Selasa, 16 April 2013 - 09:17:34 WIB
Berawal dari Membantu, Bambang Edy Kini Punya 482 Angkringan
Diposting oleh : admineciputra - Dibaca: 1472 kali
Berawal dari keinginan membantu teman-temannya yang terkena PHK, Bambang Edy Supriyono (54) kini memiliki 482 warung angkringan. Warung khusus untuk warga kelas bawah itu tersebar mulai Jakarta sampai Surabaya. Eciputra.com , Ciputraentrepreneurship.com , Ciputranews.com , Properti.net
Diposting oleh : admineciputra - Dibaca: 1472 kali
Berawal dari keinginan membantu teman-temannya yang terkena PHK, Bambang Edy Supriyono (54) kini memiliki 482 warung angkringan. Warung khusus untuk warga kelas bawah itu tersebar mulai Jakarta sampai Surabaya.
Sebanyak 82 warung angkringan atau biasa disebut masyarakat warung kucingan itu terletak di berbagai sudut Kota Surabaya. Namun jumlah terbesar ada di Kota Jakarta di mana 400 warung tersebar di Jabodetabek.
Jabodetabek menjadi lokasi terbesar warung kucing binaan Edy karena memiliki jumlah penduduk urban besar. Selain itu, Jabodetabek juga dinilai lebih bersahabat terhadap pendatang.
Meski mengaku enggan menyebutkan jumlah pendapatannya dari 482 warung kucingnya, Edy mengaku mendapatkan bagian keuntungan sebesar Rp 18 ribu per warung per malam.
Bagian keuntungan ini jika dikalikan 428 warung maka paling tidak Edy mendapatkan Rp 8.676.000 per malam atau Rp 260.280.000 per bulan dan Rp 3,2milyar setahun. Jumlah yang sedemkian besar untuk bisnis warung kucing .
"Motivasi saya sebenare bukan uang. Ada temen mengeluhkan anaknya kena PHK. Setelah ngomong-ngomong kita bantu gerobak dan seluruh perangkat beserta modalnya. Ada delapan orang yang kita bantu semuanya gratis," kata Edy ditemui di rumahnya di Dusun Wanasri, Desa Tirtosari, Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang.
Sebulan kemudian Edy mampir ke salah satu warung kucing yang ia bantu. Tanpa ia duga, pemilik warung kucing tersebut memberikan uang 'jatah' sebesar Rp 250 ribu. "Saya kaget diberi bagian keuntungan padahal niat saya murni membantu," kata dia seperti dilansir dari Suara Merdeka.
Kejadian ini memberikan inspirasi bagi Edy. Ia menghitung bahwa dengan modal kucingan hanya Rp 2,1 juta bisa memberikan keuntungan bersih Rp 250 ribu per bulan atau Rp 8 ribu per hari. Dengan keuntungan sebesar ini maka usaha warung kucing an akan mencapai Break Event Point (BEP) atau balik modal hanya dalam tempo sekitar delapan bulan.
Edy kemudian merancang usaha kucingan skala besar. Ia kemudian merekrut sebanyak mungkin pengangguran maupun pemuda putus sekolah untuk bergabung. Kebanyakan dari mereka diambil dari wilayah sekitar Klaten, dan Boyolali.
Lama kelamaan usaha ini makin berkembang hingga kini mencapai jumlah 428 unit. Edy bercita-cita jumlah warung kucing ini akan bisa mencapai seribu buah sehingga bisa menciptakan banyak lapangan pekerjaan.
Untuk memudahkan pengelolaan ratusan warung, Edy menciptakan managemen bisnis. Ia membentuk kelompok-kelompok warung kucingan yang terdiri dari 20 orang. Setiap kelompok diberikan fasilitas tempat tinggal plus kebutuhan sehari-hari karyawan.
Ia juga menggandeng masyarakat sekitar tempat kos karyawan sebagai pemasok kebutuhan warung kucingan. Adapun untuk kebutuhan bahan mentah ia bekerja sama dengan pengusaha lokal di mana usaha dijalankan.
"Setiap orang saya perlakukan seperti halnya keluarga. Mereka bukan hanya karyawan melainkan anak saya. Saya mengembangkan hubungan kekeluargaan. Di luar jam kerja pantang saya bertanya pekerjaan. Saya hargai mereka sepenuhnya," kata Edy, membuka kiat bisnisnya.
