• HOME

Bisnis Waralaba Burger Alami Titik Jenuh

Senin, 01 April 2013 - 09:06:31 WIB
artikel-bisnis Bisnis Waralaba Burger Alami Titik Jenuh
Diposting oleh : admineciputra    - Dibaca: 1185 kali
Berbagi ilmu dengan meng-klik tombol berikut ini »

burger
Beberapa tahun kebelakang burger, makanan khas dari negeri Paman Sam sempat digandrungi oleh masyarakat kita, tak heran jika kemudian banyak pengusaha makanan tertarik menjajakan roti bulat berisi daging ini. Namun, belakangan ini, prospek bisnis burger tampaknya mulai meredup. Sejumlah pewaralaba burger mengaku bisnis ini sudah kurang menjanjikan. Alasannya, bisnis ini sudah mengalami titik jenuh
Pasalnya, banyak mitra usaha mereka memilih mengundurkan diri dan berbisnis makanan lain. Ada juga pewaralaba yang memilih tidak mengembangkan lagi bisnisnya di sektor ini karena berbagai alasan.
Salah satu waralaba burger yang saat ini merasakan penurunan omzet yang drastic adalah Sweet Burger. Sweet Burger mulai menawarkan kemitraan pada tahun 2009. Pada April 2010, mereka sudah memiliki sembilan mitra yang tersebar di berbagai tempat di Jakarta.
Namun, saat ini jumlah mitranya menciut. "Sekarang tinggal enam mitra," kata Kepala Operasional Outlet Sweet Burger, Zar Kasih, saat diwawancarai Kontan.
Beberapa mitranya mengundurkan diri karena mengaku dagangannya kurang laris. Selain itu, kata Zar Kasih, mitranya kesulitan mendapat lokasi strategis. Sebab, biaya sewa lokasi strategis sekarang sudah sangat mahal.
Sama halnya dengan 1001 Burger. Setelah setahun berdiri jumlah mitranya sudah mencapai 40. Namun dari tahun 2010 hingga akhir 2011 lalu pertambahan mitra 1001 Burger cukup memprihatinkan, hanya bertambah 10 gerai.
"Tahun lalu memang pertumbuhannya melambat," kata Nia Yuliawati, Manajer Operasional 1001 Burger.
1001 Burger sendiri sudah tidak lagi fokus dalam menjaring mitra baru.
"Kami sudah tidak lagi mengikuti pameran dan ekspo waralaba selama 2011 lalu," ucap Nia. Menurutnya, hal yang paling memberatkan dalam bisnis burger ini adalah lambatnya inovasi.
Saking lambatnya pertumbuhan di bisnis burger ini bahkan Burger’Qu, waralaba burger asal Sleman, Yogyakarta ingin beralih untuk mengembangkan bisnis di bidang yang lain, yaitu bisnis pengolahan roti atau kue kering dengan nama Salakka Pondoh.
Dari pengalaman ketiga pemegang merek Burger ini kita seyogyanya dapat lebih jeli saat membuka sebuah bisnis, terutama dengan sistem waralaba. Jangan sampai usaha yang kita dirikan hanya untuk mengembalikan modal tanpa ada kelanjutannya. (bn) Sumber: Eciputra.com
Ciputraentrepreneurship.com , Ciputranews.com , Properti.net

'Bisnis Waralaba Burger Alami Titik Jenuh ':

Artikel Bisnis Lainnya

Jual Beli Online
Rating: 100% based on 99998 ratings. 5 user reviews.
Anda baru saja membaca artikel yang berkategori dengan judul Bisnis Waralaba Burger Alami Titik Jenuh . Jika kamu suka, jangan lupa like dan bagikan keteman-temanmu ya... By : Aneka Artikel Indonesia Terbaru
Ditulis oleh: Admin - Selasa, 19 November 2013

Belum ada komentar untuk " Bisnis Waralaba Burger Alami Titik Jenuh "

Posting Komentar