Jumat, 20 April 2012 - 09:57:15 WIB
Sukses dengan Kue Aneka Rasa
Diposting oleh : d4nu - Dibaca: 920 kali
Di balik kesulitan,ada kemudahan. Kira-kira begitulah kisah hidup pelaku usaha mikro, kecil, menengah (UMKM), Nita Purwita. Setelah mengalami masa-masa sulit, kini perempuan kelahiran Bandung, Jawa Barat,ini sukses berbisnis kue.
Pada akhir 90-an cobaan berat dialami Nita dan keluarga kecilnya. Berawal dari pemutusan hubungan kerja (PHK) yang dialami suaminya dari salah satu bank saat krisis moneter melanda Indonesia, berbagai usaha yang dirintis sang suami juga gagal. “Entahlah,tapi apa yang kami lakukan ketika itu selalu gagal dan kami selalu menemui jalan buntu. Pokoknya setiap kami menjalani hari, itu merupakan hari yang sulit, tidak ada hari yang mudah kala itu,”paparnya.
Hingga pada medio 2007, Nita membulatkan tekad untuk benarbenar menekuni dunia wirausaha. Nita membaca dan mempelajari teori entrepreuneur dan kisah hidup usahawan sukses, mencari ide usaha serta terus berkonsultasi dengan suami dan kerabatnya. Pada tahun itulah Nita bersama suami mulai menjajaki bisnis kuliner. Dia berniat menekuni kuliner yang belum banyak dikembangkan orang lain.
“Lantaran Bandung sudah sangat jenuh dengan kuliner, kita harus mencari inovasi baru, jika itu-itu saja, saingan kita pastinya banyak,” tutur Nita. Akhirnya, ibu dua orang putra itu mencoba membuat kue kukus menggunakan resep ibundanya. Di masa lalu, kue kukus menjadi makanan favorit ayah dan saudara-saudaranya. “Jadi pada intinya, kesulitan yangmenginspirasisaya untu kmencari apa yang harus saya lakukan. Saya menemukan resep cake tomat buatan ibu,” kenangnya.
Ibunda Nita, tidak pernah sekalipun mengomersialkan resep kue tomat buatannya. Tapi, bagi Nita,resep ibundanya merupakan peluang untuk mendulang pundi-pundi rupiah. “Saya mencoba membuat lalu diedarkan ke tetangga-tetangga dan saudara-saudara. Respons positif dan mereka mendukung agar saya membuat bisnis kue kukus rasa tomat ini,” ujar Nita.
Jadilah usaha kue tomat yang diberi nama Karina (Karya Ibu dan Anak). Saat memulai usahanya, Nita kembali mendapat cobaan. Puluhan kilogram tomat yang sudah dibelinya saat akan memulai usaha sebagian besar busuk dan tidak bisa dikonsumsi. Padahal, 50% bahan dasar kue buatan Nita berasal dari tomat. Selain itu, kue-kue buatannya sempat tidak laku di pasaran. “Kami lagi-lagi putus asa,” ucapnya.
Namun, suami dan orang tuanya terus mendukung hingga akhirnya Nita kembali bersemangat menjalankan bisnisnya ini. Dengan modal awal Rp250.000, Nita kembali membeli tomat. Kali ini,dia lebih berhati-hati. Kini usaha pembuatan kue yang ditekuninya menjadi andalan hidup keluarga kecilnya. Dalam satu bulan omzet Karina mencapai Rp20,2 juta. Sekitar 40% dari omzetnya atau sekitar Rp8.000.000 merupakan keuntungan yang diperoleh Nita.
Sisanya digunakan Nita untuk menjalankan usaha dan menambah modal. Dalam satu hari, rata-rata dia mampu menjual 45 dus Karina, yang per dusnya dibanderol Rp15.000. “Sekarang suami juga tidak usaha yang lain tapi membantu memasarkan dan mengantarkan kue-kue ini kepada pemesan atau kepada toko kue yang menjadi langganan kami dalam menjual. Setidaknya kami sudah ada penghasilan yang lumayan dari usaha ini,” paparnya.
Nita memproduksi Karina di tempat tinggalnya di Kompleks Griya Bandung Indah (GBI) Blok F 21 No 12 Kabupaten Bandung.Nita juga mengontrak rumahlain yang berlokasi tepat di sebelah tempat tinggalnya untuk mendukung produksi kuenya. Saat ini Nita memiliki dua orang karyawan tetap yang setiap harinya membantu mengerjakan proses produksi. “Saya sudah bisa menggaji mereka loh,walaupun tidak besar,” kata Nita bangga.
