Selasa, 14 Mei 2013 - 09:12:04 WIB
Belajar dari Kegagalan Bisnis "The Hit Factory"
Diposting oleh : arnandadanu - Dibaca: 1000 kali
Pasca meninggalnya Germano di tahun 2003, istrinya Janice mengambil alih studio ini. Karena merasa kewalahan harus bersaing dalam era digital, Janice pun mengibarkan bendera putih. Bisnisnya ditutup dan ia terpaksa menjual bangunan studio tersebut.
Meskipun dijual, kegiatan operasionalisasi masih berlanjut dan dipindahkan ke studio Hit Factory lain yang masih berdiri di Miami. Troy Germano, anak kandung Edward, kemudian mengakui secara terbuka bahwa ibunya menutup dan menjual bangunan studi di New York karena merasa kekurangan uang. Ia ingin pindah ke Miami dan berpikir bahwa ia bisa menghasilkan banyak uang dalam penjualan bangunan.
Kini studi Hit Factory diubah menjadi kompleks kondominium mewah dengan harga terendah 1 juta dollar AS. (*Akhlis) Eciputra.com , Ciputraentrepreneurship.com , Ciputranews.com , Properti.net
Diposting oleh : arnandadanu - Dibaca: 1000 kali
Bisnis Hiburan
The Hit Factory adalah sebuah studio rekaman di New York City yang dikenal sebagai favorit banyak kliennya di jamannya. Sayangnya, The Hit Factory harus menghadapi masalah hingga akhirnya ditutup operasionalnya tanggal 1 April 2005. Namun demikian, studio Hit Factory di lokasi lainnya masih tetap dibuka seperti di kota Miami, Florida.
Sebagai sebuah studio rekaman , reputasi The Hit Factory lumayan luas. Ia dikenal sebagai salah satu studio rekaman yang paling diakui profesionalismenya di dunia. HF didirikan oleh Edward Germano tahun 1975, dan sepanjang dibukanya studio ini sudah banyak klien terkenal yang berkunjung. Di antaranya yakni Tony Bennet hingga U2 yang terkenal di berbagai belahan dunia.
Pasca meninggalnya Germano di tahun 2003, istrinya Janice mengambil alih studio ini. Karena merasa kewalahan harus bersaing dalam era digital, Janice pun mengibarkan bendera putih. Bisnisnya ditutup dan ia terpaksa menjual bangunan studio tersebut.
Meskipun dijual, kegiatan operasionalisasi masih berlanjut dan dipindahkan ke studio Hit Factory lain yang masih berdiri di Miami. Troy Germano, anak kandung Edward, kemudian mengakui secara terbuka bahwa ibunya menutup dan menjual bangunan studi di New York karena merasa kekurangan uang. Ia ingin pindah ke Miami dan berpikir bahwa ia bisa menghasilkan banyak uang dalam penjualan bangunan.
Kini studi Hit Factory diubah menjadi kompleks kondominium mewah dengan harga terendah 1 juta dollar AS. (*Akhlis)
'Belajar dari Kegagalan Bisnis "The Hit Factory"':
Artikel Bisnis Lainnya
- Tawaran Kursus Bahasa Inggris dari English Bright Bisnis Pendidikan Usaha kursus bahasa Inggris tidak pernah sepi peminat. Maklum, dengan menguasai bahasa Inggris orang akan lebih mudah masuk ke dunia pekerjaan dan pendidikan . Makanya, kebanyakan orang tua rajin mengikutsertakan anaknya dalam lembaga ... Artikel Bisnis - Jual Beli Online - Toko Online - Iklan Gratis
- Daniel Scioli: Entrepreneur Argentina yang Geluti Politik dan Olahraga Bisnis Olahraga Usianya masih 56 tahun tetapi Daniel Scrioli sudah malang melintang di berbagai bidang. Scrioli tidak hanya dikenal sebagai mantan wapres Argentina untuk masa jabatan tahun 2003-2007 tetapi juga atlet bahkan ... Artikel Bisnis - Jual Beli Online - Toko Online - Iklan Gratis
- Awalnya Coba-caba, Kini Jadi Juragan Jarum Tiram Bisnis Pertanian Banyak usaha yang bisa mendatangkan uang jika giat mengerjakannya. Seperti budidaya jamur tiram yang dilakukan Achmad Qomarudin dan Eni Kurniasih, warga Dukuh Karangwetan, Desa Sribit, Delanggu, Klaten, Jawa Tengah. Berawal dari coba-coba usai ikut pelatihan ... Artikel Bisnis - Jual Beli Online - Toko Online - Iklan Gratis
- Raup Rupiah dari Ternak Kelinci Bisnis Peternakan Awalnya, memelihara kelinci hanya untuk memenuhi permintaan sang buah hati. Namun, melihat rekan-rekannya sukses berbisnis mamalia menggemaskan ini, Ahmad Hadiri (28) tertarik mengikuti mendalaminya. Sempat surut semangat dan tidak ... Artikel Bisnis - Jual Beli Online - Toko Online - Iklan Gratis
- Ilmuwan AS Kembangkan Robot Seukuran Serangga yang Dapat Terbang Sekelompok peneliti mengumumkan hasil kerja mereka yang inovatif selama ini: sebuah robot seukuran serangga yang berkemampuan terbang. Besarnya mendekati ukuran kutu yang biasa ditemukan di rumah-rumah. Kemampuan kerja robot ini meliputi manuver-manuver sukar yang tidak bisa ... Artikel Bisnis - Jual Beli Online - Toko Online - Iklan Gratis
Jual Beli Online
Rating:
100%
based on 99998 ratings.
5 user reviews.
Anda baru saja membaca artikel yang berkategori dengan judul Belajar dari Kegagalan Bisnis "The Hit Factory". Jika kamu suka, jangan lupa like dan bagikan keteman-temanmu ya... By : Aneka Artikel Indonesia Terbaru
Artikel Menarik Lainnya :
Ditulis oleh:
Admin - Minggu, 22 September 2013

Belum ada komentar untuk " Belajar dari Kegagalan Bisnis "The Hit Factory""
Posting Komentar