Kamis, 31 Mei 2012 - 08:59:47 WIB
Asyiknya Belajar Entrepreneurship dengan Backpacking
Diposting oleh : d4nu - Dibaca: 386 kali
Anda baru saja lulus dari sekolah? Atau telah berhasil mengantongi gelar sarjana? Jangan sia-siakan waktu luang Anda dengan melakukan hal-hal yang kurang bermakna. �
Untuk mengisi waktu dan sekaligus menambah pengalaman, Anda perlu banyak belajar. Tetapi tunggu dulu, jangan berpikir bahwa belajar harus terpaku di gedung sekolah.
�
Bila Anda tertarik untuk menekuni dunia entrepreneurship, tidak ada tempat belajar yang lebih baik daripada kehidupan nyata. Dan bepergian dengan menjadi seorang backpacker (bukan turis/ wisatawan) adalah salah satu cara untuk mengasah ketrampilan dan pengetahuan sebagai entrepreneur kelak.
�
Backpacking asah kemampuan perencanaan
Ini hampir sama seperti membuat business plan. Saat Anda bepergian dengan mandiri sebagai seorang backpacker, Anda harus memiliki persiapan yang matang sebelumnya. Jauh-jauh hari Anda perlu memikirkan apa saja yang perlu dibawa, tempat apa saja yang perlu disambangi, dan sebagainya.
�
Backpacking pertajam ketrampilan pengaturan keuangan
Seperti saat seorang entrepreneur memulai sebuah usaha, bepergian sebagai backpacker juga memerlukan sebuah ketrampilan dalam mengatur aliran kas sehari-hari. Kecermatan memilih alat transportasi yang diperlukan untuk mencapai kota tujuan dengan biaya yang paling terjangkau bagi Anda juga diperlukan nantinya jika Anda harus memilih alat-alat bisnis, lokasi usaha, peralatan produksi, dan sebagainya.
�
Backpacking perkuat kecakapan interpersonal
Bersosialisasi dengan baik bahkan dengan orang asing merupakan satu hal yang perlu dilakukan backpacker dengan baik. Ia perlu mengetahui bagaimana caranya berbahasa asing dengan lancar untuk bertanya pada orang di sekitarnya, berkomunikasi dan bahkan berjejaring dengan mereka. Tak hanya ini menambah lingkup pergaulan sosial tetapi juga menambah peluang untuk bekerjasama di masa depan. Kecakapan ini amat vital bagi entrepreneur. Bahkan seorang entrepreneur introverted pun perlu sedikit demi sedikit mempelajarinya agar bisa lebih maju.
�
Backpacking buat otak encer
Otak seorang backpacker terus dihadapkan pada hal-hal baru. Mereka bertemu dengan rute baru, tempat baru, budaya baru, bahasa baru, dan sebagainya. Banyak hal yang baru yang patut dipelajari dalam waktu singkat. Dan inilah yang memacu otak untuk terus bekerja dan terlibat secara aktif dalam kegiatan fisik kita. Semua rutinitas umumnya membuat otak menjadi lebih tumpul dan kebaruan mempertajamnya. Ketrampilan memecahkan masalah juga dipelajari di dalam menjelajah tempat baru. Bayangkan jika Anda tersesat di sebuah negara atau kota yang tak pernah Anda kunjungi sebelumnya. Mungkin Anda akan bingung dan stres pada awalnya, tetapi tantangan ini membuat pikiran terpacu untuk memecahkan masalah dengan cepat. Anda harus putuskan naik kereta rute A atau rute B, memilih belok ke kanan atau ke kiri. Semua itu juga berkaitan dengan kemampuan mengambil keputusan yang baik.
�
Backpacking membuat berani ambil risiko
Risk-taking merupakan hal yang tak bisa dihindari dalam bepergian sebagai backpacker. Anda mau tak mau harus mengambil risiko berbagai kemungkinan, baik positif dan negatif. Terutama yang negatif, Anda perlu mengambil langkah antisipatif. Keberanian ini sama dengan satu ciri entrepreneur yang sukses, yakni berani ambil risiko yang terukur. (Gambar: kanikiworld.com/*AP)
Diposting oleh : d4nu - Dibaca: 386 kali
Anda baru saja lulus dari sekolah? Atau telah berhasil mengantongi gelar sarjana? Jangan sia-siakan waktu luang Anda dengan melakukan hal-hal yang kurang bermakna. �
Untuk mengisi waktu dan sekaligus menambah pengalaman, Anda perlu banyak belajar. Tetapi tunggu dulu, jangan berpikir bahwa belajar harus terpaku di gedung sekolah.
�
Bila Anda tertarik untuk menekuni dunia entrepreneurship, tidak ada tempat belajar yang lebih baik daripada kehidupan nyata. Dan bepergian dengan menjadi seorang backpacker (bukan turis/ wisatawan) adalah salah satu cara untuk mengasah ketrampilan dan pengetahuan sebagai entrepreneur kelak.
�
Backpacking asah kemampuan perencanaan
Ini hampir sama seperti membuat business plan. Saat Anda bepergian dengan mandiri sebagai seorang backpacker, Anda harus memiliki persiapan yang matang sebelumnya. Jauh-jauh hari Anda perlu memikirkan apa saja yang perlu dibawa, tempat apa saja yang perlu disambangi, dan sebagainya.
