Selasa, 10 September 2013 - 09:06:07 WIB
Startup Ini Jual Gantungan Kunci dari Kondom... Lalu Gagal
Diposting oleh : admineciputra - Dibaca: 301 kali

Robert L. Straussadalah seorang lulusan Stanford University, ia bekerja menjadi konsultan berbagai proyek jutaan dollar dan mengantongi gelar MBA. Namun toh ia tetap saja gagal di startupnya yang menurutnya memiliki produk yang 'sangat digemari'. Strauss mendapatkan ide bisnisnya saat bekerja di Thailand. Ia mengunjungi sebuah gudang yang penuh kondom yang akan segera kadaluarsa.
Beberapa pimpinan organisasi pengembangan masyarakat lokal di sana mengambil inisiatif untuk mengemas kembali kondom-kondom yang tidak bisa dijual ini menjadi komoditas perdagangan yang menarik minat pembeli yang sudah bosan dengan suvenir khas yang itu-itu saja. Dengan kreativitas yang tidak terbayangkan, kondom-kondom itu diubah menjadi gantungan kunci dan ditulisi "In case of emergency, break glass" (Dalam keadaan darurat, pecahkan kaca) yang meniru peringatan yang biasa ditemui di kaca-kaca bus umum.
Meski karirnya yang dekat dunia bisnis, ia tidak tahu bagaimana memulai bisnis sesungguhnya. Setelah bertanya dengan seorang teman, ia pun disarankan membeli
sebuah produk berupa dokumen-dokumen yang dibutuhkan untuk mendirikan sebuah startup yang dilabeli "How to Form Your Own California Corporation". Ia pun membuat stempel perusahaannya sendiri. Harganya cuma 30 dollar. Investasi awalnya 'hanya' 10 ribu dollar.
Dengan optimisme membuncah, ia memesan 10 ribu produk gantungan kunci dari Thailand tersebut dan menjualnya ke AS dalam sebuah pameran dagang.
Setelah membuka paket kiriman 10 ribu gantungan kunci kondom itu, ia hanya mendapati seonggok benda dari karet yang lengket satu sama lain. Rupanya, tekanan udara selama perjalanan pengiriman barang membuat semua gantungan kunci itu tak berbentuk lagi.
Strauss panik karena dalam waktu sehari lagi ia harus memajang produknya agar dibeli konsumen. Namun, apa daya semua usahanya untuk mengembalikan bentuk gantungan kunci kondom itu menjadi seperti semula tampaknya sia-sia saja. Pengeluarannya akibat kesalahan teknik pengiriman ini mencapai 13 ribu dollar.
Setelah kesalahannya yang mahal itu, Strauss tidak putus asa. Ia kembali memesan 10 ribu gantungan kunci kondom kembali. Namun kali ini ia ingin memperbaiki dengan menggunakan kondom yang betul-betul masih layak dipakai. Tapi permintaannya ditolak oleh berbagai produsen kondom karena mereka hanya melayani pabrikan besar untuk jumlah pemesanan yang begitu tinggi, bukan individu.
Berbeda dari sebelumnya ia mengasuransikan produknya, memberi kartu instruksi penggunaan seperti yang disyaratkan FDA dan stiker logo untuk dipasang di gantungan kunci kondom sebanyak 10 ribu buah. Namun, ia hanya sanggup menempelkannya ke kurang dari 100 gantungan kunci karena cara mengemasnya tidak semudah yang ia bayangkan.
Produknya mulai dibeli konsumen. Ia bahkan menerima pesanan dari Boston yang mulanya hanya sedikit tetapi kemudian meningkat 10 kali lipat dan meminta kredit 30 hari.
Strauss mengirimkan pesanannya dan rupanya mereka tidak berniat membayar. Strauss pun nyaris bangkrut, putus asa dan depresi.
Sebuah toko suvenir di Bay Area menggunakan trik yang sama dan memesan darinya. Strauss yang merasa inilah harapannya menuai untung, akhirnya setuju mengirimkannya dan menderita kerugian kembali. Toko itu tutup begitu saja.
Dari pengalamannya menjalankan startup ini selama 2 tahun, Strauss menyimpulkan tidaklah mungkin meraup untung dengan hanya mengandalkan satu produk saja.
