Rabu, 30 Mei 2012 - 14:37:28 WIB
Inovasi Tahu Menjadi Selai Bernama 'A Soy'
Diposting oleh : d4nu - Dibaca: 586 kali

Menyulap sampah terbuang menjadi sebuah peluang. Kalimat inilah yang pantas mewakili kreativitas lima mahasiswa Universitas Gadjah Mada, yakni Ahmad Muhaimin Alfarisy, Dian Purnami Handayani, Friestisya Blorindayoga Hariandrie, Mudrikah, dan Ristiani Puji Lestari, yang belum lama ini berhasil mengolah limbah ampas tahu menjadi selai lezat yang bergizi dan memiliki nilai ekonomi cukup tinggi.
Bila dulunya ampas tahu hanya dimanfaatkan sebagai campuran pakan ternak atau bahkan hanya dibuang menjadi limbah industri yang menimbulkan bau menyengat pada lingkungan sekitarnya, Alfarisy beserta keempat rekannya mencoba menginovasikan limbah tersebut menjadi produk selai yang mengandung karbohidrat, protein, isoflavon, dan serat yang cukup tinggi sehingga dipercaya bisa menyehatkan pencernaan para konsumennya dan mencegah gejala penuaan dini.
Mengusung nama A Soy sebagai brand produk selai ampas tahu yang mereka ciptakan, kelima mahasiswa angkatan 2010 ini memproduksi selai unik tersebut dengan cara yang sangat sederhana. Pertama-tama ampas tahu yang masih segar dikukus selama kurang lebih 1 jam agar ampas tahu bisa lebih awet. Selanjutnya ampas yang telah dikukus dicampur dengan buah-buahan yang sudah diblender dan ditambahkan dengan gula pasir, cengkeh dan kayu manis. Kemudian campuran bahan baku tersebut dimasak menggunakan penggorengan dan dididihkan hingga benar-benar mengental. Untuk komposisi bahan baku yang ideal, Alfarisy menggunakan perbandingan ampas tahu dan buah segar 1 : 2.
Meskipun baru dirintis pada akhir Februari lalu, namun produk A Soy bisa diterima pasar dengan mudah dan mendatangkan untung cukup besar bagi Alfarisy dan teman-temannya. Mendapatkan bantuan dana dari Program Mahasiswa Kreatif (PMK) Direktorat Pendidikan Tinggi (DIKTI) 2012, lima sekawan ini semakin terdorong untuk mengembangkan temuannya dan memasarkan selai ampas tahu dalam berbagai macam produk, salah satunya yaitu roti bakar A Soy. Dibandrol dengan harga Rp 1.500,00 per buah, sekarang ini A Soy menawarkan empat varian rasa unik yaitu rasa apel, jambu, pisang, dan cokelat susu. Kedepannya, roti bakar selai ampas tahu ini akan mereka kembangkan dengan varian rasa yang lebih beragam, seperti rasa blueberry, mocca, sirsak, dan beberapa rasa oriental lainnya.
Selain dikemas menjadi roti bakar yang lezat, A Soy juga akan dikemas dalam bentuk cup selai ukuran 200 gram dan akan dipasarkan dengan harga Rp 6.500,00 per cup. Memanfaatkan kantin-kantin yang terdapat di beberapa fakultas UGM, serta kantin di Fakultas Universitas Negeri Yogyakarta, sekarang ini produk A Soy telah berhasil mendapatkan omset penjualan sekitar Rp 1, 8 juta dan diterima konsumen dengan sangat baik. (*Bisnisukm.com)
Diposting oleh : d4nu - Dibaca: 586 kali
Menyulap sampah terbuang menjadi sebuah peluang. Kalimat inilah yang pantas mewakili kreativitas lima mahasiswa Universitas Gadjah Mada, yakni Ahmad Muhaimin Alfarisy, Dian Purnami Handayani, Friestisya Blorindayoga Hariandrie, Mudrikah, dan Ristiani Puji Lestari, yang belum lama ini berhasil mengolah limbah ampas tahu menjadi selai lezat yang bergizi dan memiliki nilai ekonomi cukup tinggi.
Bila dulunya ampas tahu hanya dimanfaatkan sebagai campuran pakan ternak atau bahkan hanya dibuang menjadi limbah industri yang menimbulkan bau menyengat pada lingkungan sekitarnya, Alfarisy beserta keempat rekannya mencoba menginovasikan limbah tersebut menjadi produk selai yang mengandung karbohidrat, protein, isoflavon, dan serat yang cukup tinggi sehingga dipercaya bisa menyehatkan pencernaan para konsumennya dan mencegah gejala penuaan dini.
