Senin, 29 April 2013 - 09:12:26 WIB
Mencermati Peluang Menjadi Infopreneur
Diposting oleh : arnandadanu - Dibaca: 925 kali
Pertama-tama, mungkin Anda belum sepenuhnya paham makna “infopreneurship” dan “infopreneur”. Seperti kita sudah ketahui, kata ini dibentuk dengan menggabungkan “informasi” dan “entrepreneurship ”. Secara harafiah, artinya ialah entrepreneurship yang diaplikasikan dengan menggunakan informasi sebagai pondasi bisnisnya. Kevin Riley mendefinisikannya sebagai “seseorang yang mengukur risiko memulai dan menjalankan usaha yang mengkhususkan diri pada pendirian dan penjualan produk informasi. Sementara itu, Wikipedia menjelaskan “infopreneur” sebagai “seseorang yang bisnis utamanya ialah mengumpulkan dan menjual informasi elektronik”. Jadi dapat disimpulkan bahwa infopreneur adalah seseorang yang mengumpulkan informasi, mengemasnya menjadi sebuah produk dan membangun sebuah bisnis dengan menggunakan informasi yang ia kumpulkan untuk kemudian menjualnya kepada konsumen.
Mengapa Anda perlu mempertimbangkan peluang menjadi infopreneur? Alasannya sederhana, karena dengan menjadi infopreneur (yang biasanya bergerak di dunia maya) tingkat risiko menjadi relatif lebih rendah daripada bidang bisnis yang lain. Masih menurut Riley, biaya pendirian bisnis semacam ini tidak setinggi yang lain dan margin keuntungannya juga tidak kalah menggiurkan. Dengan kata lain, risikonya rendah.
Infopreneur erat kaitannya dengan Internet. Hal ini karena kebanyakan infopreneur sekarang bergerak di dunia digital. Hampir semuanya dilakukan secara online. Infopreneur masa kini lebih banyak bergerak di Internet sehingga tak aneh kalau Anda akan menjumpai mereka di website, blog, serta menjadi penerbit ebook dan sebagainya. Ini lain dengan generasi sebelumnya yang mengandalkan media lama seperti rekaman audio, CD, CD-ROM, video, siaran radio, konferensi, dan sebagainya.
Dan sebagai pengetahuan, kata “infopreneur” ternyata sudah didaftarkan sebagai merek dagang jauh sebelum era Internet melanda dunia. Harold F. Weitzen di tahun 1984 adalah orang yang pertama kali mendaftarkannya sebagai trademark.
Terdapat 2 jenis infopreneur. Pertama ialah mereka yang menjual informasi yang telah dikumpulkan sendiri dan yang kedua, mereka yang mendapatkan komisi dari menjual informasi yang mereka sendiri tidak tahu (karena mereka tidak terlibat langsung dalam pengumpulannya). Jenis kedua dapat disebut sebagai seorang “penyalur/ bandar informasi”.
Untuk bisa sukses menjadi infopreneur di era Internet, seseorang sedikit banyak perlu akrab dengan dunia teknologi informasi karena dengan begitu ia bisa menjelajahi berbagai kemungkinan untuk memaksimalkan kinerja bisnisnya. Biasanya seorang infopreneur dapat menjaring laba dari bisnisnya dengan menarik sebanyak mungkin pengguna Internet ke websitenya. Ia bisa menggunakan cara organik atau memanipulasi sedemikian rupa agar situsnya tampil di halaman pertama mesin pencari.
Infopreneur perlu mengetahui bagaimana caranya membangun website yang kuat dan solid dalam hal informasi yang disajikan serta menarik dalam hal desain dan tampilan. Mengetahui konfigurasi kata kunci META dan deskripsi yang secara akurat menggambarkan halaman web yang ia miliki juga menjadi faktor penting keberhasilan.
Meski dikatakan sebelumnya bahwa Anda perlu akrab dengan dunia TI untuk sukses sebagai infopreneur, Anda tidak perlu bersusah payah jika tidak memiliki banyak waktu dan tenaga memperdalam aspek teknis tersebut. Anda bisa menggandeng seorang mitra yang memiliki kompetensi dalam bidang TI.
