Selasa, 16 April 2013 - 09:47:44 WIB
Putera Sampoerna Mentransformasi Bisnis Rokok ke Agroindustri
Diposting oleh : admineciputra - Dibaca: 1614 kali

Diposting oleh : admineciputra - Dibaca: 1614 kali
Putera Sampoerna, mengguncang dunia bisnis Indonesia dengan menjual seluruh saham keluarganya di PT HM Sampoerna senilai Rp 18,5 triliun, pada saat kinerjanya baik. Generasi ketiga keluarga Sampoerna yang belakangan bertindak sebagai CEO Sampoerna Strategic, ini memang seorang pebisnis visioner yang mampu menjangkau pasar masa depan.
Berbagai langkahnya seringkali tidak terjangkau pebisnis lain sebelumnya. Dia mampu membuat sensasi, tapi terukur, dalam dunia bisnis . Sehingga pantas saja Warta Ekonomi menobatkan putra Liem Swie Ling (Aga Sampoerna) ini sebagai salah seorang Tokoh Bisnis Paling Berpengaruh 2005. Sebelumnya, majalah Forbes menempatkannya dalam peringkat ke-13 Southeast Asia’s 40 Richest 2004.
Putera Sampoerna, pengusaha Indonesia kelahiran Schidam, Belanda, 13 Oktober 1947. Dia generasi ketiga dari keluarga Sampoerna di Indonesia. Adalah kakeknya Liem Seeng Tee yang mendirikan perusahaan rokok Sampoerna. Putera merupakan presiden direktur ketiga perusahaan rokok PT HM Sampoerna itu. Dia menggantikan ayahnya Aga Sampoerna.
Kemudian, pada tahun 2000, Putera mengestafetkan kepemimpinan operasional perusahaan (presiden direktur) kepada anaknya, Michael Sampoerna. Dia sendiri duduk sebagai Presiden Komisaris PT HM Sampoerna Tbk, sampai saham keluarga Sampoerna (40%) di perusahaan yang sudah go public itu dijual kepada Philip Morris International, Maret 2005, senilai 18,5 triliun.
Pria penggemar angka sembilan, lulusan Diocesan Boys School, Hong Kong, dan Carey Grammar High School, Melbourne, serta University of Houston, Texas, AS, itu sebelum memimpin PT HM Sampoerna, lebih dulu berkiprah di sebuah perusahaan yang mengelola perkebunan kelapa sawit milik pengusaha Malaysia. Kala itu, dia bermukim di Singapura bersama isteri tercintanya, Katie, keturunan Tionghoa warga Amerika Serikat.
Dia mulai bergabung dalam operasional PT HM Sampoerna pada 1980. Enam tahun kemudian, tepatnya 1986, Putera dinobatkan menduduki tampuk kepemimpinan operasional PT HAM Sampoerna sebagai CEO (chief executive officer) menggantikani ayahnya, Aga Sampoerna.
Namun ruh kepemimpinan masih saja melekat pada ayahnya. Baru setelah ayahnya meninggal pada tahun 1994, Putera benar-benar mengaktualisasikan kapasitas kepemimpinan dan naluri bisnisnya secara penuh. Dia pun merekrut profesional dalam negeri dan mancanegara untuk mendampinginya mengembangkan dan menggenjot kinerja perusahaan.
Namun ruh kepemimpinan masih saja melekat pada ayahnya. Baru setelah ayahnya meninggal pada tahun 1994, Putera benar-benar mengaktualisasikan kapasitas kepemimpinan dan naluri bisnisnya secara penuh. Dia pun merekrut profesional dalam negeri dan mancanegara untuk mendampinginya mengembangkan dan menggenjot kinerja perusahaan.
Sungguh, perusahaan keluarga ini dikelola secara profesional dengan dukungan manajer profesional. Perusahaan ini juga go public, sahamnya menjadi unggulan di bursa efek Jakarta dan Surabaya. Ibarat sebuah kapal yang berlayar di samudera luas berombak besar, PT HM Sampoerna berhasil mengarunginya dengan berbagai kiat dan inovasi kreatif.
Tidak hanya gemilang dalam melakukan inovasi produk inti bisnisnya, yakni rokok, namun juga berhasil mengekspansi peluang bisnis di segmen usaha lain, di antaranya dalam bidang supermarket dengan mengakuisisi Alfa dan sempat mendirikan Bank Sampoerna akhir tahun1980-an.
Di bisnis rokok, HM Sampoerna adalah pelopor produk mild di tanah air, yakni rokok rendah tar dan nikotin. Pada tahun 1990-an, itu Putera Sampoerna dengan kreatif mengenalkan produk rokok terbaru: A Mild. Kala itu, Putera meluncurkan A Mild sebagai rokok rendah nikotin dan “taste to the future”, di tengah ramainya pasar rokok kretek. Kemudian perusahaan rokok lain mengikutinya.
Di bisnis rokok, HM Sampoerna adalah pelopor produk mild di tanah air, yakni rokok rendah tar dan nikotin. Pada tahun 1990-an, itu Putera Sampoerna dengan kreatif mengenalkan produk rokok terbaru: A Mild. Kala itu, Putera meluncurkan A Mild sebagai rokok rendah nikotin dan “taste to the future”, di tengah ramainya pasar rokok kretek. Kemudian perusahaan rokok lain mengikutinya.
