Jumat, 12 Juli 2013 - 09:44:57 WIB
Nanang Syaifurozi, Raja Tas dari Yogyakarta
Diposting oleh : admineciputra - Dibaca: 545 kali
Diposting oleh : admineciputra - Dibaca: 545 kali
Berawal dari usaha kecil-kecilan membuat bingkai foto dari bahan kertas, Nanang Syaifurozi sukses menjadi pebisnis tas dan aksesori ternama di Yogyakarta, yang mengusung brand rumahWarna. Ciri khas produknya adalah desain yang unik dan menggunakan paduan warna-warna cerah. Bahan baku yang digunakan asli buatan dalam negeri, baik berupa batik, kain hingga kulit.
Selain tas, kini rumah Warna juga memproduksi dompet, scrapbook, sprei, bedcover, dan beragam aksesori bagi kawula muda. Beragam produk tersebut sudah merambah seluruh wilayah tanah air. Ada 70 cabang rumahWarna yang tersebar mulai dari Aceh hingga Lombok. Bahkan, sempat masuk pasar luar negeri, seperti Jepang, dan Prancis, sebelum terhenti sejak 2004, lantaran kewalahan mencukupi permintaan.
Padahal, tiap bulan, rumahWarna menghasilkan 35.000 unit produk melalui dua pabriknya di Kutoarjo dan Bantul, Yogyakarta. Meskipun berupa pabrik, ia masih menggunakan peralatan sederhana, seperti mesin jahit, mesin obras, dan peralatan desain.
Ia mempekerjakan 1.500 karyawan. "Saya mempertahankan produk handmade atau buatan tangan, supaya bisa menyerap lebih banyak tenaga kerja," tutur pria yang merintis usaha sejak tahun 2000 ini.
Di luar pabrik, ia juga melibatkan 30 Usaha Kecil Menengah (UKM) di sekitar Yogyakarta untuk menambah produksi rumahWarna. "Kapasitas pabrik belum bisa memenuhi permintaan pasar. Makanya saya modali UKM dengan bahan baku," ungkap Nanang seperti dilansir Kontan.co.id. Maka UKM tersebut mendapat upah saja.
Demi mempertahankan ciri khas produk rumahWarna, pria kelahiran 36 tahun silam ini telah mematenkan motif dan desain karyanya ke Direktorat Jenderal HAKI. Meskipun, rutin meluncurkan produk dan desain baru, ia tetap mempertahankan ciri khas rumah Warna yang mengusung warna-warna cerah.
Siapa sangka, bisnis yang awalnya hanya bermodal Rp 50.000 ini, kini bisa menghasilkan omzet hingga Rp 4 miliar dalam sebulan. Rata-rata setiap cabang, bisa meraup pendapatan Rp 60 juta sebulan.
Meski sudah sukses dan populer, Nanang masih memiliki segudang rencana untuk rumah Warna. Diantaranya menargetkan 500 cabang rumahWarna melalui sistem waralaba. Bila target itu tercapai, menurut Nanang, maka perusahaannya akan bisa menyerap sekitar 5.000 pekerja setempat.
Ia memang setia dengan potensi lokal, baik berupa bahan baku maupun tenaga kerja. Maka, kendati ia mampu membeli mesin untuk meningkatkan produksi, Nanang memilih mempekerjakan warga sekitar. (as)
Selain tas, kini rumah Warna juga memproduksi dompet, scrapbook, sprei, bedcover, dan beragam aksesori bagi kawula muda. Beragam produk tersebut sudah merambah seluruh wilayah tanah air. Ada 70 cabang rumahWarna yang tersebar mulai dari Aceh hingga Lombok. Bahkan, sempat masuk pasar luar negeri, seperti Jepang, dan Prancis, sebelum terhenti sejak 2004, lantaran kewalahan mencukupi permintaan.
Padahal, tiap bulan, rumahWarna menghasilkan 35.000 unit produk melalui dua pabriknya di Kutoarjo dan Bantul, Yogyakarta. Meskipun berupa pabrik, ia masih menggunakan peralatan sederhana, seperti mesin jahit, mesin obras, dan peralatan desain.
Ia mempekerjakan 1.500 karyawan. "Saya mempertahankan produk handmade atau buatan tangan, supaya bisa menyerap lebih banyak tenaga kerja," tutur pria yang merintis usaha sejak tahun 2000 ini.
