat kearifan lokal Banten. Sofi juga menyertakan brosur berisi pengetahuan seputar manfaat cokelat. Dengan begitu, konsumen lebih teredukasi mengenai nilai lebih dari cokelat yang bisa menimbulkan mood positif. Bicara rasa, kualitas, dan kemampuan produksi, Sofi yakin produk lokal yang masih berkembang bisa bersaing dengan merek ternama lainnya. (*/Nilam/Kompas)
'Al Madad, Cokelat dari Banten ':
Artikel Bisnis Lainnya
- 3 Unsur Komunikasi yang Perlu Diingat Entrepreneur Tips Berwirausaha Untuk berhasil dalam segala bidang pekerjaan termasuk berwirausaha , seseorang perlu memiliki kemampuan dalam menyampaikan ide-idenya secara jelas dan efektif. Terdapat 3 hal yang dibutuhkan oleh entrepreneur dalam menjalankan perannya sebagai seorang ... Artikel Bisnis - Jual Beli Online - Toko Online - Iklan Gratis
- Lanang Barbershop, Waralaba Salon Khusus Pria Bisnis Kecantikan Berdasarkan data yang ada, jumlah penduduk di wilayah Jabodetabek akan mencapai 16 juta jiwa. Jika 40% atau sekitar 6 juta diantaranya adalah laki-laki, hal inilah yang membuat Jacub memiliki ide untuk membuat barbershop atau salon khusus untuk pria, ... Artikel Bisnis - Jual Beli Online - Toko Online - Iklan Gratis
- Kiat Penting Membangun Bisnis Wirausaha Kiat Berwirausaha Banyak orang yang bertanya bagaimana kiat dalam membangun bisnis. Banyak metode dalam membangun bisnis yang telah diungkapkan oleh pakarnya. Namun, mungkin anda belum menemukan metode yang cocok bagi anda sehingga kitapun mencoba-coba semua metode. Nah, ... Artikel Bisnis - Jual Beli Online - Toko Online - Iklan Gratis
- Promosi Murmer untuk Bisnis Anda Artikel Bisnis Tantangan utama bisnis baru ialah membuat usaha Anda dikenal luas masyarakat. Tentunya, dengan dikenalnya usaha Anda akan membuat bisnis Anda makin moncer. Jika sudah dikenal, Anda harus dapat mengatur bagaimana mempertahankan merek di mata ... Artikel Bisnis - Jual Beli Online - Toko Online - Iklan Gratis
- Tingkatkan Produktivitas dengan Lupakan Email Sama Sekali Tips Bisnis Jika Anda menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk memeriksa dan membalas setiap email yang berdatangan di kotak masuk Anda yang seakan tak ada habisnya, cobalah untuk menerapkan solusi berikut ini, sebagaimana dilansir dari HBR Guide to �Getting the ... Artikel Bisnis - Jual Beli Online - Toko Online - Iklan Gratis
Jual Beli Online
Rating:
100%
based on 99998 ratings.
5 user reviews.
Anda baru saja membaca artikel yang berkategori dengan judul Al Madad, Cokelat dari Banten . Jika kamu suka, jangan lupa like dan bagikan keteman-temanmu ya... By : Aneka Artikel Indonesia Terbaru
Artikel Menarik Lainnya :
Ditulis oleh:
Admin - Kamis, 26 September 2013

Belum ada komentar untuk " Al Madad, Cokelat dari Banten "
Posting Komentar