• HOME

Bustanul Mulyawan, Mengintip Peluang Bisnis dari Beras Organik

Rabu, 10 Juli 2013 - 09:45:02 WIB
artikel-bisnis Bustanul Mulyawan, Mengintip Peluang Bisnis dari Beras Organik
Diposting oleh : admineciputra    - Dibaca: 847 kali
Berbagi ilmu dengan meng-klik tombol berikut ini »

Sebagai negara agraris, tidak aneh jika banyak sekali potensi alam Indonesia yang bisa dioleh menjadi sebuah peluang bisnis yang menggiurkan. Apalagi jika ditunjang dengan perkembangan dan penerapan tepat guna dari teknologi pertanian. Salah satunya adalah teknologi pertanian organik, yang mengasilkan beras organik yang saat ini cukup digemari oleh masyarakat. Maka, tak salah jika komoditas ini lantas menjadi salah satu potensi bisnis yang cukup menggiurkan.

olen1011Peluang bisnis inipun segera digarap oleh Bustanul Mulyawan, dengan produknya Beras Organik Mr. Ollen. Di perusahaannya yang berlokasi di Bandung tersebut, Bustanul bergerak di bidang pertanian organik dengan teknik System of Rice Intensification (SRI). Saat ini Bustanul berkonsentrasi sebagai produsen dan pedagang beras organik. Beberapa varietas padi lokal yang dipasarkan, antara lain beras merah, pandan wangi, ciherang, beras merah putih, beras hitam dan lain-lain.

Bustanul menceritakan, ide awal menekuni bisnis beras oraganik ini bermula dari seorang temannya yang mengajak untuk mengembangkan jiwa entrepreneur dan sekaligus berkontribusi kepada masyarakat. “Setelah studi literatur dan banyak interaksi dengan tokoh-tokoh pertanian. Dipilihlah pertanian System of Rice Intensification Organic. Selain kualitas produk bagus, juga ramah lingkungan, produktifitas tinggi, dan hemat air,” jelasnya Bustanul seperti dikutip dari blog Unpad, Selasa (1/11).

Diprediksi pasar beras organik di Indonesia senilai Rp 28 miliar dengan pertumbuhan 22 persen per tahunnya. Volume produksi beras organik meningkat dari 1.180 ton pada tahun 2001 menjadi 11.000 ton pada tahun 2004. Untuk tahun ke depan dipastikan bisnis makanan organik akan terus bergerak ke arah positif.

Kecenderungan gaya hidup sehat masyarakat akan mendongkrak penjualan makan organik. Selain itu jika banyak petani yang mulai bertanam beras secara organik, tentu bisa menurunkan harga produk-produk organik. Menurut data pun menunjukkan jumlah kelompok petani yang menanam beras organik di Indonesia pada tahun 2001 sebanyak 640 kelompok dan pada tahun 2004 naik menjadi 1.700 kelompok.

Bustanul pun mengungkapkan pertama kali memulai bisnis beras organik ini tahun 2007 dengan mengeluarkan modal sebesar Rp 35 juta. Memang dibutuhkan modal yang besar untuk berbisnis makanan organik. Seiring meningkatnya gaya hidup sehat masyarakat, tentu bisnis makanan organik akan berbuah manis.

“Untuk on farming, butuh dua kali musim tanam bisa langsung BEP plus laba, jika panen berhasil. Untuk trading, bisa lebih cepat,” ujar Bustanul, menjelaskan betapa cepatnya mendapat keuntungan dari bisnis beras organik ini.

Pertama kali didirikan dengan nama Agro Olen Sejahtera pada 10 November 2006, yang kemudian berubah menjadi Agribisnis Ganesha (ABG) pada tanggal 31 Oktober 2007. ABG adalah perusahaan yang didirikan oleh tiga orang alumni ITB yang mempunyai visi menuju Indonesia sehat dan sejahtera. Ketiga orang pendiri itu adalah Bustanul Mulyawan, Febriyandi Wahyu Kumolo dan Nurhadi Sukma Waluyo. Dengan beragam dinamika, formasi dan system bisnis pun terus berubah. Pada November 2008, Bustanul pun memilih untuk berpisah dari teman-temannya dan menjalankan bisnis ini sendiri dengan produknya beras organik Mr. Ollen.

Untuk menjaring pasar atas produknya, Bustanul sangat menjaga kualitas dari beras organiknya. Beberapa langkah pun dijalankan olehnya guna membuat konsumennya amat yakin akan kualitas berasnya. Salah satunya dengan mendapatkan sertifikasi dari lembaga terkait produk pertanian . Untuk menjaga kepercayaan konsumen, Bustanul pun selalu menjaga kualitas berasnya agar tetap stabil dan berkesinambungan, dari produk hingga kemasan.

Menyinggung potensi pasar beras organik di luar negeri, memperlihatkan fakta yang cukup prospektif. Di Singapura misalnya, lebih dari 50 ribu konsumen di negara itu membelanjakan lima juta dolar Amerika Serikat (AS) untuk membeli produk organik, segar maupun olahan. Gross National Product (GNP)Singapura mencapai 95,5 miliar dolar AS. Usaha padi organik memiliki prospek pasar yang baik, dan secara teknis produksi mudah dilaksanakan dan banyak lahan yang cocok untuk diusahakan guna menanam. Budidaya padi organik ini dapat dikembangkan serta layak dibiayai perbankan karena sejalan dengan paradigma ramah lingkungan dan layak untuk dikembangkan.

Sistem pertanian organik tidak lepas dari penggunaan pupuk organik dan pestisida organik. Maka ada pendapat, tiga alasan memilih padi organik sebagai kebijakan unggulan. Pertama, untuk melestarikan lingkungan hidup (back to nature), karena padi organik hanya memakai pupuk dan pestisida organik. Kedua, alasan kesehatan (back to healthy): beras organik lebih sehat karena tak memakai pestisida kimia. Terakhir, alasan pasar (market oriented). Segmen beras organik jelas: kalangan menengah ke atas. Harga jualnya pun di atas beras nonorganik.

Untuk memperluas jangkauan pasar, Bustanul pun membuka kesempatan bagi masyarakat untuk bermitra dengan produknya menggunakan sistem keagenan. Diharapkan, dengan networking yang tepat bisa mempopulerkan beras organik secara luas. (*/ Gentur)
 
 

 

'Bustanul Mulyawan, Mengintip Peluang Bisnis dari Beras Organik ':

Artikel Bisnis Lainnya

Jual Beli Online
Rating: 100% based on 99998 ratings. 5 user reviews.
Anda baru saja membaca artikel yang berkategori dengan judul Bustanul Mulyawan, Mengintip Peluang Bisnis dari Beras Organik . Jika kamu suka, jangan lupa like dan bagikan keteman-temanmu ya... By : Aneka Artikel Indonesia Terbaru
Ditulis oleh: Admin - Kamis, 07 November 2013

Belum ada komentar untuk " Bustanul Mulyawan, Mengintip Peluang Bisnis dari Beras Organik "

Posting Komentar