• HOME

Donna Riana, Ingin Wujudkan Mal Online

Senin, 08 Juli 2013 - 09:20:04 WIB
artikel-bisnis Donna Riana, Ingin Wujudkan Mal Online
Diposting oleh : admineciputra    - Dibaca: 744 kali
Berbagi ilmu dengan meng-klik tombol berikut ini »

belowcepek
Tidak ada kata terlambat untuk mengejar passion. Kata-kata itulah yang memovitasi Donna Riana Bismarak untuk memulai bisnis e-commerce pada usia 35 tahun.
Setelah 14 tahun bekerja sebagai karyawan, perempuan yang akrab dipanggil Riana ini memutuskan banting setir menjadi pengusaha. Bidang yang digeluti tentu saja yang berhubungan dengan salah satu passion-nya, yakni fesyen.
Riana sebetulnya masih menjabat Corporate Director of Sales & Marketing Waterboom Jakarta dan Bali ketika mendirikan Below Cepek pada November 2011. Namun, kecintaan pada fesyen dan hobi belanja mendorongnya terjun ke bisnis online shop.
Sesuai mottonya, Riana ingin memulai bisnis yang sesuai dengan hobi dan kemahirannya. Ia juga didukung oleh teman-temannya yang kerap memuji penampilannya, terutama baju-baju yang dikenakannya. “Mereka suka tanya di mana saya beli baju dan berapa harganya,” kata Riana seperti dilansir Kontan.co.id.
Karena memang berniat membuka usaha sendiri, Riana kemudian berpikir membuka toko atau butik yang menjual pakaian wanita. Namun, niat ini terhalang oleh mahalnya tarif sewa toko, apalagi di mal. Tentu saja, ini bisa mengakibatkan harga baju yang dijualnya menjadi mahal.
Perempuan kelahiran 5 Juli 1976 ini pun mantap membuka online shop. Ia pun melakukan riset mengenai perkembangan e-commerce. Dari riset, ia menemukan kebanyakan online shop menjual barang dari Cina, Korea, dan Bangkok. Hal itu juga didapatinya di toko offline. “Sekarang sedikit baju bertuliskan made in Indonesia,” tuturnya.
Jadilah, Riana memutuskan memproduksi sendiri baju yang kemudian dijualnya di www.belowcepek.com di bawah bendera PT Fortuna Adi Busana. “Saya tak mau beli barang impor lalu dijual, karena tidak berkontribusi terhadap kemajuan produk lokal,” ujarnya.
Below Cepek menjual berbagai macam produk fesyen khusus perempuan, mulai dari baju, rok, celana, hingga gaun. Beragam jenis aksesori juga ada di toko online, seperti gelang, kalung, cincin, dan tas. Seperti namanya, semua produk itu dibanderol harga di bawah Rp 100.000. “Paling mahal Rp 99.000,” ujarnya.
Yang menjadi target marketnya perempuan Indonesia berusia 18 tahun ke atas. Tentu saja perempuan yang suka fesyen dan mencari barang terjangkau dengan kualitas bagus.
Kata Riana, pelanggan Below Cepek sudah tersebar hampir seluruh Indonesia, dari Aceh hingga Papua. Kini, Below Cepek memiliki ribuan member di situsnya. Tiap bulan, toko online ini memproduksi 500 item – 1.000 item produk.
Inspirasi membuka toko online datang dari kegemaran Donna Riana Bismarak berbelanja online. Suatu hari ia membeli pakaian dalam lewat situs Victoria's Secret. Tak disangka, Riana menemukan label made in Indonesia pada produk yang dibelinya. Sejak itu, perempuan 37 tahun ini  menyadari Indonesia mampu memproduksi pakaian bermutu bagus.
Terinspirasi dari temuannya itu, Riana pun langsung tancap gas. Mulai 2011, ia memutuskan berbisnis online dengan mengusung tema 100% produk lokal. Kala itu, ia merogoh kocek sekitar Rp 100 juta. Sekitar Rp 50 juta untuk biaya membuat website www.belowcepek.com. Sisanya, untuk menyewa kantor kecil di kawasan Bendungan Hilir, Jakarta Pusat, dan biaya operasional awal.
Ketika merintis usaha online ini, Riana hanya dibantu dua orang staf. Jadi, dia sendiri yang bertanggung jawab untuk sebagian besar kegiatan Below Cepek. Untuk mengirit ongkos, Riana meminta teman-teman dekatnya yang menjadi model Below Cepek. Urusan promosi pun dia urus sendiri. “Pastinya kalau dari promosi, saya kalah telak dari fashion online lain, seperti Zalora, karena dana untuk iklan sedikit sekali,” tuturnya.
Namun, Riana melihat customer-nya merasa simpatik, karena jarang sekali ada toko online yang menjual produk lokal dengan harga murah. Meski tidak mau menyebutkan persentase angka, ia mengklaim margin laba  yang dikantonginya dari produk Below Cepek sangat tipis. Makanya, ia bisa menjual produk fashion dengan harga yang relatif terjangkau.
Pada awalnya, Riana mengaku kesulitan untuk mendapatkan pelanggan. Apalagi, beberapa tahun belakangan, marak terjadi kejahatan dalam dunia e-commerce. “Wajar saja kalau customer berhati-hati supaya tidak tertipu dari belanja online,” tutur lulusan Sahid Tourism Academy ini.
