Kamis, 11 Juli 2013 - 09:54:58 WIB
Juliana Melatih Insting Berjualan Sejak Masa Kecil
Diposting oleh : admineciputra - Dibaca: 883 kali

Hobi merawat diri dan memiliki jiwa bisnis membuat dr. Juliana Pateh membangun kerajaan bisnis kecantikannya sendiri. Kini bisnisnya berkembang menjadi perusahaan yang memproduksi produk perawatan kulit, tata rias dekoratif, hingga parfum.
“Dari kecil saya memang tidak bisa diam dan senang berjualan . Kebetulan saya juga senang merawat diri dan kuliah kedokteran, sehingga saat itu aku berpikir apa yang ada saat itu aku jalankan sebagai bisnis,” ungkap Juliana, Pemilik PT Yabeta Indonesia, kepada Investor Daily.
Maka pada 2004, dengan bermodal Rp 12 juta, berdirilah klinik kecantikan VZ Clinic di wilayah Depok, Jawa Barat. Konsumennya cukup banyak, mulai remaja hingga ibu-ibu. Kebutuhan mereka tak cuma facial dan sejenisnya, tetapi juga butuh produk perawatan kulit.
“Kebanyakan butuh produk untuk whitening dan acne. Saya kemudian meracik sendiri produk tersebut dan banyak yang cocok,” tutur dokter kelahiran 33 tahun itu.
Selain dipakai untuk klinik sendiri, produk whitening dan acne itu juga didistribusikan ke klinik-klinik kecantikan lainnya yang dimiliki oleh rekan-rekannya sesama dokter. Tak disangka, produksi skin care milikinya berkembang pesat hingga mengalahkan bisnis klinik kecantikannya sendiri.
“Tahun 2008, akhirnya saya putuskan menjual klinik tersebut, lalu mendirikan perusahaan PT.Yabeta Indonesia dan fokus memproduksi produk skin care dengan merek VZ,” ungkap Juliana.
Modal yang ia kucurkan untuk memproduksi "skin care" saat itu tak besar, tak sampai Rp200 juta. Skala produksinya memang masih kecil dengan karyawan hanya 10 orang. Dalam sehari, tak sampai ratusan kilogram skin care yang diproduksinya. “Tapi kini produksi Yabeta sudah mencapai hampir 10 ton per hari untuk seluruh rangkaian skin care dari tiga merek yang kami bangun,” jelas Juliana yang kini memiliki 250 karyawan.
Ya, tak hanya mengembangkan merek VZ, Juliana juga mengembangkan merek Nefertiti dan My Skin untuk skin care. VZ dikhususkan untuk pasar klinik kecantikan, Nefertiti untuk mass market, dan My Skin untuk klinik kecantikan kelas atas.
Produk ketiga merek tersebut terdiri atas rangkaian facial wash, toner, cleansing milk, daily cream, sun block, dan night cream. Seluruh rangkaian tersebut dibuat untuk dua jenis kebutuhan, yaitu untuk mencerahkan kulit dan jerawat.
”Masyarakat kita masih banyak yang menginginkan kulit cerah dan bebas dari jerawat,” jelas dia.
Gandeng Aktris Febi Febiola
Secara kualitas, Juliana berani berhadapan dengan produk dari merek ternama. Bahan dasarnya pun menggunakan bahan-bahan alami, seperti ekstrak cammomile dan lidah buaya.
Sedangkan untuk efek whitening menggunakan esktrak bunga daisy yang memiliki enzim yang cara kerjanya mirip dengan hidroquinon dengan efek mencerahkan kulit.
Produk Yabeta pun, kata dia, menggunakan teknologi nano sehingga dapat masuk ke dalam lapisan kulit dalam.
Tak hanya skin care, Juliana juga mengembangkan bisnisnya ke tata rias dekoratif serta eau de parfum (parfum) dan body mist.
Untuk parfum dan body mist, Yabeta menggandeng aktris Febi Febiola sebagai kreatif dan menamkan koleksi wewangiannya dengan merek Febiola Parfum.
