• HOME

Resep Tembus Pasar Jepang untuk Pelaku UKM RI

Rabu, 30 Mei 2012 - 14:39:54 WIB
artikel-bisnis Resep Tembus Pasar Jepang untuk Pelaku UKM RI
Diposting oleh : d4nu    - Dibaca: 607 kali

Menurut sejumlah pengusaha Jepang dan dari hasil studi Kemendag di Jepang selama ini, ada beberapa kiat yang perlu diketahui oleh pengusaha eksportir Indonesia khususnya dari kelompok UKM dalam memasuki pasar Jepang, antara lain sebagai berikut :
A. Pola Permintaan
a. Permintaan satu produk umumnya dalam jumlah relatif kecil namun jenis produknya yang diminta cukup banyak. Misalnya permintaan untuk furniture dari rotan, pihak importer Jepang akan memesan kursi sofa dari rotan misalnya 5 kontainer, namun masing-masing kontainer jenis/modelnya akan relatif berbeda.
b. Produk yang diminta harus sesuai dengan contoh yang disepakati dan apabila contoh yang disepakati berbeda dengan barang yang diterima, pengusaha Jepang akan kecewa dan biasanya kekecewaan dimaksud memerlukan waktu untuk terobati.
 
B. Selera Konsumen
a. Konsumen Jepang sangat memperhatikan kualitas produk termasuk untuk hal-hal yang kecil, misalnya pakaian disamping dilihat model, bahan, ukuran, warna, cara mencuci/seterika, kualitas jahitan juga akan diperhatikan hal-hal kecil seperti tidak ada sisa-sisa benang yang nampak.
b. Harga adalah faktor yang menentukan atau dengan kata lain daya saing produk harus tinggi.
c. Konsumen Jepang sangat memperhatikan segi fashion dan selalu mencari sesuatu yang baru.
 
C. Sistem Pengangkutan/Delivery
a. Jadwal pengiriman harus tepat waktu. Bila terjadi keterlambatan, maka kontrak yang terjadi dapat
dibatalkan atau pihak eksportir membayar denda. Di Jepang, jadwal pengiriman diatur sedemikian rapi
karena berpengaruh pada empat musim (dingin, semi, panas dan gugur).
b. Apabila terjadi kerusakan setelah barang tiba di gudang importir, segera mengakui kesalahan itu dan menggantinya. Semua ini perlu dilakukan agar tetap memperoleh kepercayaan demi kepentingan bisnis jangka panjang.
 
D. Sistim Distribusi
a. Importir-Wholesaler-Retailer-Konsumen
Misalnya untuk komoditi plywood, kertas dan lain-lain
b. Importir- Retailer-Konsumen (Supermarket, Department Store, dan lain-lain). Misalnya untuk produk bahan makanan, pakaian dan lain-lain
c. Importir -Konsumen (mail-order). Misalnya untuk produk-produk alat olah raga, kesehatan dan lain-lain. Untuk beberapa komoditi dan umumnya komoditi pertanian seperti kopi, karet, cokelat dan komoditi lainnya termasuk plywood, yang melakukan kegiatan impor adalah kelompok pengusaha besar Jepang atau yang dikenal dengan "Sogho Sosha". Merekalah yang mendistribusikan komoditi yang diimpor kepada wholesaler. Sementara produk-produk manufaktur umumnya dilakukan oleh importir umum.
 
E. Budaya Bisnis di Jepang
Bangsa Jepang bangga melestarikan budayanya dan hal itu terwujud pula dalam budaya bisnis, misalnya menghargai senioritas, artinya mereka lebih menghargai apabila negosiasi bisnis dengan manajer atau pimpinan perusahaan yang senior.
b. Pengusaha Jepang memerlukan waktu dalam mengambil keputusan dalam bisnis terutama terhadap mitra yang baru dan apabila telah terjadi kontrak, biasanya kontrak dagang akan terus berlanjut atau langgeng. Dengan kata lain, pengusaha Indonesia harus ulet dan sabar dalam melakukan negosiasi bisnis dengan pengusaha Jepang.
c. Referensi dari pengusaha Jepang yang telah dikenal merupakan modal untuk mendapatkan mitra bisnis lainnya di Jepang.
 
