• HOME

7 Alasan Para Eksekutif Korporat Gagal dalam Startup

Kamis, 03 Mei 2012 - 09:12:15 WIB
artikel-bisnis 7 Alasan Para Eksekutif Korporat Gagal dalam Startup
Diposting oleh : d4nu    - Dibaca: 560 kali

ceoEksekutif jajaran atas atau menengah dalam perusahaan yang terbiasa bekerja dalam perusahaan besar sering memandang iri para entrepreneur yang bekerja untuk stratup dan bermimpi betapa mudah dan menguntungkannya mengelola sebuah startup kecil tempat Anda bisa melihat gembaran keseluruhannya dan tampaknya Anda memiliki kendali penuh. Di dalam kenyataannya, sangat sedikit sekali pekerja profesional yang berprestasi atau eksekutif sukses yang dulunya bekerja di korporasi besar yang berhasil berkembang maksimal dalam lingkungan startup terutama yang berada pada tahap awal perintisan.

Pekerjaan seorang eksekutif perusahaan besar sangat berbeda dari pekerjaan eksekutif dalam perusahaan skala kecil. Budaya kerjanya berbeda, ketrampilan yang dibutuhkan juga berbeda, dan pengalaman dari satu pihak bisa berbeda jauh dari pengalaman pihak lain.

Michael Frankdalam sebuah artikel Harvard Business  Review yang ditujukan bagi para eksekutif mengemukakan 7 masalah yang harus dihadapi oleh eksekutif korporasi besar yang ingin sukses berwirausaha dalam startup/ usaha baru.

Ketrampilan yang tidak diperlukan
Dalam perusahaan besar, kemampuan untuk menjalin dan membangun pengaruh untuk mengarahkan sumber daya yang ada ke tempat yang diperlukan dianggap penting. Namun tak demikian halnya dalam startup kecil. Ketrampilan ini ‘membunuh’ Anda dalam perusahaan yang lebih kecil karena sumber daya yang terlalu banyak bisa berakibat negatif.

Lupakan staf dan pengawal
Satu hal yang harus disadari oleh para mantan eksekutif korporasi besar jika ingin bertahan dalam lingkungan startup ialah kenyataan bahwa mereka awalnya harus nyaman untuk mengerjakan semua hal sendirian. Dari tukang sapu kantor hingga direktur, semua posisi itu bisa disandang oleh satu orang dalam sebuah startup baru.


Jika Anda mengeluhkan ketiadaan staf atau pegawai yang bisa membantu meringankan beban pekerjaan, risikonya bisa jadi pembengkakan biaya dan pengeluaran yang mengalihkan ushaa dari penciptaan nilai yang lebih krusial.

Jangan pernah menyembunyikan kesalahan
Dalam perusahaan besar, menyembunyikan kesalahan kita dengan melimpahkannya pada bawahan atau rekan kerja bisa menjadi ‘solusi’ saat keadaan memburuk. Namun di startup, tidak demikian keadaannya. Saat Anda melakukan kesalahan, tak peduli posisi Anda, Anda harus mengakuinya dengan ksatria karena kejujuran dan keberanian untuk mengakui kesalahan sendiri akan memupuk iklim kerja yang penuh kepercayaan dan persatuan, apalagi jika Anda memiliki rekan kerja dalam startup tersebut.

Tak ada waktu untuk kelambanan
Dalam perusahaan besar, kecepatan dalam melangkah tidak terlalu menjadi masalah krusial dalam menentukan keberhasilan. Ini karena korporasi besar umumnya memiliki lapisan birokrasi yang banyak dan keuangan yang lebih mantap, tetapi di startup yang jauh lebih kecil, Anda tidak bisa melakukannya. Anda harus tetap melaju cepat di depan perusahaan-perusahaan besar tersebut jika tidak ingin terlindas oleh ‘mesin-mesin’ raksasa mereka.