Edy mengaku dirinya menyerahkan sepenuhnya pengelolaan usaha pada rekan bisnisnya. Ia bahkan enggan memberikan nama, merek ataupun identitas apapun pada warung kucing tersebut. Semua ia serahkan pada karyawan.
"Setiap kelompok dipimpin koordinator yang orangnya kita gilir tiap minggu. Tugas mereka mengontrol barang masuk, membayar tagihan rekanan dan mentransfer uang ke bank," kata dia.
Meski senang usaha berkembang namun Edy justru tidak ingin karyawan-karyawan setia itu bekerja padanya selamanya. Ia berharap mereka bisa memulai usaha sendiri dan akhirnya bisa Mandiri.
"Saya persilahkan karyawan untuk Mandiri. Kemandirian dan keberanian membuka usaha itu justru tujuan saya. Mereka boleh membeli gerobak dan peralatannya. Saya juga dorong mereka punya usaha sampingan di rumah. Dari pada istri menganggur sebaiknya membuka ayam ternak, tani atau berdagang ," kata dia.
Lebih lanjut Edy mengaku ia mewajibkan seluruh karyawannya untuk mempunyai tabungan. Pasalnya, ia meyakini bahwa orang sukses bukan ditentukan seberapa besar pendapatannya tetapi seberapa besar ia mampu menambung tiap bulan. (as)
'Berawal dari Membantu, Bambang Edy Kini Punya 482 Angkringan ':
Artikel Bisnis Lainnya
- Resep Memulai Bisnis dari Teddy P Rachmat Setidaknya terdapat empat hal sederhana yang patut dicermati sebelum berbisnis . Menurut pengusaha yang juga mantan CEO PT Astra Internasioanl Tbk, Theodore Permadi Rachmat yang akrab disapa Teddy P Rachmat, sebelum berbisnis pilihlah yang lahannya subur dan anginnya kencang, ... Artikel Bisnis - Jual Beli Online - Toko Online - Iklan Gratis
- Jadikan Twitter Sebagai Salah Satu Strategi Marketing Anda Kita sering mendapatkan postingan dan tag dari teman maupun toko online di akun Facebook bukan? Ya, penjualan dengan sistem ini ternyata terbilang cukup efektif dilakukan di Facebook. Jaringan sosial yang sudah terbentuk memudahkan penjual untuk menyasar pembeli mereka. Lalu, ... Artikel Bisnis - Jual Beli Online - Toko Online - Iklan Gratis
- Sikap Anak Terhadap Uang Mencerminkan Orang Tuanya Semua Artikel Anak-anak adalah cerminan orang tua. Dan hal tersebut tak terkecuali dengan perilaku keuangan anak. Bagi anak-anak, mempelajari perilaku keuangan orang tua sangatlah mudah, karena hal tersebut yang setiap hari mereka lihat dan amati. Runyamnya, orang tua ... Artikel Bisnis - Jual Beli Online - Toko Online - Iklan Gratis
- Sukses Bisnis Karaoke, Kini Rossa Rambah Bisnis EO Sukses melebarkan jaringan karaoke, Rossa kini memulai bisnis baru. Ia mendirikan sebuah sebuah event organizer. Sebagai debut, EO milik Rossa ini turut terlibat dalam hajatan yang lumayan besar, yakni 'Kemang Fashion Week Diva Glam' yang akan dihelat sejak 10 ... Artikel Bisnis - Jual Beli Online - Toko Online - Iklan Gratis
- Lee Byung Chull, Samsung, dan Tiga Bintang Samsung kini sudah menjelma sebagai raksasa terbesar di dunia yang memproduksi alat komunikasi dan teknologi. Dimulai sebagai perusahaan perdagangan ekspor berbagai produk dari Korea Selatan ke Beijing, Cina. Didirikan oleh Lee Byung-Chull pada tahun 1938, Samsung secara bertahap ... Artikel Bisnis - Jual Beli Online - Toko Online - Iklan Gratis
Jual Beli Online
Rating:
100%
based on 99998 ratings.
5 user reviews.
Anda baru saja membaca artikel yang berkategori dengan judul Berawal dari Membantu, Bambang Edy Kini Punya 482 Angkringan . Jika kamu suka, jangan lupa like dan bagikan keteman-temanmu ya... By : Aneka Artikel Indonesia Terbaru
Artikel Menarik Lainnya :
Ditulis oleh:
Admin - Rabu, 20 November 2013

Belum ada komentar untuk " Berawal dari Membantu, Bambang Edy Kini Punya 482 Angkringan "
Posting Komentar