Senin, 30 April 2012 - 08:48:53 WIB
Mendaur Kulit Kodok Menjadi Tas
Diposting oleh : septian - Dibaca: 505 kali
Guna memenuhi selera pasar, selama ini banyak produsen menawarkan produk fesyen seperti tas dan dompet dengan model unik dan dibuat dari bahan berkualitas. Untuk menghasilkan produk yang menarik, mereka sering menggunakan kulit binatang sebagai bahan baku produk.
Beberapa kulit binatang yang selama ini sering dipakai, seperti kulit ular, buaya, dan sapi. Namun, masih jarang yang menggunakan kulit kodok sebagai bahan baku produk.
Salah satu produsen yang menggunakan kulit kodok sebagai bahan baku produk adalah Cadusa, The Indonesiaz Exotic Leather dari Yogyakarta. Pemilik usaha ini, Ditto Wahyutomo bilang, pembuatan produk fesyen berbahan kulit kodok masih tergolong baru.
"Kulit kodok ini saya pakai sebagai bahan pembuatan tas dan dompet," jelasnya.
Karena pemakaian kulit kodok masih jarang, ia mengklaim, produk tas dan dompetnya berbeda dari yang lain. "Setidaknya itu menjadi ciri khas produk saya," ujarnya.
Menurut Ditto, pemanfaatan kulit kodok sebagai bahan pembuatan tas dan dompet tidak gampang. Perlu keahlian khusus dalam mengolah kulit kodok sehingga menarik dan memiliki kesan eksotis. "Selain itu pasokan kodoknya juga sulit diperoleh," ujarnya.
Selama ini, ia mendapat pasokan kodok dari Papua dan Kalimantan. Ditto mengaku telah memulai usaha ini sejak tahun 2005.
Selain kulit kodok, ia juga menggunakan kulit binatang lain sebagai bahan baku, seperti kulit buaya dan kambing. Selain tas dan dompet, ia juga memproduksi jaket dan sepatu wanita.
Aneka produk fesyen yang dihasilkannya itu dibanderol mulai dari Rp 250.000 - Rp 10 juta per buah. Ditto mengaku bisa meraup omzet rata-rata hingga Rp 50 juta per bulan.
Namun, jika sedang ada pameran, omzetnya bisa mencapai Rp 70 juta. Biasanya, Ditto mengikuti pameran sebanyak tiga kali dalam setahun.
Pelanggannya berasal dari beberapa daerah di Indonesia, seperti Jakarta, Yogyakarta, Palembang, Bengkulu, dan Makassar. Ia bilang, bisnis kerajinan dari kulit binatang ini prospeknya bagus.
Martini, pemilik Bagpose dari Bandung, Jawa Barat mengamini, permintaan kerajinan tas atau dompet cukup tinggi. Martini sendiri fokus memproduksi tas dan dompet yang terbuat dari kulit sapi.
Ia membanderol tas buatannya mulai dari harga Rp 300.000 hingga Rp 800.000 per buah. Sementara dompet dibanderol mulai Rp 100.000 smapai Rp 300.000 per buah.
"Pelanggan terbesar saya banyak datang dari Jakarta," kata Martini.
kontan.co.id
Diposting oleh : septian - Dibaca: 505 kali
Guna memenuhi selera pasar, selama ini banyak produsen menawarkan produk fesyen seperti tas dan dompet dengan model unik dan dibuat dari bahan berkualitas. Untuk menghasilkan produk yang menarik, mereka sering menggunakan kulit binatang sebagai bahan baku produk.
Beberapa kulit binatang yang selama ini sering dipakai, seperti kulit ular, buaya, dan sapi. Namun, masih jarang yang menggunakan kulit kodok sebagai bahan baku produk.
Salah satu produsen yang menggunakan kulit kodok sebagai bahan baku produk adalah Cadusa, The Indonesiaz Exotic Leather dari Yogyakarta. Pemilik usaha ini, Ditto Wahyutomo bilang, pembuatan produk fesyen berbahan kulit kodok masih tergolong baru.
"Kulit kodok ini saya pakai sebagai bahan pembuatan tas dan dompet," jelasnya.
Karena pemakaian kulit kodok masih jarang, ia mengklaim, produk tas dan dompetnya berbeda dari yang lain. "Setidaknya itu menjadi ciri khas produk saya," ujarnya.
Menurut Ditto, pemanfaatan kulit kodok sebagai bahan pembuatan tas dan dompet tidak gampang. Perlu keahlian khusus dalam mengolah kulit kodok sehingga menarik dan memiliki kesan eksotis. "Selain itu pasokan kodoknya juga sulit diperoleh," ujarnya.