Bersikap selektif dalam pemecahan masalah
Para manajer dalam perusahaan besar sering mendapatkan peluang untuk memikirkan tantangan di masa depan jika keadaan sedang stabil. Di startup, entrepreneur hanya memiliki sedikit waktu untuk itu, hanya ada sedikit sekali waktu untuk melakukan perencanaan masa depan seperti itu.

Membiasakan diri dengan penyusunan anggaran yang berubah-ubah
Perusahaan besar biasanya beroperasi dengan anggaran yang disusun setahun sekali, dan sering penyusunan anggaran itu sudah dilakukan berbulan-bulan sebelum mulainya tahun fiskal.  Dalam startup, keuangan tidak dijalankan berdasarkan sebuah anggaran tahunan yang sudah dibuat sebelumnya. Bisa jadi anggaran itu terus berubah seiring keadaan, atau dibuat dalam jangka waktu yang lebih pendek, misalnya bulanan.

Pahami bahwa pengaruh harian Anda besar pada bisnis
Sebagai entrepreneur, perlu disadari adanya tanggung jawab yang lebih besar. Jika keputusan Anda salah, semua usaha bisa runtuh. Jika Anda membuat keputusan yang benar, usaha Anda akan melaju lebih kencang dan meraup lebih banyak untung. Banyak keputusan hidup-mati yang harus dihadapi oleh entrepreneur dalam sebuah startup, ini jarang dihadapi oleh eksekutif dalam perusahaan besar. (*AP)


'7 Alasan Para Eksekutif Korporat Gagal dalam Startup':

Artikel Bisnis Lainnya
  • 7 Pertanyaan untuk Uji Kepemimpinan Entrepreneur                             Kepemimpinan dan entrepreneurship berjalan seiring. Keduanya ... Artikel Bisnis

  • 3 Cara Terbaik Bangun Kepercayaan Diri Entrepreneur Sedikit orang berhasil dalam bisnis tanpa memiliki kepercayaan diri yang kokoh. Namun, setiap orang memiliki sedikit banyak perasaan kurang percaya diri dari waktu ke waktu. Berikut ialah 3 cara yang Anda bisa gunakan untuk mendorong munculnya rasa percaya diri sebagai entrepreneur ... Artikel Bisnis

  • Di-PHK Malah Jadi Pengusaha Sukses Tidak selamanya pemutusan hubungan kerja (PHK) harus ditangisi. Tak selamanya pula pemutusan hubungan kerja membawa penderitaan. Bagi Kurniawan Santosa, misalnya, pemutusan hubungan kerja justru menjadi pembuka jalan untuk maju dan sukses. Gara-gara terkena PHK, Kurniawan kini memiliki ... Artikel Bisnis

  • Mulai Berbisnis Sejak Dini Melatih dan menumbuhkan sisi entrepreneurship merupakan hal yang sangat krusial di era globalisasi. Itu harus dipupuk sejak dini. Salah satu sekolah yang bisa memfasilitasi hal tersebut adalah Sekolah Citra Berkat. Sekolah itu memiliki kekuatan dalam membangun MASK (Mindset, Attitude, ... Artikel Bisnis

  • Bos Logistik Lebarkan Sayap ke Bisnis Kopi Energi Rudy Pesik dalam berbisnis seakan tak pernah padam. Sukses membesarkan DHL di Indonesia, tak membuatnya berhenti berkreasi. Dua tahun terakhir, dia agresif lewat mainan barunya: Kedai Kopi Kamu. Perkenalan Rudy dengan bisnis kopi dimulai saat bertemu pebisnis minuman kelas dunia, ... Artikel Bisnis


Jual Beli Online
Rating: 100% based on 99998 ratings. 5 user reviews.
Anda baru saja membaca artikel yang berkategori dengan judul 7 Alasan Para Eksekutif Korporat Gagal dalam Startup. Jika kamu suka, jangan lupa like dan bagikan keteman-temanmu ya... By : Aneka Artikel Indonesia Terbaru
Ditulis oleh: Admin - Senin, 18 Februari 2013

Belum ada komentar untuk "7 Alasan Para Eksekutif Korporat Gagal dalam Startup"

Posting Komentar