Selasa, 16 Juli 2013 - 09:50:25 WIB
Sosrobahu, Teknik Konstruksi dari Indonesia yang Mendunia
Diposting oleh : admineciputra - Dibaca: 879 kali
Sekira 1980-an akhir koran-koran nasional ramai mengabarkan pembangunan jalan tol dari Cawang ke Tanjung Priok, yang memiliki panjang total kurang lebih 16,5 Km. Pembangunan jalan ini tak berlangsung mulus.
Ir. Tjokorda Raka Sukawati yang berhasil memecahkan persoalan ini dengan menciptakan tiang pancang yang diberinya nama Sosrobahu. Ir. Tjokorda lahir di Ubud, Bali. Gelar insinyurnya didapatkan dari sekolah di Departemen Sipil di Institut Teknologi Bandung (ITB). Karirnya dimulai saat ia masuk di perusahaan PT Hutama Karya hingga ia menjabat menjadi direktur perusahaan tersebut.
Ide muncul saat ia berada garasi mobil . Suatu hari Tjokorda hendak membetulkan mobil mercedes buatan tahun 1974-nya yang rusak.
Penemuannya ini langsung diterapkan pada proyek jalan layang yang sedang ditanganinya. Jadinya tiang penyangga jalan yang sudah kering dan dibangun sejajar ruas jalan lantas diputar 90 derajat melintang jalan.
Dan jalan layang tol Cawang-Tanjung Priok itu sebagai flyover pertama di dunia yang memakai teknik “pemutaran kepala tiang penyangga jalan terbang”. Meski presiden (Soeharto) dan petinggi pemerintahan negeri ini waktu itu sudah menyaksikannya dengan mata kepala sendiri, pada pemasangan ke-85 awal November 1989. Tetapi, Direktur Jenderal Hak Cipta Paten dan Merek baru mengeluarkan patennya pada 1995. Tiga tahun lebih lama dibanding Jepang yang memberinya pada 1992. Dua negara lain yang juga memberi paten adalah Malaysia dan Filipina.
Sekarang teknologi Sosrobahu sudah diekspor ke Filipina, Malaysia, Thailand dan Singapura. Salah satu jalan layang terpanjang di Metro Manila, yakni ruas Vilamore-Bicutan, memakai teknik yang merupakan buah karya teknik ciptaan Tjokorda. Di Filipina teknologi Sosrobahu diterapkan untuk 298 tiang jalan. Sedangkan di Kuala Lumpur sebanyak 135. Ketika teknologi Sosrobahu diterapkan di Filipina, Presiden Filipina Fidel Ramos berujar, "Inilah temuan Indonesia, sekaligus buah ciptaan putra ASEAN".
Dan menurut rencananya teknik ini akan dikembangkan versi 2-nya. Jika versi pertama memakai jangkar baja yang disusupkan ke beton, maka versi 2-nya hanya memasang kupingan yang berlubang di tengah. Lebih sederhana dan bahkan hanya memerlukan waktu kurang lebih 45 menit dibandingkan dengan yang pertama membutuhkan waktu dua hari. Dalam hitungan eksak, konstruksi Sosrobahu mampu bertahan sampai 100 tahun (1 abad). (Disarikan dari sumber/ *Akhlis)
Diposting oleh : admineciputra - Dibaca: 879 kali
Teknik Sosrobahu merupakan teknik konstruksi yang digunakan terutama untuk memutar bahu lengan beton jalan layang. Dengan teknik ini, lengan jalan layang diletakkan sejajar dengan jalan di bawahnya, selanjutnya diputar 90 derajat sehingga pembangunannya tidak mengganggu arus lalu lintas di jalanan di bawahnya.
Teknik ini banyak diterapkan di jalan layang, baik di Indonesia maupun di luar negeri, seperti Filipina, Malaysia, Thailand dan Singapura. Penemunya adalah orang Indonesia, yakni Ir. Tjokorda Raka Sukawati.
Sekira 1980-an akhir koran-koran nasional ramai mengabarkan pembangunan jalan tol dari Cawang ke Tanjung Priok, yang memiliki panjang total kurang lebih 16,5 Km. Pembangunan jalan ini tak berlangsung mulus.
Ir. Tjokorda Raka Sukawati yang berhasil memecahkan persoalan ini dengan menciptakan tiang pancang yang diberinya nama Sosrobahu. Ir. Tjokorda lahir di Ubud, Bali. Gelar insinyurnya didapatkan dari sekolah di Departemen Sipil di Institut Teknologi Bandung (ITB). Karirnya dimulai saat ia masuk di perusahaan PT Hutama Karya hingga ia menjabat menjadi direktur perusahaan tersebut.
Ide muncul saat ia berada garasi mobil . Suatu hari Tjokorda hendak membetulkan mobil mercedes buatan tahun 1974-nya yang rusak.
Penemuannya ini langsung diterapkan pada proyek jalan layang yang sedang ditanganinya. Jadinya tiang penyangga jalan yang sudah kering dan dibangun sejajar ruas jalan lantas diputar 90 derajat melintang jalan.