Saat ini Nita menitipkan hasil produksinya di toko-toko kue ternama di Kota Bandung. Di antaranya, Toko Kue Putri Oleh-Oleh Bandung, Jalan LLRE Martadinata, Kota Bandung. Selain itu,hampir setiap bulan Nita mendapatkan pesanan dengan jumlah yang lumayan besar untuk acara-acara tertentu. Bahkan, katanya, kue Karina sudah merambah ke luar negeri. Adapun di Indonesia, kuenya sudah sampai ke kawasan paling timur, Papua. “Mereka beli di toko-toko yang saya titipi. Mungkin buat mereka sangat aneh ada kue kukus yang terbuat dari tomat. Dan respons mereka juga bagus, dari mulut ke mulut,setiap ada wisatawan asing yang mengunjungi toko kue itu pasti mereka membeli kue saya,” klaim Nita.
Selain rasa dan aroma tomat, Nita juga memproduksi Karina rasa mangga dan terong. Untuk mangga dan terong, Nita mengaku, itu merupakan bagian dari inovasi. (*/Harian Seputar Indonesia)
Diposting oleh : d4nu - Dibaca: 920 kali
Pada akhir 90-an cobaan berat dialami Nita dan keluarga kecilnya. Berawal dari pemutusan hubungan kerja (PHK) yang dialami suaminya dari salah satu bank saat krisis moneter melanda Indonesia, berbagai usaha yang dirintis sang suami juga gagal. “Entahlah,tapi apa yang kami lakukan ketika itu selalu gagal dan kami selalu menemui jalan buntu. Pokoknya setiap kami menjalani hari, itu merupakan hari yang sulit, tidak ada hari yang mudah kala itu,”paparnya.
Hingga pada medio 2007, Nita membulatkan tekad untuk benarbenar menekuni dunia wirausaha. Nita membaca dan mempelajari teori entrepreuneur dan kisah hidup usahawan sukses, mencari ide usaha serta terus berkonsultasi dengan suami dan kerabatnya. Pada tahun itulah Nita bersama suami mulai menjajaki bisnis kuliner. Dia berniat menekuni kuliner yang belum banyak dikembangkan orang lain.
“Lantaran Bandung sudah sangat jenuh dengan kuliner, kita harus mencari inovasi baru, jika itu-itu saja, saingan kita pastinya banyak,” tutur Nita. Akhirnya, ibu dua orang putra itu mencoba membuat kue kukus menggunakan resep ibundanya. Di masa lalu, kue kukus menjadi makanan favorit ayah dan saudara-saudaranya. “Jadi pada intinya, kesulitan yangmenginspirasisaya untu kmencari apa yang harus saya lakukan. Saya menemukan resep cake tomat buatan ibu,” kenangnya.
Ibunda Nita, tidak pernah sekalipun mengomersialkan resep kue tomat buatannya. Tapi, bagi Nita,resep ibundanya merupakan peluang untuk mendulang pundi-pundi rupiah. “Saya mencoba membuat lalu diedarkan ke tetangga-tetangga dan saudara-saudara. Respons positif dan mereka mendukung agar saya membuat bisnis kue kukus rasa tomat ini,” ujar Nita.
Jadilah usaha kue tomat yang diberi nama Karina (Karya Ibu dan Anak). Saat memulai usahanya, Nita kembali mendapat cobaan. Puluhan kilogram tomat yang sudah dibelinya saat akan memulai usaha sebagian besar busuk dan tidak bisa dikonsumsi. Padahal, 50% bahan dasar kue buatan Nita berasal dari tomat. Selain itu, kue-kue buatannya sempat tidak laku di pasaran. “Kami lagi-lagi putus asa,” ucapnya.
Namun, suami dan orang tuanya terus mendukung hingga akhirnya Nita kembali bersemangat menjalankan bisnisnya ini. Dengan modal awal Rp250.000, Nita kembali membeli tomat. Kali ini,dia lebih berhati-hati. Kini usaha pembuatan kue yang ditekuninya menjadi andalan hidup keluarga kecilnya. Dalam satu bulan omzet Karina mencapai Rp20,2 juta. Sekitar 40% dari omzetnya atau sekitar Rp8.000.000 merupakan keuntungan yang diperoleh Nita.
Sisanya digunakan Nita untuk menjalankan usaha dan menambah modal. Dalam satu hari, rata-rata dia mampu menjual 45 dus Karina, yang per dusnya dibanderol Rp15.000. “Sekarang suami juga tidak usaha yang lain tapi membantu memasarkan dan mengantarkan kue-kue ini kepada pemesan atau kepada toko kue yang menjadi langganan kami dalam menjual. Setidaknya kami sudah ada penghasilan yang lumayan dari usaha ini,” paparnya.