Di luar pabrik, ia juga melibatkan 30 Usaha Kecil Menengah (UKM) di sekitar Yogyakarta untuk menambah produksi rumahWarna. "Kapasitas pabrik belum bisa memenuhi permintaan pasar. Makanya saya modali UKM dengan bahan baku," ungkap Nanang seperti dilansir Kontan.co.id. Maka UKM tersebut mendapat upah saja.
Demi mempertahankan ciri khas produk rumahWarna, pria kelahiran 36 tahun silam ini telah mematenkan motif dan desain karyanya ke Direktorat Jenderal HAKI. Meskipun, rutin meluncurkan produk dan desain baru, ia tetap mempertahankan ciri khas rumah Warna yang mengusung warna-warna cerah.
Siapa sangka, bisnis yang awalnya hanya bermodal Rp 50.000 ini, kini bisa menghasilkan omzet hingga Rp 4 miliar dalam sebulan. Rata-rata setiap cabang, bisa meraup pendapatan Rp 60 juta sebulan.
Meski sudah sukses dan populer, Nanang masih memiliki segudang rencana untuk rumah Warna. Diantaranya menargetkan 500 cabang rumahWarna melalui sistem waralaba. Bila target itu tercapai, menurut Nanang, maka perusahaannya akan bisa menyerap sekitar 5.000 pekerja setempat.
Ia memang setia dengan potensi lokal, baik berupa bahan baku maupun tenaga kerja. Maka, kendati ia mampu membeli mesin untuk meningkatkan produksi, Nanang memilih mempekerjakan warga sekitar. (as)
'Nanang Syaifurozi, Raja Tas dari Yogyakarta ':
Artikel Bisnis Lainnya
- Pahami Hal Ini Sebelum Memulai Berbisnis Banyak orang yang mencoba menjadi pengusaha. Ada yang meraih kesuksesan, namun ada pula yang jatuh saat berbisnis . Untuk meraih kesuksesan Anda yang berminat menjadi pengusaha, ada baiknya memahami dahulu apa saja yang harus Anda persiapkan agar tidak ... Artikel Bisnis - Jual Beli Online - Toko Online - Iklan Gratis
- Inilah Panduan Menggunakan Twitter untuk Berjualan Online Salah satu cara membuat masyarakat tahu dan mengenali suatu bisnis online adalah dengan menggunakan Twitter. Sebagai media sosial yang tergolong personal, Twitter bisa ‘masuk’ ke ranah pribadi calon pembeli. Selain itu, penggunaan Twitter ... Artikel Bisnis - Jual Beli Online - Toko Online - Iklan Gratis
- Yang Perlu Anda Ketahui Saat Gunakan Layanan Gratis untuk Bisnis Anda Bagi para pemilik UMKM yang bermodal terbatas dan selalu menjaga pengeluaran, layanan dan program perangkat lunak bebas seperti OpenOffice, TurboCash, dan PlanetSoho bisa menjadi anugerah tersendiri. Dan, mari kita jujur, siapa yang tidak suka produk dan layanan ... Artikel Bisnis - Jual Beli Online - Toko Online - Iklan Gratis
- Juliana Melatih Insting Berjualan Sejak Masa Kecil Hobi merawat diri dan memiliki jiwa bisnis membuat dr. Juliana Pateh membangun kerajaan bisnis kecantikannya sendiri. Kini bisnisnya berkembang menjadi perusahaan yang memproduksi produk perawatan kulit, tata rias dekoratif, hingga parfum. “Dari kecil saya memang tidak ... Artikel Bisnis - Jual Beli Online - Toko Online - Iklan Gratis
- Pacu Semangat Membangun Jaringan Bisnis Membangun jaringan bisnis sama saja dengan menjalani pola hidup sehat . Kita tahu betul manfaatnya, tapi begitu sulit bergerak menuju ke sana. Ya, semua orang pernah mengalami saat-saat merasa malas dan enggan sekali menghadiri pertemuan bisnis penting yang akan banyak ... Artikel Bisnis - Jual Beli Online - Toko Online - Iklan Gratis
Jual Beli Online
Rating:
100%
based on 99998 ratings.
5 user reviews.
Anda baru saja membaca artikel yang berkategori dengan judul Nanang Syaifurozi, Raja Tas dari Yogyakarta . Jika kamu suka, jangan lupa like dan bagikan keteman-temanmu ya... By : Aneka Artikel Indonesia Terbaru
Artikel Menarik Lainnya :
Ditulis oleh:
Admin - Minggu, 10 November 2013

Belum ada komentar untuk " Nanang Syaifurozi, Raja Tas dari Yogyakarta "
Posting Komentar