Dan jalan layang tol Cawang-Tanjung Priok itu sebagai flyover pertama di dunia yang memakai teknik “pemutaran kepala tiang penyangga jalan terbang”. Meski presiden (Soeharto) dan petinggi pemerintahan negeri ini waktu itu sudah menyaksikannya dengan mata kepala sendiri, pada pemasangan ke-85 awal November 1989. Tetapi, Direktur Jenderal Hak Cipta Paten dan Merek baru mengeluarkan patennya pada 1995. Tiga tahun lebih lama dibanding Jepang yang memberinya pada 1992. Dua negara lain yang juga memberi paten adalah Malaysia dan Filipina.
Sekarang teknologi Sosrobahu sudah diekspor ke Filipina, Malaysia, Thailand dan Singapura. Salah satu jalan layang terpanjang di Metro Manila, yakni ruas Vilamore-Bicutan, memakai teknik yang merupakan buah karya teknik ciptaan Tjokorda. Di Filipina teknologi Sosrobahu diterapkan untuk 298 tiang jalan. Sedangkan di Kuala Lumpur sebanyak 135. Ketika teknologi Sosrobahu diterapkan di Filipina, Presiden Filipina Fidel Ramos berujar, "Inilah temuan Indonesia, sekaligus buah ciptaan putra ASEAN".
Dan menurut rencananya teknik ini akan dikembangkan versi 2-nya. Jika versi pertama memakai jangkar baja yang disusupkan ke beton, maka versi 2-nya hanya memasang kupingan yang berlubang di tengah. Lebih sederhana dan bahkan hanya memerlukan waktu kurang lebih 45 menit dibandingkan dengan yang pertama membutuhkan waktu dua hari. Dalam hitungan eksak, konstruksi Sosrobahu mampu bertahan sampai 100 tahun (1 abad). (Disarikan dari sumber/ *Akhlis)
'Sosrobahu, Teknik Konstruksi dari Indonesia yang Mendunia ':
Artikel Bisnis Lainnya
- Berbisnis Online dengan Aplikasi Chrome dari Google Menjalankan bisnis di masa digital memerlukan alat-alat teknologi informasi. Penyelesaian pekerjaan seorang entrepreneur akan dapat dilakukan dalam waktu yang lebih singkat dan dengan tingkat efisiensi yang lebih baik jika ia dapat dengan cerdas memanfaatkan sumber daya di ... Artikel Bisnis - Jual Beli Online - Toko Online - Iklan Gratis
- Dari Kalkun, Suparjo Bisa Raih Untung Pada awalnya, Suparjo hanya iseng memelihara sepasang kalkun sebagaimana entok dan ayam yang dibiarkan berkeliaran begitu saja di lahan sekitar kolam. Namun melihat hasil penjualan kalkun yang lumayan, Suparjo mulai memikirkan bagaimana agar telur-telur ... Artikel Bisnis - Jual Beli Online - Toko Online - Iklan Gratis
- Accupunto: Kursi Karya Anak Bangsa Pemenang Award Dunia Semua berawal dari tantangan. Satu dekade lalu, Leonard Theosubarata tertantang untuk mendesain sebuah produk yang berkualitas tinggi, yang mampu menembus penghargaan bergengsi skala global di bidang desain: Red Dot Design Award 2003. ... Artikel Bisnis - Jual Beli Online - Toko Online - Iklan Gratis
- Ajarkan Ilmu Wirausaha Pada Anak Anda Mengajarkan cara pengelolaan uang dan kewirausahaan kepada anak sejak dini kini menjadi semakin penting. Bagaimana caranya? Simak saja Junior Achievement More than Money™, program global yang digagas oleh HSBC dan lembaga swadaya masyarakat Prestasi Junior Indonesia ... Artikel Bisnis - Jual Beli Online - Toko Online - Iklan Gratis
- Sharper Image: Tutup Akibat Bohong tentang Produk Didirikan pada tahun 1977 sebagai katalog penjualan jam tangan jogging, akhirnya Sharper Image berkembang menjadi sebuah toko elektronik konsumen high-end. Saat iPod dan barang-barang berteknologi tinggi lainnya yang bermerek mengambil alih pangsa pasar ... Artikel Bisnis - Jual Beli Online - Toko Online - Iklan Gratis
Jual Beli Online
Rating:
100%
based on 99998 ratings.
5 user reviews.
Anda baru saja membaca artikel yang berkategori dengan judul Sosrobahu, Teknik Konstruksi dari Indonesia yang Mendunia . Jika kamu suka, jangan lupa like dan bagikan keteman-temanmu ya... By : Aneka Artikel Indonesia Terbaru
Artikel Menarik Lainnya :
Ditulis oleh:
Admin - Selasa, 12 November 2013

Belum ada komentar untuk " Sosrobahu, Teknik Konstruksi dari Indonesia yang Mendunia "
Posting Komentar