Nita memproduksi Karina di tempat tinggalnya di Kompleks Griya Bandung Indah (GBI) Blok F 21 No 12 Kabupaten Bandung.Nita juga mengontrak rumahlain yang berlokasi tepat di sebelah tempat tinggalnya untuk mendukung produksi kuenya. Saat ini Nita memiliki dua orang karyawan tetap yang setiap harinya membantu mengerjakan proses produksi. “Saya sudah bisa menggaji mereka loh,walaupun tidak besar,” kata Nita bangga.
Saat ini Nita menitipkan hasil produksinya di toko-toko kue ternama di Kota Bandung. Di antaranya, Toko Kue Putri Oleh-Oleh Bandung, Jalan LLRE Martadinata, Kota Bandung. Selain itu,hampir setiap bulan Nita mendapatkan pesanan dengan jumlah yang lumayan besar untuk acara-acara tertentu. Bahkan, katanya, kue Karina sudah merambah ke luar negeri. Adapun di Indonesia, kuenya sudah sampai ke kawasan paling timur, Papua. “Mereka beli di toko-toko yang saya titipi. Mungkin buat mereka sangat aneh ada kue kukus yang terbuat dari tomat. Dan respons mereka juga bagus, dari mulut ke mulut,setiap ada wisatawan asing yang mengunjungi toko kue itu pasti mereka membeli kue saya,” klaim Nita.
Selain rasa dan aroma tomat, Nita juga memproduksi Karina rasa mangga dan terong. Untuk mangga dan terong, Nita mengaku, itu merupakan bagian dari inovasi. (*/Harian Seputar Indonesia)
'Sukses dengan Kue Aneka Rasa ':
Artikel Bisnis Lainnya
- Tempe Kripik Suka, Naikkan Derajat Keripik Tempe Berawal dari ide melanjutkan usaha pembuatan tempe yang dilakukannya bersama sang Ibu sewaktu kuliah, Fransiska Sarwono berhasil menaikkan derajat keripik tempe hingga sekarang dapat dinikmati oleh kalangan atas. Dengan brand Tempe Kripik Suka, Siska, panggilan akrab Fransiska ... Artikel Bisnis - Jual Beli Online - Toko Online - Iklan Gratis
- Tarjo, dari OB Jadi Juragan Ikan Bakar Bagi Sutarjo, pengusaha kedai Ikan Bakar Tarjo, pepatah tak kan lari gunung dikejar lebih cocok diplesetkan menjadi tak kan lari rezeki dikejar. Meski menjajal beragam pekerjaan, akhirnya dia berlabuh di bisnis warung ikan bakar. Sebuah sisi kehidupan yang pernah akrab dengannya di masa ... Artikel Bisnis - Jual Beli Online - Toko Online - Iklan Gratis
- Gara-gara Hujan, Harga Sawit Dunia Naik Harga minyak sawit menguat untuk pertama kalinya dalam 4 hari karena curah hujan di daerah penghasil terbesar di Malaysia mengganggu panen. Harga kontrak penyerahan Juli naik 0,4% menjadi 3.500 ringgit (US$1.140) per ton di Malaysia Derivatives Exchange, dan mengakhiri sesi pagi pada ... Artikel Bisnis - Jual Beli Online - Toko Online - Iklan Gratis
- Karjono, Sukses dengan Menu Bebek Usianya sudah tidak lagi muda. Jika dihitung-hitung, pria yang belum lama pensiun dari sebuah perusahaan penerbitan ini sudah pantas dipanggil kakek. Antonius Karjono, pria kelahiran Yogyakarta 60 tahun lalu ini, baru beralih profesi sebagai wirausahawan saat pensiun. Semula pria ... Artikel Bisnis - Jual Beli Online - Toko Online - Iklan Gratis
- Sudhamek, Sosok di Balik Kesuksesan GarudaFood Sudhamek intinya hanyalah seorang penjual makanan dan minuman. Namun, Chief Executive Officer GarudaFood ini membawa perusahaannya merambah ke berbagai pasar level dunia. Produknya ”hanya” pelbagai jenis makanan kecil dan minuman ringan, tetapi membuatnya meraih sejumlah ... Artikel Bisnis - Jual Beli Online - Toko Online - Iklan Gratis
Jual Beli Online
Rating:
100%
based on 99998 ratings.
5 user reviews.
Anda baru saja membaca artikel yang berkategori dengan judul Sukses dengan Kue Aneka Rasa . Jika kamu suka, jangan lupa like dan bagikan keteman-temanmu ya... By : Aneka Artikel Indonesia Terbaru
Artikel Menarik Lainnya :
Ditulis oleh:
Admin - Senin, 23 September 2013

Belum ada komentar untuk "Sukses dengan Kue Aneka Rasa "
Posting Komentar