Dia memang seorang pebisnis visioner yang mampu menjangkau pasar masa depan. Berbagai langkahnya seringkali tidak terjangkau pebisnis lain sebelumnya. Dia mampu membuat sensasi (tapi terukur)dalam dunia bisnis . Langkahnya yang paling sensasional sepanjang sejarah sejak HM Sampoerna berdiri tahun 1913 adalah keputusannya menjual seluruh saham keluarga Sampoerna di PT HM Sampoerna Tbk (40%) ke Philip Morris International, Maret 2005.
Keputusan itu sangat mengejutkan pelaku bisnis lainya. Sebab, kinerja HM Sampoerna kala itu (2004) dalam posisi sangat baik dengan berhasil memperoleh pendapatan bersih Rp15.000.000.000.000 dengan nilai produksi 41,2 miliar batang. Dalam posisi ketiga perusahaan rokok yang menguasai pasar, yakni menguasai 19,4% pangsa pasar rokok di Indonesia, setelah Gudang Garam dan Djarum.
Mengapa Putera melepas perusahaan keluarga yang sudah berumur lebih dari 90 tahun ini? Itu pertanyaan yang muncul di tengah pelaku bisnis dan publik kala itu.
Belakangan publik memahami visi Tokoh Bisnis Paling Berpengaruh 2005 versi Majalah Warta Ekonomi ini ((Warta Ekonomi 28 Desember 2005). Dia melihat masa depan industri rokok di Indonesia akan makin sulit berkembang. Dia pun ingin menjemput pasar masa depan yang hanya dapat diraihnya dengan langkah kriatif dan revolusioner dalam bisnisnya. Secara revolusioner dia mengubah bisnis intinya dari bisnis rokok ke agroindustri dan infrastruktur. Hal ini terungkap dari langkah-langkahnya setelah enam bulan melepas saham di PT HM Sampoerna. Juga terungkap dari ucapan Angky Camaro, orang kepercayaan Putera: “Arahnya memang ke infrastruktur dan agroindustri.”
Terakhir, di bawah bendera PT Sampoerna Strategic dia sempat berniat mengakuisisi PT Kiani Kertas, namun untuk sementara dia menolak melanjutkan negosiasi transaksi lantaran persyaratan yang diajukan Bank Mandiri dinilai tak sepadan. Dia pun dikabarkan akan memasuki bisnis jalan tol , jika faktor birokrasi dan kondisi sosial politik kondusif. (bn/dari berbagai sumber)
Eciputra.com , Ciputraentrepreneurship.com , Ciputranews.com , Properti.net 'Putera Sampoerna Mentransformasi Bisnis Rokok ke Agroindustri ':
Artikel Bisnis Lainnya
- Lima Tahap Keuangan yang Harus Disiapkan dalam Hidup Semua Artikel Apa yang benar berkaitan dengan pengelolaan uang Anda pada saat ini, bisa jadi salah pada 10 tahun ke depan. Pasalnya, saat Anda melalui tahapan kehidupan yang berbeda, tujuan keuangan Anda pun mau tak mau pasti berubah. Artinya, apa yang baik dan benar pada ... Ide Bisnis - Jual Beli Online - Toko Online - Iklan Gratis
- Sudahkah Anda Memanajemen Usaha dengan Baik dan Profesional? Apa sesungguhnya Good Corporate Governance itu? Bila diterjemahkan secara awam bisa diartikan dengan istilah Mengurus Perusahaan Secara Baik. Bagaimana mengurus perusahaan secara baik ? Apakah harus perusahaan besar dengan organisasi bisnis atau jenjang manajemen ... Ide Bisnis - Jual Beli Online - Toko Online - Iklan Gratis
- 5 Resep Sukses UKM Tidak ada cara instan untuk meraih kesuksesan, termasuk pada sektor usaha kecil menengah (UKM) . Menurut Gunawan Ardiyanto, konsultan bisnis sekaligus penulis buku-buku tentang UKM, untuk bisa menuju pada jenjang kesuksesan dan peluang usaha , sebuah UKM memerlukan ... Ide Bisnis - Jual Beli Online - Toko Online - Iklan Gratis
- Berawal dari Membantu, Bambang Edy Kini Punya 482 Angkringan Berawal dari keinginan membantu teman-temannya yang terkena PHK, Bambang Edy Supriyono (54) kini memiliki 482 warung angkringan. Warung khusus untuk warga kelas bawah itu tersebar mulai Jakarta sampai Surabaya. Sebanyak 82 warung angkringan atau biasa disebut masyarakat warung ... Ide Bisnis - Jual Beli Online - Toko Online - Iklan Gratis
- Resep Memulai Bisnis dari Teddy P Rachmat Setidaknya terdapat empat hal sederhana yang patut dicermati sebelum berbisnis . Menurut pengusaha yang juga mantan CEO PT Astra Internasioanl Tbk, Theodore Permadi Rachmat yang akrab disapa Teddy P Rachmat, sebelum berbisnis pilihlah yang lahannya subur dan anginnya kencang, ... Ide Bisnis - Jual Beli Online - Toko Online - Iklan Gratis
Jual Beli Online
Rating:
100%
based on 99998 ratings.
5 user reviews.
Anda baru saja membaca artikel yang berkategori dengan judul Putera Sampoerna Mentransformasi Bisnis Rokok ke Agroindustri . Jika kamu suka, jangan lupa like dan bagikan keteman-temanmu ya... By : Aneka Artikel Indonesia Terbaru
Artikel Menarik Lainnya :
Ditulis oleh:
Admin - Senin, 09 September 2013

Belum ada komentar untuk " Putera Sampoerna Mentransformasi Bisnis Rokok ke Agroindustri "
Posting Komentar