�
Backpacking pertajam ketrampilan pengaturan keuangan
Seperti saat seorang entrepreneur memulai sebuah usaha, bepergian sebagai backpacker juga memerlukan sebuah ketrampilan dalam mengatur aliran kas sehari-hari. Kecermatan memilih alat transportasi yang diperlukan untuk mencapai kota tujuan dengan biaya yang paling terjangkau bagi Anda juga diperlukan nantinya jika Anda harus memilih alat-alat bisnis, lokasi usaha, peralatan produksi, dan sebagainya.
�
Backpacking perkuat kecakapan interpersonal
Bersosialisasi dengan baik bahkan dengan orang asing merupakan satu hal yang perlu dilakukan backpacker dengan baik. Ia perlu mengetahui bagaimana caranya berbahasa asing dengan lancar untuk bertanya pada orang di sekitarnya, berkomunikasi dan bahkan berjejaring dengan mereka. Tak hanya ini menambah lingkup pergaulan sosial tetapi juga menambah peluang untuk bekerjasama di masa depan. Kecakapan ini amat vital bagi entrepreneur. Bahkan seorang entrepreneur introverted pun perlu sedikit demi sedikit mempelajarinya agar bisa lebih maju.
�
Backpacking buat otak encer
Otak seorang backpacker terus dihadapkan pada hal-hal baru. Mereka bertemu dengan rute baru, tempat baru, budaya baru, bahasa baru, dan sebagainya. Banyak hal yang baru yang patut dipelajari dalam waktu singkat. Dan inilah yang memacu otak untuk terus bekerja dan terlibat secara aktif dalam kegiatan fisik kita. Semua rutinitas umumnya membuat otak menjadi lebih tumpul dan kebaruan mempertajamnya. Ketrampilan memecahkan masalah juga dipelajari di dalam menjelajah tempat baru. Bayangkan jika Anda tersesat di sebuah negara atau kota yang tak pernah Anda kunjungi sebelumnya. Mungkin Anda akan bingung dan stres pada awalnya, tetapi tantangan ini membuat pikiran terpacu untuk memecahkan masalah dengan cepat. Anda harus putuskan naik kereta rute A atau rute B, memilih belok ke kanan atau ke kiri. Semua itu juga berkaitan dengan kemampuan mengambil keputusan yang baik.
�
Backpacking membuat berani ambil risiko
Risk-taking merupakan hal yang tak bisa dihindari dalam bepergian sebagai backpacker. Anda mau tak mau harus mengambil risiko berbagai kemungkinan, baik positif dan negatif. Terutama yang negatif, Anda perlu mengambil langkah antisipatif. Keberanian ini sama dengan satu ciri entrepreneur yang sukses, yakni berani ambil risiko yang terukur. (Gambar: kanikiworld.com/*AP)
'Asyiknya Belajar Entrepreneurship dengan Backpacking':
Artikel Bisnis Lainnya
- Rawi Tak Kapok Berbisnis KomputerPria sederhana kelahiran Surabaya ini� adalah pemilik usaha Pradana Komputer (Prakom) yang sudah cukup punya nama di Jakarta. Usahanya itu meliputi penanganan perawatan perangkat server dan komputer� milik bank dan kantor pajak. Tidak hanya itu, Prakom juga menyediakan ... Artikel Bisnis
- Siapa Bilang Berbisnis di Rumah Gampang?Bagi sebagian orang, menjadi karyawan tidak sepenuhnya membawa kebahagiaan. Tak heran, menjadi pengusaha menjadi cita-cita setiap wanita karier. Mereka berpikir kalau bekerja sebagai wirausaha, mereka dapat lebih mudah mengatur waktu untuk keluarga dan pekerjaan. Namun kenyataannya tidak ... Artikel Bisnis
- Resep Tembus Pasar Jepang untuk Pelaku UKM RIMenurut sejumlah pengusaha Jepang dan dari hasil studi Kemendag di Jepang selama ini, ada beberapa kiat yang perlu diketahui oleh pengusaha eksportir Indonesia khususnya dari kelompok UKM dalam memasuki pasar Jepang, antara lain sebagai berikut : A. Pola Permintaan a. Permintaan ... Artikel Bisnis
- Inovasi Tahu Menjadi Selai Bernama 'A Soy' Menyulap sampah terbuang menjadi sebuah peluang. Kalimat inilah yang pantas mewakili kreativitas lima mahasiswa Universitas Gadjah Mada, yakni Ahmad Muhaimin Alfarisy, Dian Purnami Handayani, Friestisya Blorindayoga Hariandrie, Mudrikah, dan Ristiani Puji Lestari, yang belum lama ini ... Artikel Bisnis
- Kiat Berbisnis dengan Pengusaha Arab Saudi 1). Untuk mengadakan pendekatan bisnis dengan pengusaha Arab Saudi, harus sekaligus mengadakan pendekatan sosial dengan sopan dan ramah tamah. Karena kalau kita melakukan tindakan tersebut, dianggap sangat memperhatikan mereka dan mereka menjadi ... Artikel Bisnis
Jual Beli Online
Rating:
100%
based on 99998 ratings.
5 user reviews.
Anda baru saja membaca artikel yang berkategori dengan judul Asyiknya Belajar Entrepreneurship dengan Backpacking. Jika kamu suka, jangan lupa like dan bagikan keteman-temanmu ya... By : Aneka Artikel Indonesia Terbaru
Artikel Menarik Lainnya :
Ditulis oleh:
Admin - Jumat, 15 Maret 2013

Belum ada komentar untuk "Asyiknya Belajar Entrepreneurship dengan Backpacking"
Posting Komentar