Menaikkan harga setinggi apapun percuma saja jika Anda hanya menangguk untung tipis.
Dibutuhkan banyak sekali gantungan kunci yang dibeli dengan harga 50 sen/ buah dan menjualnya seharga $1,25 hanya untuk membayar tagihan telepon startupnya.
Sumber: ciputraentrepreneurship.com/amankan-bisnis/startup-ini-jual-gantungan-kunci-dari-kondom-lalu-gagal
Diposting oleh : admineciputra - Dibaca: 301 kali
Robert L. Strauss mendapat inspirasi usaha gantungan kunci kondom saat berkunjung ke Thailand. (image credit: businessinsider.com)
Robert L. Straussadalah seorang lulusan Stanford University, ia bekerja menjadi konsultan berbagai proyek jutaan dollar dan mengantongi gelar MBA. Namun toh ia tetap saja gagal di startupnya yang menurutnya memiliki produk yang 'sangat digemari'. Strauss mendapatkan ide bisnisnya saat bekerja di Thailand. Ia mengunjungi sebuah gudang yang penuh kondom yang akan segera kadaluarsa.
Beberapa pimpinan organisasi pengembangan masyarakat lokal di sana mengambil inisiatif untuk mengemas kembali kondom-kondom yang tidak bisa dijual ini menjadi komoditas perdagangan yang menarik minat pembeli yang sudah bosan dengan suvenir khas yang itu-itu saja. Dengan kreativitas yang tidak terbayangkan, kondom-kondom itu diubah menjadi gantungan kunci dan ditulisi "In case of emergency, break glass" (Dalam keadaan darurat, pecahkan kaca) yang meniru peringatan yang biasa ditemui di kaca-kaca bus umum.
Meski karirnya yang dekat dunia bisnis, ia tidak tahu bagaimana memulai bisnis sesungguhnya. Setelah bertanya dengan seorang teman, ia pun disarankan membeli
sebuah produk berupa dokumen-dokumen yang dibutuhkan untuk mendirikan sebuah startup yang dilabeli "How to Form Your Own California Corporation". Ia pun membuat stempel perusahaannya sendiri. Harganya cuma 30 dollar. Investasi awalnya 'hanya' 10 ribu dollar.
Dengan optimisme membuncah, ia memesan 10 ribu produk gantungan kunci dari Thailand tersebut dan menjualnya ke AS dalam sebuah pameran dagang.
Setelah membuka paket kiriman 10 ribu gantungan kunci kondom itu, ia hanya mendapati seonggok benda dari karet yang lengket satu sama lain. Rupanya, tekanan udara selama perjalanan pengiriman barang membuat semua gantungan kunci itu tak berbentuk lagi.
Strauss panik karena dalam waktu sehari lagi ia harus memajang produknya agar dibeli konsumen. Namun, apa daya semua usahanya untuk mengembalikan bentuk gantungan kunci kondom itu menjadi seperti semula tampaknya sia-sia saja. Pengeluarannya akibat kesalahan teknik pengiriman ini mencapai 13 ribu dollar.
Setelah kesalahannya yang mahal itu, Strauss tidak putus asa. Ia kembali memesan 10 ribu gantungan kunci kondom kembali. Namun kali ini ia ingin memperbaiki dengan menggunakan kondom yang betul-betul masih layak dipakai. Tapi permintaannya ditolak oleh berbagai produsen kondom karena mereka hanya melayani pabrikan besar untuk jumlah pemesanan yang begitu tinggi, bukan individu.
Berbeda dari sebelumnya ia mengasuransikan produknya, memberi kartu instruksi penggunaan seperti yang disyaratkan FDA dan stiker logo untuk dipasang di gantungan kunci kondom sebanyak 10 ribu buah. Namun, ia hanya sanggup menempelkannya ke kurang dari 100 gantungan kunci karena cara mengemasnya tidak semudah yang ia bayangkan.
Produknya mulai dibeli konsumen. Ia bahkan menerima pesanan dari Boston yang mulanya hanya sedikit tetapi kemudian meningkat 10 kali lipat dan meminta kredit 30 hari.