“Febi itu ternyata berjiwa entrepreneur . Dia gak cuma sharing modal 50% saja untuk parfum, tetapi juga dia sumbang ide kreatif dan memberikan seminar kepada anak-anak muda bagaimana menciptakan produk dan merek, serta bagaimana menjualnya agar laku,” tutur Juliana.
Dari mendistribusikan ke toko-toko, akhirnya kini Yabeta melakukan inovasi pemasaran lewat online. Pihaknya menggandeng marketing online lewat febiolaparfum.com.
Kini, dalam sehari tak kurang 100 botol parfum dan body mist terjual kewat marketing online tersebut. Yabeta sendiri memiliki kapasitas produksi parfum sebanyak 5.000 botol per bulan, sedangkan body mist 25.000 botol per bulan. (bn)
Diposting oleh : admineciputra - Dibaca: 883 kali
Hobi merawat diri dan memiliki jiwa bisnis membuat dr. Juliana Pateh membangun kerajaan bisnis kecantikannya sendiri. Kini bisnisnya berkembang menjadi perusahaan yang memproduksi produk perawatan kulit, tata rias dekoratif, hingga parfum.
“Dari kecil saya memang tidak bisa diam dan senang berjualan . Kebetulan saya juga senang merawat diri dan kuliah kedokteran, sehingga saat itu aku berpikir apa yang ada saat itu aku jalankan sebagai bisnis,” ungkap Juliana, Pemilik PT Yabeta Indonesia, kepada Investor Daily.
Maka pada 2004, dengan bermodal Rp 12 juta, berdirilah klinik kecantikan VZ Clinic di wilayah Depok, Jawa Barat. Konsumennya cukup banyak, mulai remaja hingga ibu-ibu. Kebutuhan mereka tak cuma facial dan sejenisnya, tetapi juga butuh produk perawatan kulit.
“Kebanyakan butuh produk untuk whitening dan acne. Saya kemudian meracik sendiri produk tersebut dan banyak yang cocok,” tutur dokter kelahiran 33 tahun itu.
Selain dipakai untuk klinik sendiri, produk whitening dan acne itu juga didistribusikan ke klinik-klinik kecantikan lainnya yang dimiliki oleh rekan-rekannya sesama dokter. Tak disangka, produksi skin care milikinya berkembang pesat hingga mengalahkan bisnis klinik kecantikannya sendiri.
“Tahun 2008, akhirnya saya putuskan menjual klinik tersebut, lalu mendirikan perusahaan PT.Yabeta Indonesia dan fokus memproduksi produk skin care dengan merek VZ,” ungkap Juliana.
Modal yang ia kucurkan untuk memproduksi "skin care" saat itu tak besar, tak sampai Rp200 juta. Skala produksinya memang masih kecil dengan karyawan hanya 10 orang. Dalam sehari, tak sampai ratusan kilogram skin care yang diproduksinya. “Tapi kini produksi Yabeta sudah mencapai hampir 10 ton per hari untuk seluruh rangkaian skin care dari tiga merek yang kami bangun,” jelas Juliana yang kini memiliki 250 karyawan.
Ya, tak hanya mengembangkan merek VZ, Juliana juga mengembangkan merek Nefertiti dan My Skin untuk skin care. VZ dikhususkan untuk pasar klinik kecantikan, Nefertiti untuk mass market, dan My Skin untuk klinik kecantikan kelas atas.
Produk ketiga merek tersebut terdiri atas rangkaian facial wash, toner, cleansing milk, daily cream, sun block, dan night cream. Seluruh rangkaian tersebut dibuat untuk dua jenis kebutuhan, yaitu untuk mencerahkan kulit dan jerawat.
”Masyarakat kita masih banyak yang menginginkan kulit cerah dan bebas dari jerawat,” jelas dia.
Gandeng Aktris Febi Febiola
Secara kualitas, Juliana berani berhadapan dengan produk dari merek ternama. Bahan dasarnya pun menggunakan bahan-bahan alami, seperti ekstrak cammomile dan lidah buaya.
Sedangkan untuk efek whitening menggunakan esktrak bunga daisy yang memiliki enzim yang cara kerjanya mirip dengan hidroquinon dengan efek mencerahkan kulit.
Produk Yabeta pun, kata dia, menggunakan teknologi nano sehingga dapat masuk ke dalam lapisan kulit dalam.