Akan tetapi, berkat kerja kerasnya, dalam waktu lima bulan Below Cepek sudah memiliki sekitar 10.000 anggota.
Menurut Riana, customer kerap memberi testimoni positif mengenai produknya. Kebanyakan pengalaman customer online kecewa ketika barang yang diterima berbeda jauh dengan gambar yang ditampilkan di situs. “Saya tidak membiarkan itu terjadi di Below Cepek, makanya pembeli yang pernah beli pasti beli lagi,” klaim Riana.
Meski bisnisnya dikepung oleh maraknya toko online bermodal besar dan mengusung produk asing, namun Riana tak gentar. Perempuan yang pernah menjadi  manajer penjualan  di Hotel Sahid, Jakarta ini, yakin ke depan, usahanya bisa semakin maju dan lebih diterima masyarakat.
“Selama ini, pelanggan saya senang, karena bisa nabung setelah belanja di Below Cepek. Pengeluaran mereka lebih ringan karena harga yang saya tawarkan di sini lebih murah,” ungkapnya.
Ia juga mengaku bangga bisa membuat perempuan Indonesia menjadi lebih cantik dan bergaya dengan produk lokal. Ia bilang, selama ini masih kerap mendengar orang meragukan produk buatan lokal. “Kalau produk impor saja tidak terjamin kualitasnya, apalagi buatan lokal?”, kata Riana mengutip omongan orang. Ia ingin membuktikan, keyakinan itu salah.
Terus berinovasi merupakan kunci kesuksesan Donna Riana Bismarak dalam mengembangkan bisnis online shop. Below Cepek kini menjadi salah satu alternatif bagi para pecinta fesyen dan hobi belanja online. Selain mengikuti tren fesyen, perempuan 37 tahun ini punya segudang strategi untuk meningkatkan penjualan Below Cepek.
Tahun lalu, ketika Below Cepek merayakan ulang tahun pertama pada 24 November 2012, Riana meluncurkan online game “Miss Matching”. Dalam permainan itu, masyarakat bisa mix and match baju-baju produksi Below Cepek. “Tujuan meluncurkan online game supaya Below Cepek bisa meningkatkan kualitas produk dan engagement dengan pelanggan kami,” tuturnya.
Tidak main-main, Riana merogoh kocek sebesar Rp 200 juta untuk online game tersebut. Riana berharap “Miss Mathching” bisa menjadi gebrakan di dunia e-commerce. Hanya selang setahun sejak bisnis fesyen online Below Cepek dirintis, permintaan mulai menanjak. Hal ini terlihat dari volume produksi pakaian yang meningkat sebesar 20% per tahun lalu.
Riana punya harapan yang sangat besar terhadap Below Cepek. Ia ingin menjadikan www.belowcepek.com sebagai sebuah e-department store. Ia akan membuat Below Cepek sebagai sebuah mal online. “Mal Below Cepek sudah hampir jadi, dan akan launching tahun ini, sehingga bisa jadi kejutan manis bagi para pemain di bisnis e-commerce lainnya,” ungkapnya.
Makanya, selain produksi fesyen sendiri, Riana mulai menjaring relasi. Ia berencana merangkul berbagai macam usaha kecil menengah (UKM) di Indonesia. Tentu saja, UKM yang dibidik ialah yang juga punya visi memajukan fesyen Indonesia. Selama ini, kata Riana, sudah ada beberapa UKM yang menitipkan produknya untuk dipasarkan melalui www.belowcepek.com.
Nantinya, di mal online miliknya, lulusan Sahid Tourism Academy ini juga akan menjual barang-barang yang harganya di atas Rp 100.000.  Namun, khusus untuk produk tersebut, Riana akan menambah lini bisnis baru di bawah PT Fortuna Adi Busana. Ini lantaran ada beberapa UKM yang menjual produk di atas Rp 100.000.
Riana tak sungkan berbagi tips bagi pemula yang ingin merintis bisnis e-commerce. Menurutnya, kesalahan pertama dari orang yang tertarik berbisnis online shop yakni kebanyakan menjual produk yang sama. Padahal, kalau mau sukses, pebisnis harus menonjolkan unique selling point (USP). “USP itu sesuatu yang membuat orang memang harus belanja di online shop Anda, bukan di tempat lain,” paparnya.
Selain itu, seorang pengusaha tidak bisa hanya sekadar suka dengan bisnisnya, tapi juga harus mahir dan paham atas setiap pekerjaan yang ada di dalam perusahaannya.
Memang, seorang pebisnis  tidak mungkin mengerjakan sendiri seluruh tugas, namun ia wajib tahu bagaimana pelaksanaan yang baik untuk setiap tugas karyawannya. “Hal ini penting, supaya pemilik usaha bisa memantau kinerja setiap karyawannya,” ujar Riana. (as)
 

'Donna Riana, Ingin Wujudkan Mal Online ':

Artikel Bisnis Lainnya

Jual Beli Online
Rating: 100% based on 99998 ratings. 5 user reviews.
Anda baru saja membaca artikel yang berkategori dengan judul Donna Riana, Ingin Wujudkan Mal Online . Jika kamu suka, jangan lupa like dan bagikan keteman-temanmu ya... By : Aneka Artikel Indonesia Terbaru
Ditulis oleh: Admin - Minggu, 03 November 2013

Belum ada komentar untuk " Donna Riana, Ingin Wujudkan Mal Online "

Posting Komentar