Mengusung nama A Soy sebagai brand produk selai ampas tahu yang mereka ciptakan, kelima mahasiswa angkatan 2010 ini memproduksi selai unik tersebut dengan cara yang sangat sederhana. Pertama-tama ampas tahu yang masih segar dikukus selama kurang lebih 1 jam agar ampas tahu bisa lebih awet. Selanjutnya ampas yang telah dikukus dicampur dengan buah-buahan yang sudah diblender dan ditambahkan dengan gula pasir, cengkeh dan kayu manis. Kemudian campuran bahan baku tersebut dimasak menggunakan penggorengan dan dididihkan hingga benar-benar mengental. Untuk komposisi bahan baku yang ideal, Alfarisy menggunakan perbandingan ampas tahu dan buah segar 1 : 2.
Meskipun baru dirintis pada akhir Februari lalu, namun produk A Soy bisa diterima pasar dengan mudah dan mendatangkan untung cukup besar bagi Alfarisy dan teman-temannya. Mendapatkan bantuan dana dari Program Mahasiswa Kreatif (PMK) Direktorat Pendidikan Tinggi (DIKTI) 2012, lima sekawan ini semakin terdorong untuk mengembangkan temuannya dan memasarkan selai ampas tahu dalam berbagai macam produk, salah satunya yaitu roti bakar A Soy. Dibandrol dengan harga Rp 1.500,00 per buah, sekarang ini A Soy menawarkan empat varian rasa unik yaitu rasa apel, jambu, pisang, dan cokelat susu. Kedepannya, roti bakar selai ampas tahu ini akan mereka kembangkan dengan varian rasa yang lebih beragam, seperti rasa blueberry, mocca, sirsak, dan beberapa rasa oriental lainnya.
Selain dikemas menjadi roti bakar yang lezat, A Soy juga akan dikemas dalam bentuk cup selai ukuran 200 gram dan akan dipasarkan dengan harga Rp 6.500,00 per cup. Memanfaatkan kantin-kantin yang terdapat di beberapa fakultas UGM, serta kantin di Fakultas Universitas Negeri Yogyakarta, sekarang ini produk A Soy telah berhasil mendapatkan omset penjualan sekitar Rp 1, 8 juta dan diterima konsumen dengan sangat baik. (*Bisnisukm.com)
'Inovasi Tahu Menjadi Selai Bernama 'A Soy'':
Artikel Bisnis Lainnya
- Kiat Berbisnis dengan Pengusaha Arab Saudi 1). Untuk mengadakan pendekatan bisnis dengan pengusaha Arab Saudi, harus sekaligus mengadakan pendekatan sosial dengan sopan dan ramah tamah. Karena kalau kita melakukan tindakan tersebut, dianggap sangat memperhatikan mereka dan mereka menjadi ... Artikel Bisnis
- 10 Pertanyaan Pengukur Menarik Tidaknya Model Bisnis Dalam terbitan pertama Build, dari tim majalah Inc, dipublikasikan artikel dengan tema: Satu cara untuk mengevaluasi kelebihan model bisnis Anda ialah untuk mengevaluasi seberapa sukarnya bagi pelanggan untuk meninggalkan. Tulisan itu disusun oleh Rita Gunther McGranth, seorang dosen di ... Artikel Bisnis
- 3 Kiat Buat Bisnis Online yang Personal untuk Tarik PelangganSiapapun bisa memiliki bisnis online sekarang ini. Namun, tingkat persaingan yang demikian tinggi membuat bisnis onlinejuga membutuhkan kiat tersendiri agar bisa sukses. Untuk itulah Anda perlu menuangkan kepribadian Anda sebagai entrepreneur dalam bisnis online Anda. Pada dasarnya ... Artikel Bisnis
- Belajar Menjadi Entrepreneur yang Peduli Jika kran di di dapur staf rusak dan tidak ada orang yang memperbaikinya, kolega-kolega akan mulai merasa diabaikan oleh pemimpin. Seperti memperbaiki jendela yang rusak dalam sebuah rumah, memperbaiki hal-hal kecil yang rusak membantu tetap terjaganya kebanggaan bersama sebagai sebuah ... Artikel Bisnis
- Tim Penilai Waralaba DibentukKecemasan peminta bisnis waralaba akan lebih berkurang. Hingga kini, kita bisa temui banyak bisnis yang menawarkan peluang waralaba atau peluang bisnis dengan dalih waralaba yang menguntungkan. Pembentukan tim penilai waralaba oleh Kementerian Perdagangan RI akan mengatasi kecemasan ... Artikel Bisnis
Jual Beli Online
Rating:
100%
based on 99998 ratings.
5 user reviews.
Anda baru saja membaca artikel yang berkategori dengan judul Inovasi Tahu Menjadi Selai Bernama 'A Soy'. Jika kamu suka, jangan lupa like dan bagikan keteman-temanmu ya... By : Aneka Artikel Indonesia Terbaru
Artikel Menarik Lainnya :
Ditulis oleh:
Admin - Jumat, 15 Maret 2013

Belum ada komentar untuk "Inovasi Tahu Menjadi Selai Bernama 'A Soy'"
Posting Komentar