F. Sistem Promosi
Para pesaing Indonesia seperti China, Vietnam, Thailand, Malaysia dan beberapa negara lainnya aktif
mempromosikan produk-produknya dengan mengirim langsung catalog dan contoh produk kepada para importer di Jepang disamping itu mereka aktif pula mengikuti pameran-pameran dagang di Jepang. Bagi pengusaha Indonesia sistem ini belum banyak dilakukan. Untuk itu beberapa hal yang perlu dilakukan pengusaha Indonesia berkaitan dengan kegiatan promosi sebagai berikut :
a. Para pengusaha Indonesia khususnya pengusaha UKM agar menghubungi BPEN Depperindag (alamat Departemen Perindutrian dan Perdagangan Wisma Dharma Niaga Lantai V Jl. Abdul Muis No. 6-8, Jakarta Pusat Tel. (62-21) 3865166, 3448164, 3858850 ext. 29) dan Kantor Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan di daerah. Beberapa kegiatan pameran di luar negeri bisanya mendapatkan subsidi dari dana daerah walaupun tidak besar namun dapat meringankan beban pengusaha di sektor UKM.
b. Para pengusaha Indonesia harus berani mengeluarkan biaya untuk membuat sekaligus mengirim katalog dan contoh produk kepada para importer terkait di Jepang (Informasi mengenai para importer dan informasi yang diperlukan lainnya dapat menghubungi KBRI Tokyo cq. Bidang Perindustrian dan Perdagangan).
c. Akan lebih efektif apabila leaflet atau katalog dengan penampilan yang menarik dibuat dalam bahasa
Jepang. Untuk membuat katalog dalam bahasa Jepang, saat ini relatif mudah di sejumlah percetakan di Indonesia.
 
G. Sistem Komunikasi
a. Apabila eksportir Indonesia berkunjung ke Jepang, diharuskan membawa kartu nama secukupnya. Satu di antara kebiasaan pengusaha Jepang disaat awal perkenalan, saling memberikan kartu nama.
b. Para pengusaha Jepang akan lebih menghargai apabila menggunakan bahasa mereka, untuk itu diusahakan sedikit mengerti bahasa Jepang (Beberapa kalimat bahasa perkenalan, dapat dilihat dalam lampiran).
c. Apabila ingin berkomunikasi guna memperkenalkan produk anda melalui surat, faksimili atau E-mail,
hendaknya ditujukan langsung ke divisi atau bagian yang sesuai. Hindari menulis nama perusahaan dan alamat saja. Contohnya : Attention/Product Import Manager.
d. Usahakan untuk merespon secepatnya setiap permintaan hubungan bisnis dengan bahasa Inggris yang baik dan apabila memungkinkan dengan bahasa Jepang. Pengusaha Indonesia dianjurkan untuk menunggu jawaban mereka dan hindari meminta jawaban secepatnya, kecuali sudah terlalu lama tidak ada tanggapan dari pihak buyer. (Gambar: iMpactjapan.org/*Kemendag)

'Resep Tembus Pasar Jepang untuk Pelaku UKM RI':

Artikel Bisnis Lainnya
  • Inovasi Tahu Menjadi Selai Bernama 'A Soy' Menyulap sampah terbuang menjadi sebuah peluang. Kalimat inilah yang pantas mewakili kreativitas lima mahasiswa Universitas Gadjah Mada, yakni Ahmad Muhaimin Alfarisy, Dian Purnami Handayani, Friestisya Blorindayoga Hariandrie, Mudrikah, dan Ristiani Puji Lestari, yang belum lama ini ... Artikel Bisnis

  • Kiat Berbisnis dengan Pengusaha Arab Saudi 1). Untuk mengadakan pendekatan bisnis dengan pengusaha Arab Saudi, harus sekaligus mengadakan pendekatan sosial dengan sopan dan ramah tamah. Karena kalau kita melakukan tindakan tersebut, dianggap sangat memperhatikan mereka dan mereka menjadi ... Artikel Bisnis

  • 10 Pertanyaan Pengukur Menarik Tidaknya Model Bisnis Dalam terbitan pertama Build, dari tim majalah Inc, dipublikasikan artikel dengan tema: Satu cara untuk mengevaluasi kelebihan model bisnis Anda ialah untuk mengevaluasi seberapa sukarnya bagi pelanggan untuk meninggalkan. Tulisan itu disusun oleh Rita Gunther McGranth, seorang dosen di ... Artikel Bisnis

  • 3 Kiat Buat Bisnis Online yang Personal untuk Tarik PelangganSiapapun bisa memiliki bisnis online sekarang ini. Namun, tingkat persaingan yang demikian tinggi membuat bisnis onlinejuga membutuhkan kiat tersendiri agar bisa sukses. Untuk itulah Anda perlu menuangkan kepribadian Anda sebagai entrepreneur dalam bisnis online Anda. Pada dasarnya ... Artikel Bisnis

  • Belajar Menjadi Entrepreneur yang Peduli Jika kran di di dapur staf rusak dan tidak ada orang yang memperbaikinya, kolega-kolega akan mulai merasa diabaikan oleh pemimpin. Seperti memperbaiki jendela yang rusak dalam sebuah rumah, memperbaiki hal-hal kecil yang rusak membantu tetap terjaganya kebanggaan bersama sebagai sebuah ... Artikel Bisnis


Jual Beli Online
Rating: 100% based on 99998 ratings. 5 user reviews.
Anda baru saja membaca artikel yang berkategori dengan judul Resep Tembus Pasar Jepang untuk Pelaku UKM RI. Jika kamu suka, jangan lupa like dan bagikan keteman-temanmu ya... By : Aneka Artikel Indonesia Terbaru
Ditulis oleh: Admin - Jumat, 15 Maret 2013

Belum ada komentar untuk "Resep Tembus Pasar Jepang untuk Pelaku UKM RI"

Posting Komentar