Tak hanya skin care, Juliana juga mengembangkan bisnisnya ke tata rias dekoratif serta eau de parfum (parfum) dan body mist.
Untuk parfum dan body mist, Yabeta menggandeng aktris Febi Febiola sebagai kreatif dan menamkan koleksi wewangiannya dengan merek Febiola Parfum.
“Febi itu ternyata berjiwa entrepreneur . Dia gak cuma sharing modal 50% saja untuk parfum, tetapi juga dia sumbang ide kreatif dan memberikan seminar kepada anak-anak muda bagaimana menciptakan produk dan merek, serta bagaimana menjualnya agar laku,” tutur Juliana.
Dari mendistribusikan ke toko-toko, akhirnya kini Yabeta melakukan inovasi pemasaran lewat online. Pihaknya menggandeng marketing online lewat febiolaparfum.com.
Kini, dalam sehari tak kurang 100 botol parfum dan body mist terjual kewat marketing online tersebut. Yabeta sendiri memiliki kapasitas produksi parfum sebanyak 5.000 botol per bulan, sedangkan body mist 25.000 botol per bulan. (bn)
'Juliana Melatih Insting Berjualan Sejak Masa Kecil ':
Artikel Bisnis Lainnya
- Pacu Semangat Membangun Jaringan Bisnis Membangun jaringan bisnis sama saja dengan menjalani pola hidup sehat . Kita tahu betul manfaatnya, tapi begitu sulit bergerak menuju ke sana. Ya, semua orang pernah mengalami saat-saat merasa malas dan enggan sekali menghadiri pertemuan bisnis penting yang akan banyak ... Artikel Bisnis - Jual Beli Online - Toko Online - Iklan Gratis
- Line, Satu Lagi Produk Jepang yang Go International Warga Jepang lazim menggunakan kereta komuter untuk bepergian kemana-mana. Banyak waktu yang dihabiskan di atas kereta komuter. Hal tersebut memakan 28% waktu penggunaan perangkat mobile di Jepang, dengan sebagian besar digunakan untuk keperluan berinteraksi melalui media ... Artikel Bisnis - Jual Beli Online - Toko Online - Iklan Gratis
- L. L. Beans: Merek Klasik yang Tetap Digemari Selama 98 Tahun Jika menurut banyak orang, busana yang trendi dan laris adalah jenis busana yang desainnya terus berubah setiap tahun, mungkin merek busana satu ini akan membuat mereka berubah pikiran. L. L. Beans terbukti bertahan di antara gempuran pesaing dengan tetap setia pada ... Artikel Bisnis - Jual Beli Online - Toko Online - Iklan Gratis
- Prinsip 4-2, Kunci Sukses Kakao Talk KakaoTalk muncul dari Kakao Corporation, sebuah perusahaan platform perangkat lunak yang didirikan pada tahun 2006. Perusahaan tersebut awalnya bernama IWILAB 5. Pendirinya ialah Kim Beom-soo, mantan CEO NHN Corporation, sebuah portal online terkemuka di Korea ... Artikel Bisnis - Jual Beli Online - Toko Online - Iklan Gratis
- Bisnis Nugget dari Olahan Ampas Tahu Limbah atau ampas tahu di pedesaan biasanya digunakan sebagai campuran makanan ternak dan terbuang begitu saja. Namun tidak jika di tangan pelajar SMK PGRI Sooko, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. Limbah tahu berasal dari kedelai yang digiling dan dihaluskan dengan mesin, bisa ... Artikel Bisnis - Jual Beli Online - Toko Online - Iklan Gratis
Jual Beli Online
Rating:
100%
based on 99998 ratings.
5 user reviews.
Anda baru saja membaca artikel yang berkategori dengan judul Juliana Melatih Insting Berjualan Sejak Masa Kecil . Jika kamu suka, jangan lupa like dan bagikan keteman-temanmu ya... By : Aneka Artikel Indonesia Terbaru
Artikel Menarik Lainnya :
Ditulis oleh:
Admin - Kamis, 07 November 2013

Belum ada komentar untuk " Juliana Melatih Insting Berjualan Sejak Masa Kecil "
Posting Komentar