Beberapa sosok infopreneur yang banyak dikenal di dunia ialah Michael Arrington (pendiri dan co-editor blog TechCrunch), Darren Rowse (blogger terkemuka dari Australia dengan problogger.net) dan John Chow (pendiri dan CEO TTC Media, Inc). (*Akhlis) Sumber: Eciputra.com
Diposting oleh : arnandadanu - Dibaca: 925 kali
Bisnis Internet
Cakupan entrepreneurship sangatlah luas. Begitu luasnya hingga ia bisa diaplikasikan dalam berbagai bidang kehidupan. Di antaranya ialah bidang infopreneurship. Sementara itu, orang yang bergerak di dalam bidang ini dinamai “infopreneur”.Pertama-tama, mungkin Anda belum sepenuhnya paham makna “infopreneurship” dan “infopreneur”. Seperti kita sudah ketahui, kata ini dibentuk dengan menggabungkan “informasi” dan “entrepreneurship ”. Secara harafiah, artinya ialah entrepreneurship yang diaplikasikan dengan menggunakan informasi sebagai pondasi bisnisnya. Kevin Riley mendefinisikannya sebagai “seseorang yang mengukur risiko memulai dan menjalankan usaha yang mengkhususkan diri pada pendirian dan penjualan produk informasi. Sementara itu, Wikipedia menjelaskan “infopreneur” sebagai “seseorang yang bisnis utamanya ialah mengumpulkan dan menjual informasi elektronik”. Jadi dapat disimpulkan bahwa infopreneur adalah seseorang yang mengumpulkan informasi, mengemasnya menjadi sebuah produk dan membangun sebuah bisnis dengan menggunakan informasi yang ia kumpulkan untuk kemudian menjualnya kepada konsumen.
Mengapa Anda perlu mempertimbangkan peluang menjadi infopreneur? Alasannya sederhana, karena dengan menjadi infopreneur (yang biasanya bergerak di dunia maya) tingkat risiko menjadi relatif lebih rendah daripada bidang bisnis yang lain. Masih menurut Riley, biaya pendirian bisnis semacam ini tidak setinggi yang lain dan margin keuntungannya juga tidak kalah menggiurkan. Dengan kata lain, risikonya rendah.
Infopreneur erat kaitannya dengan Internet. Hal ini karena kebanyakan infopreneur sekarang bergerak di dunia digital. Hampir semuanya dilakukan secara online. Infopreneur masa kini lebih banyak bergerak di Internet sehingga tak aneh kalau Anda akan menjumpai mereka di website, blog, serta menjadi penerbit ebook dan sebagainya. Ini lain dengan generasi sebelumnya yang mengandalkan media lama seperti rekaman audio, CD, CD-ROM, video, siaran radio, konferensi, dan sebagainya.
Dan sebagai pengetahuan, kata “infopreneur” ternyata sudah didaftarkan sebagai merek dagang jauh sebelum era Internet melanda dunia. Harold F. Weitzen di tahun 1984 adalah orang yang pertama kali mendaftarkannya sebagai trademark.
Terdapat 2 jenis infopreneur. Pertama ialah mereka yang menjual informasi yang telah dikumpulkan sendiri dan yang kedua, mereka yang mendapatkan komisi dari menjual informasi yang mereka sendiri tidak tahu (karena mereka tidak terlibat langsung dalam pengumpulannya). Jenis kedua dapat disebut sebagai seorang “penyalur/ bandar informasi”.
Untuk bisa sukses menjadi infopreneur di era Internet, seseorang sedikit banyak perlu akrab dengan dunia teknologi informasi karena dengan begitu ia bisa menjelajahi berbagai kemungkinan untuk memaksimalkan kinerja bisnisnya. Biasanya seorang infopreneur dapat menjaring laba dari bisnisnya dengan menarik sebanyak mungkin pengguna Internet ke websitenya. Ia bisa menggunakan cara organik atau memanipulasi sedemikian rupa agar situsnya tampil di halaman pertama mesin pencari.