Selama ini, ia mendapat pasokan kodok dari Papua dan Kalimantan. Ditto mengaku telah memulai usaha ini sejak tahun 2005.
Selain kulit kodok, ia juga menggunakan kulit binatang lain sebagai bahan baku, seperti kulit buaya dan kambing. Selain tas dan dompet, ia juga memproduksi jaket dan sepatu wanita.
Aneka produk fesyen yang dihasilkannya itu dibanderol mulai dari Rp 250.000 - Rp 10 juta per buah. Ditto mengaku bisa meraup omzet rata-rata hingga Rp 50 juta per bulan.
Namun, jika sedang ada pameran, omzetnya bisa mencapai Rp 70 juta. Biasanya, Ditto mengikuti pameran sebanyak tiga kali dalam setahun.
Pelanggannya berasal dari beberapa daerah di Indonesia, seperti Jakarta, Yogyakarta, Palembang, Bengkulu, dan Makassar. Ia bilang, bisnis kerajinan dari kulit binatang ini prospeknya bagus.
Martini, pemilik Bagpose dari Bandung, Jawa Barat mengamini, permintaan kerajinan tas atau dompet cukup tinggi. Martini sendiri fokus memproduksi tas dan dompet yang terbuat dari kulit sapi.
Ia membanderol tas buatannya mulai dari harga Rp 300.000 hingga Rp 800.000 per buah. Sementara dompet dibanderol mulai Rp 100.000 smapai Rp 300.000 per buah.
"Pelanggan terbesar saya banyak datang dari Jakarta," kata Martini.
kontan.co.id
'Mendaur Kulit Kodok Menjadi Tas':
Artikel Bisnis Lainnya
- Kocek Melimpah dari Beternak Lintah Dibalik wujudnya yang menjijikan, lintah rupanya memiliki khasiat membantu menyembuhkan berbagai penyakit. Selain itu, jika dijadikan sebagai sebuah bisnis prospeknya sangat cerah karena omzet yang dihasilkan sangat berlimpah. Tidakkah Anda tertarik? Dari mana datangnya lintah? Dari ... Artikel Bisnis
- Membuka Wedding Organizer Pernikahan adalah sebuah acara yang sakral dan suci. Semua orang menghendaki pernikahan mereka berjalan lancar tanpa halangan. Bagi kebanyakan keluarga di Indonesia yang ukurannya besar, menyelenggarakan acara pernikahan dengan skala yang kecil atau sedang mungkin tidak menjadi sebuah ... Artikel Bisnis
- H Mustofa, Pengusaha Sukses yang Buta Huruf Kebutuhan pabrik terhadap besi tua semakin besar, sehingga harga penjualan besi tua semakin bersaing. H. Mustofa, salah seorang pengusaha pemasok besi tua yang tinggal di Jalan Sidorame 30 Surabaya, mengatakan paling tidak saat ini dirinya memasok empat perusahaan pengecoran besi, yakni Hanil ... Artikel Bisnis
- Suyoto, Pasarkan Wayang Hingga ke Mancanegara Wayang kulit merupakan salah satu seni budaya masyarakat Jawa, yang sampai kini tetap bertahan di tengah derasnya infiltrasi budaya asing yang melekat pada perubahan masyarakat di kehidupan modern. Kini, negara-negara tertentu seperti Malaysia, Brunwi Darussalam, Jepang Belanda dan Amerika ... Artikel Bisnis
- Susu Listrik: Karya Inovatif dari Anak Muda Malang Banyak sekali inovasi yang berawal bukan dari hal-hal yang rumit dan membuat alis berkerut. Inovasi yang sukses justru biasanya berawal dari solusi-solusi sederhana yang efektif dan memberikan dampak besar pada perbaikan kualitas hidup orang banyak. Itulah kira-kira yang menjadi pesan ... Artikel Bisnis
Jual Beli Online
Rating:
100%
based on 99998 ratings.
5 user reviews.
Anda baru saja membaca artikel yang berkategori dengan judul Mendaur Kulit Kodok Menjadi Tas. Jika kamu suka, jangan lupa like dan bagikan keteman-temanmu ya... By : Aneka Artikel Indonesia Terbaru
Artikel Menarik Lainnya :
Ditulis oleh:
Admin - Senin, 18 Februari 2013

Belum ada komentar untuk "Mendaur Kulit Kodok Menjadi Tas"
Posting Komentar