Strauss mengirimkan pesanannya dan rupanya mereka tidak berniat membayar. Strauss pun nyaris bangkrut, putus asa dan depresi.
Sebuah toko suvenir di Bay Area menggunakan trik yang sama dan memesan darinya. Strauss yang merasa inilah harapannya menuai untung, akhirnya setuju mengirimkannya dan menderita kerugian kembali. Toko itu tutup begitu saja.
Dari pengalamannya menjalankan startup ini selama 2 tahun, Strauss menyimpulkan tidaklah mungkin meraup untung dengan hanya mengandalkan satu produk saja.
Menaikkan harga setinggi apapun percuma saja jika Anda hanya menangguk untung tipis.
Dibutuhkan banyak sekali gantungan kunci yang dibeli dengan harga 50 sen/ buah dan menjualnya seharga $1,25 hanya untuk membayar tagihan telepon startupnya.
Sumber: ciputraentrepreneurship.com/amankan-bisnis/startup-ini-jual-gantungan-kunci-dari-kondom-lalu-gagal
'Startup Ini Jual Gantungan Kunci dari Kondom... Lalu Gagal':
Artikel Bisnis Lainnya
- Menteng Tetap Kawasan Properti Termahal Jakarta Lokasi rumah second dengan harga tertinggi serta pertumbuhan harga yang peningkatannya paling signifikan berada di Jakarta Pusat, khususnya area Menteng. Menurut Head of Residential and Investment Services Leads Property, Evi Susantii, kisaran harga tanah di kawasan Menteng ... Ide Bisnis - Jual Beli Online - Toko Online - Iklan Gratis
- Berhenti Kerja, Wiwiek Malah Jadi Jutawan Dari Bisnis Rosella Berkeinginan untuk membuat produk herbal lebih dikenal masyarakat dan dapat dinikmati siapa saja, membuat wanita bernama Wiwiek Hasan Basri terjun ke dunia bisnis produk herbal yaitu jahe merah dan bunga rosela. Sebelum memutuskan untuk berwirausaha , pada tahun 2004 Wiwiek ... Ide Bisnis - Jual Beli Online - Toko Online - Iklan Gratis
- Sudahkah Anda Menyiapkan Dana Darurat Keluarga? Kebanyakan orang baru terpikir untuk mengelola keuangannya secara sungguh-sungguh ketika kejadian buruk telah menimpa hidupnya. Sedangkan ketika hidupnya masih diberi kelapangan, biasanya jarang yang ingat untuk mengatur keuangan, apalagi berinvestasi. Padahal, ... Ide Bisnis - Jual Beli Online - Toko Online - Iklan Gratis
- Belajar Dari Strategi Pemasaran K-24 Di mana ada kemauan, pasti ada jalan. Tamsil kuno inilah yang mengantarkan kesuksesan Gideon Hartono untuk membesarkan Apotek K-24. Gideon lulus kuliah dengan gelar dokter pada 1990. Ia pun tertarik menjadi dokter spesialis mata. Sayang, pemerintah Orde Baru ... Ide Bisnis - Jual Beli Online - Toko Online - Iklan Gratis
- Kiat Memasarkan Produk Bisnis Lewat You Tube Sekarang ini sudah banyak orang yang mengecap ketenaran lewat YouTube. Sebut saja penyanyi Justin Bieber, Lady Gaga, ataupun dari negeri sendiri seperti duet Audrey-Gamaliel dan video klip lip-sync Shinta-Jojo. Namun sebenarnya tak hanya ketenaran selebritas saja yang ... Ide Bisnis - Jual Beli Online - Toko Online - Iklan Gratis
Jual Beli Online
Rating:
100%
based on 99998 ratings.
5 user reviews.
Anda baru saja membaca artikel yang berkategori dengan judul Startup Ini Jual Gantungan Kunci dari Kondom... Lalu Gagal. Jika kamu suka, jangan lupa like dan bagikan keteman-temanmu ya... By : Aneka Artikel Indonesia Terbaru
Artikel Menarik Lainnya :
Ditulis oleh:
Admin - Selasa, 10 September 2013

Belum ada komentar untuk " Startup Ini Jual Gantungan Kunci dari Kondom... Lalu Gagal"
Posting Komentar