Infopreneur perlu mengetahui bagaimana caranya membangun website yang kuat dan solid dalam hal informasi yang disajikan serta menarik dalam hal desain dan tampilan. Mengetahui konfigurasi kata kunci META dan deskripsi yang secara akurat menggambarkan halaman web yang ia miliki juga menjadi faktor penting keberhasilan.
Meski dikatakan sebelumnya bahwa Anda perlu akrab dengan dunia TI untuk sukses sebagai infopreneur, Anda tidak perlu bersusah payah jika tidak memiliki banyak waktu dan tenaga memperdalam aspek teknis tersebut. Anda bisa menggandeng seorang mitra yang memiliki kompetensi dalam bidang TI.
Beberapa sosok infopreneur yang banyak dikenal di dunia ialah Michael Arrington (pendiri dan co-editor blog TechCrunch), Darren Rowse (blogger terkemuka dari Australia dengan problogger.net) dan John Chow (pendiri dan CEO TTC Media, Inc). (*Akhlis) Sumber: Eciputra.com
'Mencermati Peluang Menjadi Infopreneur ':
Artikel Bisnis Lainnya
- Badrun, Produsen Krupuk asal Kudus Bagi sebagian orang, menyantap makanan tanpa kehadiran kerupuk terasa kurang. Makanan kecil renyah yang menjadi teman bersantap ini bila ditekuni, mendatangkan keuntungan tak sedikit. Dari usaha kerupuk, H Badrun, berhasil menyekolahkan anak-anaknya hingga sarjana. Sejak berusia 10 ... Ide Bisnis - Jual Beli Online - Toko Online - Iklan Gratis
- Agatha Christie, Novelis yang Memiliki Insting Bisnis Agatha Christie adalah seorang penulis novel kejahatan, cerita pendek dan drama. Ia juga menulis cerita romance dengan nama Mary Westmacott, tetapi ia paling diingat akan 66 novel detektif-nya dan 15 koleksi cerita pendek. Sebagai seorang novelis, dia juga dianugerahi insting ... Ide Bisnis - Jual Beli Online - Toko Online - Iklan Gratis
- Tidak Ada Cara Instan Untuk Meraih Sukses Artikel Bisnis Tidak ada cara instan untuk meraih kesuksesan, termasuk pada sektor Usaha Kecil-Menengah (UKM). Menurut Gunawan Ardiyanto, konsultan bisnis sekaligus penulis buku-buku tentang UKM, untuk bisa menuju pada jenjang kesuksesan dan peluang usaha , sebuah UKM memerlukan ... Ide Bisnis - Jual Beli Online - Toko Online - Iklan Gratis
- Sofyan Wanandi, Pebisnis Harus Mempunyai Ideologi Artikel Bisnis Sofyan Wanandi adalah pengusaha Indonesia dan pemilik bisnis Gemala Group. Mantan aktivis 1966 ini telah memiliki banyak pengalamannya dalam bidang ekonomi, birokrasi, dan politik. Sedari kecil, Sofjan telah bersentuhan dengan dunia usaha . Ketika masih ... Ide Bisnis - Jual Beli Online - Toko Online - Iklan Gratis
- Jangan Remehkan Strategi Pemasaran dari Mulut ke Mulut Artikel Bisnis Pernahkah Anda mengalami hal seperti ini? Suatu saat kita sedang berjalan-jalan atau bersantai di tempat-tempat umum seperti alun-alun, taman, gelanggang olah raga dan lainnya. Kemudian, kita bertemu dengan seseorang yang belum kita kenal. Setelah itu, ... Ide Bisnis - Jual Beli Online - Toko Online - Iklan Gratis
Jual Beli Online
Rating:
100%
based on 99998 ratings.
5 user reviews.
Anda baru saja membaca artikel yang berkategori dengan judul Mencermati Peluang Menjadi Infopreneur . Jika kamu suka, jangan lupa like dan bagikan keteman-temanmu ya... By : Aneka Artikel Indonesia Terbaru
Artikel Menarik Lainnya :
Ditulis oleh:
Admin - Senin, 22 Juli 2013

Belum ada komentar untuk "Mencermati Peluang Menjadi Infopreneur "
Posting Komentar